Catat dua umpan kunci, Arief Catur Pamungkas bersyukur Persebaya Surabaya sukses kalahkan Madura United pada laga pekan ke-16 Super League 2025/2026.
Kemenangan tipis 0-1 di Stadion Madura United, Sabtu (3/1/2026) malam, terasa sangat berarti bagi Green Force.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal dengan tensi tinggi khas duel Derbi Suramadu. Persebaya Surabaya tampil disiplin dan sabar hingga mampu mencuri gol sekaligus menjaga gawang tetap perawan.
Di balik kemenangan sunyi itu, nama Arief Catur Pamungkas mencuri perhatian lewat kontribusi yang efektif. Gelandang muda Persebaya Surabaya tersebut mencatat dua umpan kunci yang menjaga alur serangan tetap hidup.
Arief tampil penuh selama 90 menit dan menunjukkan kematangan permainan di laga besar. Meski bukan pencetak gol, perannya sangat terasa dalam menjaga keseimbangan tim.
Usai pertandingan, Arief mengungkapkan rasa syukur atas kerja keras seluruh tim.
“Alhamdulillah kita bisa mendapatkan tiga poin. Terima kasih untuk semua pemain dan pelatih yang telah memberikan yang terbaik pada laga hari ini,” ujar Catur.
Ucapan tersebut mencerminkan atmosfer positif di ruang ganti Persebaya Surabaya setelah laga berat. Kemenangan ini terasa istimewa karena diraih di kandang lawan dengan tekanan suporter tuan rumah.
Tambahan tiga poin membuat Persebaya Surabaya terus menjaga momentum positif di papan klasemen. Saat ini tim asal Surabaya itu bertengger di posisi kelima dengan koleksi 25 poin.
Posisi tersebut membuka peluang Persebaya Surabaya untuk terus menempel papan atas Super League 2025/2026. Konsistensi menjadi kunci agar tren positif ini berlanjut hingga paruh kedua musim.
Kontribusi Arief juga tercermin dari statistik individual yang solid sepanjang pertandingan. Ia mencatat expected goals sebesar 0,15 dari satu percobaan tembakan.
Akurasi umpan Arief mencapai 87 persen dari total 36 umpan yang dilepaskan. Angka tersebut menunjukkan ketenangan dan kecerdasan membaca permainan di lini tengah.
Dua umpan kunci yang dicatatkan Arief menjadi fondasi serangan Persebaya Surabaya. Pergerakannya membuka ruang dan memberi opsi progresi bola dari tengah ke depan.
Dalam aspek menyerang, Arief juga mencatat dua dribel dan satu tembakan ke arah pertahanan Madura United. Keberaniannya menusuk ruang membuat lawan sulit menjaga ritme bertahan
Tak hanya agresif saat menyerang, Arief juga disiplin saat tim kehilangan bola. Ia mencatat satu tekel sukses, dua intersep, dan satu blok tembakan.
Kontribusi defensif tersebut ikut membantu Persebaya Surabaya mencatatkan clean sheet di laga tandang ini. Soliditas lini tengah membuat tekanan Madura United bisa diredam sejak awal.
Arief juga tercatat melakukan satu sapuan dan satu pemulihan bola. Detail kecil seperti ini menjadi pembeda dalam laga dengan margin skor tipis.
Dari sisi duel, Arief dilanggar dua kali sepanjang pertandingan. Situasi itu menunjukkan intensitas permainan dan perannya yang cukup sentral.
Empat umpan silang dan lima umpan kepala turut memperkaya variasi permainan Persebaya Surabaya. Arief mampu beradaptasi dengan dinamika laga yang keras dan cepat.
Kemenangan atas Madura United menjadi bukti kedewasaan Persebaya Surabaya dalam mengelola pertandingan. Tim tak terburu-buru dan memilih bermain efektif saat peluang datang.
Peran pemain muda seperti Arief memberi harapan besar bagi masa depan Persebaya Surabaya. Ia menunjukkan mentalitas siap bersaing di level tertinggi kompetisi nasional.
Pelatih dan rekan setim tampak memberi kepercayaan penuh kepada Arief sepanjang laga. Kepercayaan itu dibayar dengan performa konsisten hingga peluit akhir.
Selanjutnya, Persebaya Surabaya akan menghadapi Malut United pada Sabtu (10/1/2026). Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo.
Dukungan suporter di kandang diharapkan mampu menjaga tren positif tim. Persebaya Surabaya berambisi melanjutkan laju kemenangan demi merangsek ke papan atas.
Bagi Arief Catur Pamungkas, performa ini menjadi modal penting menatap laga berikutnya. Dua umpan kunci dan kerja tanpa lelah menjadi pesan kuat tentang peran vitalnya di Persebaya Surabaya. (jpc)


