25.2 C
Jakarta
Friday, February 20, 2026

Perjuangan Mihailo Perovic Cetak Gol Persebaya Surabaya Meski Darah Mengucur Deras

“Kepala saya seperti meledak!” Kalimat itu keluar langsung dari mulut Mihailo Perovic, penyerang Persebaya Surabaya, yang menolak menyerah meski kepala bocor dan darah mengucur deras saat laga panas kontra Bali United.

Determinasi luar biasa ditunjukkan Perovic ketika Persebaya Surabaya bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026) malam WIB.

Dalam kondisi cedera kepala serius, penyerang asal Montenegro itu tetap mampu mencetak gol dan membantu Green Force menang 3-1.

Insiden bermula dari benturan keras dengan pemain Bali United yang membuat kepala Perovic robek. Darah mengalir, rasa sakit datang bertubi-tubi, dan situasi jelas jauh dari kata ideal bagi seorang striker.

“Setelah terjangan tersebut, saya merasakan sakit yang luar biasa di kepala saya dan saya tidak bisa melanjutkan (pertandingan),” ujar Perovic. Rasa nyeri itu semakin menjadi saat ia mencoba berlari mengejar bola.

“Saya mencoba (tetap bermain) tetapi setiap kali saya melakukan sprint atau berlari, saya merasa kepala saya seperti meledak,” lanjutnya. Namun, tekad Perovic jauh lebih keras dibanding rasa sakit yang ia rasakan.

Kepalanya dibalut perban tebal, wajahnya penuh darah, tetapi matanya tetap tajam mengincar gawang lawan. Perovic memilih bertahan di lapangan, setidaknya sampai dirinya memberi kontribusi nyata.

Electronic money exchangers listing

Keputusan itu terbukti tepat. Pada menit ke-26, Perovic melepas tembakan tepat sasaran yang tak mampu dibendung kiper Bali United.

Gol tersebut terasa sangat emosional. Bukan hanya karena dicetak dalam kondisi kepala bocor, tetapi juga karena menjadi pelepas frustrasi panjang sang penyerang.

Baca Juga :  April, Body Contes Se-Kalimantan

Dalam dua laga sebelumnya, Perovic sempat mencetak gol, tetapi semuanya dianulir lewat keputusan VAR. Kali ini tidak ada drama, golnya sah, dan beban di dadanya runtuh seketika.

Setelah gol itu, kondisi fisiknya tak memungkinkan untuk melanjutkan laga. Perovic akhirnya ditarik keluar pada menit ke-40 demi keselamatan dirinya.

Meski hanya bermain kurang dari satu babak, kontribusi Perovic terbilang sangat efektif. Ia mencetak satu gol dari dua tembakan tepat sasaran dengan nilai expected goals mencapai 0,68.

Akurasi umpannya pun sempurna. Dari lima percobaan umpan, semuanya tepat sasaran, termasuk empat umpan di area lawan.

Perovic juga mencatat satu umpan kunci dan expected assists sebesar 0,10. Dalam penguasaan bola, ia hanya melakukan 11 sentuhan dengan tiga kali kehilangan bola.

Dalam duel udara, Perovic terlibat lima kali dan memenangkan dua di antaranya. Catatan ini menunjukkan perannya bukan sekadar menunggu bola di depan gawang.

Secara keseluruhan, statistik itu terasa “gila” mengingat kondisi fisik yang ia alami. Bermain dengan kepala bocor jelas bukan situasi normal bagi siapa pun.

Gol ke gawang Bali United juga menambah koleksi Perovic bersama Persebaya Surabaya musim ini. Hingga kini, ia sudah mengemas empat gol dari 18 penampilan bersama Green Force.

“Saya sangat puas dan senang dengan gol saya dan saya akan berjuang untuk mencetak lebih banyak gol lagi (bersama Persebaya),” ucap Perovic. Pernyataan itu mencerminkan mental petarung yang ia tunjukkan di lapangan.

Baca Juga :  Uston Nawawi Bawa Persebaya Surabaya Kalahkan Madura United di Pamekasan

Kemenangan ini pun memiliki arti besar bagi Persebaya Surabaya. Green Force akhirnya mampu memutus tren negatif saat bertandang ke Pulau Dewata.

Tak hanya itu, hasil ini memperpanjang catatan impresif Persebaya Surabaya menjadi 13 laga tak terkalahkan. Performa solid tim terasa semakin lengkap dengan pengorbanan pemain seperti Perovic.

“Mengenai kemenangan kami kemarin, saya dapat mengatakan bahwa itu adalah kemenangan yang penting bagi kami dan kami bermain dengan sangat baik,” ujar Perovic. Ia menilai performa tim layak mendapat apresiasi tinggi.

Semangat itu tak ingin ia lepaskan begitu saja. Perovic bertekad menjaga momentum positif Persebaya Surabaya di pertandingan selanjutnya.

“Semoga kami bisa melanjutkan kemenangan beruntun kami dan membawa banyak kemenangan dan poin untuk Bonek dan Bonita,” pungkasnya.

Pesan itu menjadi penegasan perjuangannya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk klub dan suporter.

Perjuangan Perovic malam itu bukan sekadar cerita tentang gol. Itu adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan mental baja seorang striker yang menolak tunduk pada rasa sakit.

