Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional setelah Elly Idris, mantan pemain Timnas Indonesia meninggal dunia. Legenda Garuda asal Maluku Utara itu menghembuskan napas terakhirnya pada usia 62 tahun.
Informasi mengenai kepergian Elly Idris telah beredar luas pada Jumat sore. Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Cinta Kasih, Ciputat, Kamis (12/2) pukul 15.00 WIB.
Berpulangnya sang legenda juga dikonfirmasi oleh Persita Tangerang, klub Super League yang merupakan tim yang membesarkan namanya.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Elly Idris, sosok yang pernah membela dan membesut Pendekar Cisadane baik sebagai pemain serta pelatih,” tulis Persita dalam Instagram resminya.
“Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tambah akun Pendekar Cisadane.
Elly Idris diketahui termasuk legenda sepak bola Indonesia era 80 hingga 90-an. Almarhum lahir di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, pada 4 November 1962.
Saat aktif menjadi pemain, Elly Idris adalah bagian dari Timnas Indonesia periode 1985-1993. Dia ikut membantu skuad Garuda melaju ke babak semifinal Asian Games 1986. Penampilan terakhir Elly Idris di Timnas Indonesia adalah bermain di SEA Games 1993.
Sementara di level klub, Elly Idris tercatat pernah membela sejumlah klub Galatama seperti PS Jayakarta, Yanita Utama, hingga Kramayudha Tiga Berlian. Kariernya diwarnai dengan torehan gelar.
Nama Elly Idris kian besar pada 1990. Dia bergabung dengan Persita Tangerang dan membela klub kebanggaan La Viola itu selama enam tahun hingga menutup karier profesionalnya bareng Pendekar Cisadane.
“Beliau menutup karier profesionalnya sebagai Pendekar hingga pensiun di usia 34 tahun pada 1996,” tulis Persita.
Setelah kariernya sebagai pemain tuntas, Elly Idris beralih ke dunia kepelatihan. Persita pun jadi tim yang dinakhodai, di mana dia pernahnmenjadi asisten pelatih Persita musim 2007/2008 kemudian berstatus pelatih kepala musim 2009/2010.
Elly Idris kemudian kembali ditunjuk memimpin Persita untuk periode 2010-2013 dan kembali lagi pada musim 2017/2018. Terakhir dia sempat menangani Persitara Jakarta Utara pada musim 2021/2022.(jpc)


