PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Kejuaraan Dunia Sepeda Gunung UCI Mountain Bike (MTB) Eliminator World Championship 2023 di Sirkuit MTB SG 1973, Palangkaraya Kalimantan Tengah (Kalteng) berakhir, Minggu (12/11).

Kejuaraan sepeda gunung tingkat dunia ini mendapati para juara. Pada kategori elite men. Juara pertama didapat pembalap sepeda gunung asal Prancis Titouan Perrin Ganier. Juara kedua pembalap sepeda gunung asal Prancis Lorenzo Serres. Sedangkan juara ketiga diraih pembalap sepeda gunung asal Norwegia, Sondre Rokke.
Sementara di kelas elite women. Untuk juara pertama diraih pembalap sepeda gunung asal Italia, Gaia Tormena. Juara kedua diraih pembalap sepeda gunung asal Indonesia, Dara Latifah. Dan juara 3 diraih pembalap sepeda gunung asal Belanda Annemon Van Dienst.

Salah satu pembalap sepeda yang meraih juara pertama kelas elite women, Gaia Tormena menceritakan tips bagaimana mengalahkan lawannya pada gelaran UCI MTB World Championship. Menuruntya, yang terpenting adalah mempelajari lawan-lawanmu mempelajari kelemahannya mempelajari kemampuannya. Bahkan yang terpenting adalah mengetahui dirimu sendiri.
“Di mana kamu mengetahui setiap kelemahan dan kekuatanmu. Eliminator tidak hanya permainan fisik tapi juga mental. Sehingga sangat penting untuk mengetahui satu sama lain dan pada percobaan kali ini lebih banyak perempuan dan ini menjadi sesuatu yang baru untuk saya jadi hari ini saya banyak mempelajari lawan-lawan saya gimana kelemahan dan kekuatan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, pembalap sepeda yang meraih juara pertama kelas elite men, Titouan Perrin Ganier mengatakan, pertandingan ini sangat mengagumkan. “Karena lawan saya Simon sempat terjatuh maka saya dapat mengambil kesempatan untuk mendahuluinya dan memenangkan pertandingan ini. Sirkuit ini memiliki banyak tantangan,” ujarnya.

Ketua Umum Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran. Melalui Ketua Harian Rahmat Nasution Hamka mengaku ada koreksi di event pada hari ini.
“Setiap event-event besar tidak ada yang sempurna 100 persen, tapi kita akan benahi terus, yang jelas secara teknis semuanya terjaga sesuai dengan SOP yang ada, cuman karena itu waktu lah, karena kalau kemarin itu kita waktu yang awal jeda promosi itu enak gitu, jadi menuju ke acara puncak itu adrenaline naik terus,” ujarnya.
“Ini kan sempat turun, 15 Oktober kita mau menuju begini, ditunda. Turun sedikit, lalu dikasih tahu tanggal 12 November dilaksanakan, waktunya cukup singkat, tapi Alhamdulillah. Karena ini mengejar jangan sampai lewat Desember, kalau Desember tidak ada peserta yang akan ikut, karena di luar negeri itu semuanya liburan Desember itu,” sambungnya. (hfz/ind)