Uston Nawawi beberkan cara Persebaya Surabaya menaklukkan Madura United pada laga super league di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Kemenangan tipis 1-0 pada Sabtu (3/1) malam menjadi bukti kecerdikan strategi dan kedewasaan bermain Green Force.
Hasil tersebut terasa spesial karena diraih di kandang lawan yang dikenal sulit ditaklukkan. Persebaya Surabaya juga datang dengan status tamu di tengah tren positif Madura United pada kompetisi super league.
Pelatih interim Persebaya Surabaya Uston Nawawi, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya seusai laga lawan Madura United. Tiga poin ini disebutnya sebagai hasil dari perjuangan kolektif seluruh tim.
“Tentunya kita bersyukur bisa mendapatkan tiga poin di sini. Madura United adalah tim yang bagus. Ini hasil kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh staf Persebaya,” kata Uston setelah pertandingan berakhir.
Menurut Uston, laga berjalan tidak mudah sejak menit awal. Madura United tampil disiplin dan menyulitkan Persebaya Surabaya dengan pendekatan permainan yang rapat.
Dia menilai pertandingan berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama berada dalam tren positif. Intensitas tinggi membuat duel berjalan ketat hingga peluit akhir.
“Pertandingan ini cukup menarik karena kedua tim trennya sedang bagus. Namun Madura menerapkan permainan defence counter,” ujar Uston menjelaskan jalannya laga.
Skema tersebut diakui sangat berbahaya bagi timnya. Persebaya Surabaya dituntut bermain sabar tanpa kehilangan fokus sedikit pun.
“Itu sangat berbahaya bagi kami, karena sedikit kesalahan saja bisa berakibat fatal. Untungnya pemain tetap siap dan disiplin,” tegas Uston.
Kedisiplinan itu terlihat dari cara Persebaya Surabaya menguasai permainan. Green Force mencatatkan penguasaan bola mencapai 70 persen sepanjang laga.
Dominasi tersebut membuat Persebaya Surabaya lebih leluasa mengatur tempo. Aliran bola dari kaki ke kaki menjadi senjata utama untuk meredam agresivitas tuan rumah.
Data statistik menunjukkan Persebaya Surabaya melakukan 477 umpan dengan 398 di antaranya sukses. Akurasi umpan mencapai 84 persen, mencerminkan kontrol permainan yang matang.
Sebaliknya, Madura United lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat. Mereka hanya mencatatkan penguasaan bola 30 persen sepanjang pertandingan.
Meski begitu, Madura United tetap mampu memberikan ancaman. Mereka melepaskan tujuh tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran.
Persebaya Surabaya sendiri lebih agresif dalam membangun peluang. Total sepuluh tembakan dilepaskan dengan dua mengarah ke gawang.
Menariknya, expected goals Madura United justru lebih tinggi dengan angka 1,8. Persebaya Surabaya mencatatkan expected goals 1,6 namun mampu memaksimalkan satu peluang krusial.
Ketangguhan lini belakang Persebaya Surabaya juga patut diapresiasi. Mereka mencatatkan 19 intersep dan 11 sapuan untuk mematahkan serangan lawan.
Peran penjaga gawang Persebaya Surabaya ikut menentukan hasil akhir. Dua penyelamatan penting berhasil dilakukan untuk menjaga keunggulan tetap aman.
Dari sisi serangan, Persebaya Surabaya aktif memanfaatkan sisi sayap. Hal ini terlihat dari raihan sembilan tendangan sudut sepanjang pertandingan.
Madura United sama sekali tidak mendapatkan tendangan sudut. Situasi ini menunjukkan betapa efektifnya Persebaya Surabaya menekan sejak area tengah.
Duel fisik berlangsung keras dan intens. Kedua tim sama-sama mengoleksi kartu kuning dan bahkan masing-masing satu kartu merah.
Persebaya Surabaya unggul dalam duel udara dengan enam kemenangan dari sepuluh percobaan. Keunggulan ini membantu mereka meredam bola-bola panjang Madura United.
Uston menilai kemenangan ini sebagai hasil kecerdikan membaca permainan lawan. Strategi penguasaan bola dipilih untuk menghindari jebakan serangan balik cepat.
Dengan bermain sabar dan disiplin, Persebaya Surabaya mampu mematikan kekuatan utama Madura United. Setiap pemain menjalankan peran sesuai rencana permainan.
Kemenangan di Pamekasan ini memberi suntikan moral besar bagi Green Force. Hasil tersebut juga menegaskan kapasitas Persebaya Surabaya sebagai kandidat kuat di Super League 2025/2026.
Bagi Uston Nawawi, laga ini menjadi bukti kecerdikan tak selalu soal menyerang habis-habisan. Kadang, ketenangan, disiplin, dan kerja sama menjadi kunci kemenangan di laga sulit.(jpc)


