31.2 C
Jakarta
Thursday, January 8, 2026

Disaksikan Jokowi! Persis Solo Kalah, Suporter Kecewa dan Flare Menyala di Stadion Manahan, Solo

Persis Solo kembali menelan pil pahit di Super League musim 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Laskar Sambernyawa harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 1-3 pada laga yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1/2026).

Hasil ini semakin memperpanjang catatan buruk Persis yang kini terpuruk di dasar klasemen.

Performa Persis sepanjang musim ini memang jauh dari harapan. Alih-alih bersaing di papan tengah, tim kebanggaan masyarakat Surakarta justru kesulitan keluar dari zona merah.

Kekalahan dari Persita menjadi puncak kekecewaan suporter yang selalu setia memberikan dukungan.

Kekecewaan tersebut akhirnya tumpah di menit ke-84 pertandingan. Sejumlah suporter Persis Solo melakukan aksi protes dengan menyalakan flare di beberapa tribun Stadion Manahan.

Tribun selatan sisi barat, tribun timur sisi selatan, hingga tribun utara sisi timur terlihat kompak menyalakan flare sebagai bentuk ekspresi rasa kecewa terhadap performa tim kebanggaan mereka.

Baca Juga :  Atlet Senam Kalteng Cukup Miliki Potensi, PB Persani Minta Dikembangkan Lagi

Tak hanya itu, berbagai spanduk bernada kritik juga dibentangkan. Di tribun selatan sisi barat, yang dikenal sebagai tribun Ultras 1923, terbentang tulisan “Jangan Buta, Buka Mata”.

Electronic money exchangers listing

Sementara di tribun utara sisi timur yang dihuni kelompok suporter garis keras Sambernyawa, terlihat spanduk bertuliskan “Piye to sis? Awuren gok”, ungkapan khas Jawa yang mencerminkan rasa kesal terhadap kondisi tim saat ini.

Meski aksi tersebut berpotensi berujung sanksi, banyak pihak menilai protes suporter merupakan bentuk cinta dan kepedulian terhadap Persis Solo.

Mereka berharap kritik keras ini bisa menjadi alarm bagi manajemen dan tim agar segera berbenah dan bangkit di sisa kompetisi.

Namun demikian, aksi menyalakan flare di tengah pertandingan jelas melanggar regulasi PSSI.

Baca Juga :  Tinggalkan Persis Solo, Ong Kim Swee Berlabuh ke Persik Kediri

Persis Solo pun terancam sanksi, mulai dari denda hingga hukuman lainnya, yang tentu dapat semakin memberatkan langkah tim di kompetisi.

Menariknya, pertandingan ini juga disaksikan langsung oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kehadiran Jokowi di Stadion Manahan menambah sorotan terhadap laga yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan Persis, namun justru berakhir dengan kekecewaan.

Di tengah situasi sulit ini, Persis Solo baru saja menunjuk pelatih anyar, Milomir Selija. Pelatih asal Bosnia tersebut diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dan mengangkat performa Persis Solo pada putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026.

Kini, publik Solo menanti apakah pergantian pelatih ini benar-benar bisa menjadi titik balik bagi kebangkitan Laskar Sambernyawa.(jpc)

Persis Solo kembali menelan pil pahit di Super League musim 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Laskar Sambernyawa harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 1-3 pada laga yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1/2026).

Hasil ini semakin memperpanjang catatan buruk Persis yang kini terpuruk di dasar klasemen.

Performa Persis sepanjang musim ini memang jauh dari harapan. Alih-alih bersaing di papan tengah, tim kebanggaan masyarakat Surakarta justru kesulitan keluar dari zona merah.

Electronic money exchangers listing

Kekalahan dari Persita menjadi puncak kekecewaan suporter yang selalu setia memberikan dukungan.

Kekecewaan tersebut akhirnya tumpah di menit ke-84 pertandingan. Sejumlah suporter Persis Solo melakukan aksi protes dengan menyalakan flare di beberapa tribun Stadion Manahan.

Tribun selatan sisi barat, tribun timur sisi selatan, hingga tribun utara sisi timur terlihat kompak menyalakan flare sebagai bentuk ekspresi rasa kecewa terhadap performa tim kebanggaan mereka.

Baca Juga :  Atlet Senam Kalteng Cukup Miliki Potensi, PB Persani Minta Dikembangkan Lagi

Tak hanya itu, berbagai spanduk bernada kritik juga dibentangkan. Di tribun selatan sisi barat, yang dikenal sebagai tribun Ultras 1923, terbentang tulisan “Jangan Buta, Buka Mata”.

Sementara di tribun utara sisi timur yang dihuni kelompok suporter garis keras Sambernyawa, terlihat spanduk bertuliskan “Piye to sis? Awuren gok”, ungkapan khas Jawa yang mencerminkan rasa kesal terhadap kondisi tim saat ini.

Meski aksi tersebut berpotensi berujung sanksi, banyak pihak menilai protes suporter merupakan bentuk cinta dan kepedulian terhadap Persis Solo.

Mereka berharap kritik keras ini bisa menjadi alarm bagi manajemen dan tim agar segera berbenah dan bangkit di sisa kompetisi.

Namun demikian, aksi menyalakan flare di tengah pertandingan jelas melanggar regulasi PSSI.

Baca Juga :  Tinggalkan Persis Solo, Ong Kim Swee Berlabuh ke Persik Kediri

Persis Solo pun terancam sanksi, mulai dari denda hingga hukuman lainnya, yang tentu dapat semakin memberatkan langkah tim di kompetisi.

Menariknya, pertandingan ini juga disaksikan langsung oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kehadiran Jokowi di Stadion Manahan menambah sorotan terhadap laga yang seharusnya menjadi momentum kebangkitan Persis, namun justru berakhir dengan kekecewaan.

Di tengah situasi sulit ini, Persis Solo baru saja menunjuk pelatih anyar, Milomir Selija. Pelatih asal Bosnia tersebut diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dan mengangkat performa Persis Solo pada putaran kedua BRI Super League musim 2025/2026.

Kini, publik Solo menanti apakah pergantian pelatih ini benar-benar bisa menjadi titik balik bagi kebangkitan Laskar Sambernyawa.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru