Bernardo Tavares akhirnya menemukan solusi atas masalah klasik Persebaya Surabaya yang kerap kebobolan dari situasi bola mati di musim ini.
Isu tersebut menjadi perhatian utama sang pelatih setelah performa bertahan tim belum sepenuhnya stabil dalam kompetisi super league.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares terus memantapkan persiapan menghadapi kompetisi musim baru dengan memperkuat komposisi tim. Manajemen juga bergerak agresif untuk memastikan tim lebih siap bersaing di Super League 2025/2026.
Terbaru, Persebaya Surabaya resmi mendatangkan Gustavo Fernandes untuk menambah kedalaman lini belakang. Bek tengah asal Brasil itu melengkapi dua kompatriotnya yang lebih dulu bergabung, Bruno Paraíba dan Jefferson Silva.
Kehadiran tiga pemain Brasil tersebut menjadi bagian penting dari rancangan besar Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu ingin membangun skuad yang lebih kompetitif dan seimbang, terutama dalam mengantisipasi kelemahan di situasi bola mati.
Masalah bola mati memang menjadi pekerjaan rumah Persebaya Surabaya musim ini. Beberapa gol yang bersarang ke gawang Green Force lahir dari sepak pojok dan tendangan bebas lawan.
Bernardo Tavares tidak menutup mata terhadap fakta tersebut. Dia memilih merespons dengan pendekatan taktis dan penyesuaian karakter pemain di dalam skuad.
Tavares menilai keseimbangan antara pemain bertubuh tinggi dan pemain yang mengandalkan kecepatan menjadi kunci keberhasilan tim di kompetisi Super League. Komposisi itu dinilai mampu memberi perlindungan ekstra di lini pertahanan sekaligus mendukung transisi menyerang.
“Di Indonesia, banyak gol tercipta dari bola mati. Kami butuh pemain tinggi untuk duel udara dan bertahan, serta pemain cepat untuk membangun serangan,” tambah Bernerdo Tavares.
Pernyataan tersebut menggambarkan dengan jelas fokus utama Tavares dalam menyusun tim musim ini.
Menariknya, Persebaya Surabaya kini memiliki enam pemain dengan tinggi badan di atas 1,85 meter.
Kondisi ini memberi opsi strategis yang lebih luas bagi pelatih dalam meramu formasi dan skema bertahan.
Gustavo Fernandes menjadi yang paling mencolok dengan tinggi mencapai 1,95 meter. Bek tengah anyar ini diharapkan menjadi benteng utama saat menghadapi tekanan bola mati lawan.
Selain Gustavo, ada Leo Lelis yang memiliki tinggi 1,89 meter dan dikenal kuat dalam duel udara. Kehadirannya menambah soliditas lini belakang Persebaya Surabaya.
Bruno Paraíba juga masuk dalam daftar pemain jangkung dengan tinggi 1,89 meter. Meski berposisi sebagai gelandang tengah, Bruno diharapkan membantu pertahanan saat situasi set piece.
Risto Mitrevski memiliki postur 1,87 meter dan berpengalaman sebagai bek tengah. Kombinasinya dengan Gustavo dan Leo Lelis membuat Persebaya Surabaya memiliki banyak opsi di jantung pertahanan.
Milos Raickovic, gelandang tengah dengan tinggi 1,87 meter, memberi keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Perannya krusial dalam memutus alur serangan lawan sebelum bola mati terjadi.
Dejan Tumbas melengkapi daftar pemain tinggi dengan postur 1,87 meter di lini depan. Selain menjadi target man, dia juga bisa membantu pertahanan saat tim dalam tekanan.
Enam pemain jangkung ini menjadi modal penting bagi Bernardo Tavares. Mereka diproyeksikan sebagai andalan untuk meredam ancaman bola mati yang selama ini menghantui Persebaya Surabaya.
Secara statistik, Persebaya Surabaya sebenarnya menunjukkan kerja keras di sektor pertahanan. Data mencatat 65 penyelamatan dilakukan kiper sepanjang musim ini.
Catatan nirbobol masih berada di angka tiga pertandingan. Angka tersebut menunjukkan masih ada ruang besar untuk perbaikan konsistensi bertahan.
Dalam duel satu lawan satu, Persebaya Surabaya mencatat 154 tekel dengan 69 di antaranya sukses. Angka ini menandakan agresivitas pemain dalam menghentikan serangan lawan.
Intersep yang mencapai 342 kali menunjukkan kemampuan membaca permainan cukup baik. Namun, situasi bola mati tetap menjadi celah yang harus ditutup rapat.
Sapuan tercatat sebanyak 293 kali sepanjang musim. Statistik ini memperlihatkan intensitas tekanan yang sering diterima lini belakang Persebaya Surabaya.
Blok tembakan sebanyak 58 kali juga menjadi indikator kerja keras pemain bertahan. Meski demikian, Bernardo Tavares menilai perbaikan struktur bertahan tetap mutlak diperlukan.
Dengan tambahan pemain tinggi dan pemahaman taktik yang lebih matang, Tavares optimistis Persebaya Surabaya bisa mengurangi kebobolan dari bola mati. Perubahan ini diharapkan membawa Green Force tampil lebih solid dan kompetitif di Super League 2025/2026.
Langkah Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusan untuk belajar dari kelemahan musim ini.
Bernardo Tavares kini memiliki fondasi kuat untuk mengakhiri mimpi buruk kebobolan dari bola mati dan membawa tim ke level yang lebih tinggi.(jpc)