Ketika darah mengucur dan kepala terasa seperti meledak, Perovic memilih bertarung. Golnya menjadi simbol semangat Persebaya Surabaya yang tak pernah mati di bawah tekanan.(jpc)

“Kepala saya seperti meledak!” Kalimat itu keluar langsung dari mulut Mihailo Perovic, penyerang Persebaya Surabaya, yang menolak menyerah meski kepala bocor dan darah mengucur deras saat laga panas kontra Bali United.

Determinasi luar biasa ditunjukkan Perovic ketika Persebaya Surabaya bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026) malam WIB.

Dalam kondisi cedera kepala serius, penyerang asal Montenegro itu tetap mampu mencetak gol dan membantu Green Force menang 3-1.

Electronic money exchangers listing

Insiden bermula dari benturan keras dengan pemain Bali United yang membuat kepala Perovic robek. Darah mengalir, rasa sakit datang bertubi-tubi, dan situasi jelas jauh dari kata ideal bagi seorang striker.

“Setelah terjangan tersebut, saya merasakan sakit yang luar biasa di kepala saya dan saya tidak bisa melanjutkan (pertandingan),” ujar Perovic. Rasa nyeri itu semakin menjadi saat ia mencoba berlari mengejar bola.

“Saya mencoba (tetap bermain) tetapi setiap kali saya melakukan sprint atau berlari, saya merasa kepala saya seperti meledak,” lanjutnya. Namun, tekad Perovic jauh lebih keras dibanding rasa sakit yang ia rasakan.

Kepalanya dibalut perban tebal, wajahnya penuh darah, tetapi matanya tetap tajam mengincar gawang lawan. Perovic memilih bertahan di lapangan, setidaknya sampai dirinya memberi kontribusi nyata.

Keputusan itu terbukti tepat. Pada menit ke-26, Perovic melepas tembakan tepat sasaran yang tak mampu dibendung kiper Bali United.

Gol tersebut terasa sangat emosional. Bukan hanya karena dicetak dalam kondisi kepala bocor, tetapi juga karena menjadi pelepas frustrasi panjang sang penyerang.

Baca Juga :  April, Body Contes Se-Kalimantan

Dalam dua laga sebelumnya, Perovic sempat mencetak gol, tetapi semuanya dianulir lewat keputusan VAR. Kali ini tidak ada drama, golnya sah, dan beban di dadanya runtuh seketika.

Setelah gol itu, kondisi fisiknya tak memungkinkan untuk melanjutkan laga. Perovic akhirnya ditarik keluar pada menit ke-40 demi keselamatan dirinya.

Meski hanya bermain kurang dari satu babak, kontribusi Perovic terbilang sangat efektif. Ia mencetak satu gol dari dua tembakan tepat sasaran dengan nilai expected goals mencapai 0,68.

Akurasi umpannya pun sempurna. Dari lima percobaan umpan, semuanya tepat sasaran, termasuk empat umpan di area lawan.

Perovic juga mencatat satu umpan kunci dan expected assists sebesar 0,10. Dalam penguasaan bola, ia hanya melakukan 11 sentuhan dengan tiga kali kehilangan bola.

Dalam duel udara, Perovic terlibat lima kali dan memenangkan dua di antaranya. Catatan ini menunjukkan perannya bukan sekadar menunggu bola di depan gawang.

Secara keseluruhan, statistik itu terasa “gila” mengingat kondisi fisik yang ia alami. Bermain dengan kepala bocor jelas bukan situasi normal bagi siapa pun.

Gol ke gawang Bali United juga menambah koleksi Perovic bersama Persebaya Surabaya musim ini. Hingga kini, ia sudah mengemas empat gol dari 18 penampilan bersama Green Force.

“Saya sangat puas dan senang dengan gol saya dan saya akan berjuang untuk mencetak lebih banyak gol lagi (bersama Persebaya),” ucap Perovic. Pernyataan itu mencerminkan mental petarung yang ia tunjukkan di lapangan.

Baca Juga :  Uston Nawawi Bawa Persebaya Surabaya Kalahkan Madura United di Pamekasan

Kemenangan ini pun memiliki arti besar bagi Persebaya Surabaya. Green Force akhirnya mampu memutus tren negatif saat bertandang ke Pulau Dewata.

Tak hanya itu, hasil ini memperpanjang catatan impresif Persebaya Surabaya menjadi 13 laga tak terkalahkan. Performa solid tim terasa semakin lengkap dengan pengorbanan pemain seperti Perovic.

“Mengenai kemenangan kami kemarin, saya dapat mengatakan bahwa itu adalah kemenangan yang penting bagi kami dan kami bermain dengan sangat baik,” ujar Perovic. Ia menilai performa tim layak mendapat apresiasi tinggi.

Semangat itu tak ingin ia lepaskan begitu saja. Perovic bertekad menjaga momentum positif Persebaya Surabaya di pertandingan selanjutnya.

“Semoga kami bisa melanjutkan kemenangan beruntun kami dan membawa banyak kemenangan dan poin untuk Bonek dan Bonita,” pungkasnya.

Pesan itu menjadi penegasan perjuangannya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk klub dan suporter.

Perjuangan Perovic malam itu bukan sekadar cerita tentang gol. Itu adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan mental baja seorang striker yang menolak tunduk pada rasa sakit.

Ketika darah mengucur dan kepala terasa seperti meledak, Perovic memilih bertarung. Golnya menjadi simbol semangat Persebaya Surabaya yang tak pernah mati di bawah tekanan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru