33.6 C
Jakarta
Friday, March 28, 2025

Ingin Tiru Timnas Indonesia, Malaysia Kesulitan Cari Pemain Keturunan

PROKALTENG.CO– Malaysia, seperti banyak negara sepak bola lainnya, memiliki keinginan besar untuk meningkatkan kualitas tim nasionalnya.

Salah satu cara yang sering dipilih adalah dengan menaturalisasi pemain-pemain yang memiliki darah keturunan Malaysia, terutama mereka yang sudah berpengalaman bermain di liga-liga top Eropa.

Tujuan utama dari langkah ini adalah agar pemain-pemain tersebut dapat memberikan kontribusi berupa kualitas permainan dan pengalaman tinggi bagi tim nasional.

Namun, upaya Malaysia untuk merekrut pemain keturunan kerap kali tidak berjalan mulus.

Sering kali, pemain yang diajak bergabung justru menolak tawaran tersebut.

Hal ini menjadi bahan cemoohan di kalangan netizen Indonesia, mengingat adanya rivalitas sepak bola yang sudah lama terbentuk antara kedua negara.

Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) mencoba mengikuti langkah yang telah ditempuh oleh PSSI, yang aktif menaturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Akan tetapi, upaya Malaysia menghadapi banyak tantangan, termasuk penolakan dari banyak pemain yang mereka dekati.

Baca Juga :  Skema 3-4-3 jadi Formasi Ideal jika Victor Dethan Dicoba sebagai Starter

Salah satu yang menyampaikan hal ini adalah Pemangku Sultan Johor, Tunku Ismail.

Bahkan, dia mengungkapkan bahwa ada pemain yang tidak tahu sama sekali tentang eksistensi Malaysia.

“Kalau ditanya malah ada yang tidak tahu Malaysia itu di mana. Kata-kata persisnya adalah: ‘Saya bukan orang Malaysia, dan Malaysia di mana sih?'” ungkap Tunku Ismail dalam wawancaranya yang dilansir dari Bharian.

Sebelumnya, FAM telah mengidentifikasi sejumlah nama yang dianggap potensial untuk dinaturalisasi.

Pemain-pemain seperti Josh Brownhill, Kiernan Dewsbury-Hall dari Chelsea, Marcus Tavernier dari AFC Bournemouth, serta Zian Flemming (Burnley), Jamie Shackleton (Sheffield United), Taylor Moore (Bristol Rovers), Harvey Knibbs (Reading FC), dan Andy Smith (Hull City) masuk dalam daftar tersebut.

Selain itu, pemain-pemain yang berkarir di Belanda, Belgia, dan Australia juga tercatat dalam pencarian FAM.

Baca Juga :  Indonesia vs Malaysia, Shin Tae-yong: Kondisi Pemain Baik

Namun, meski telah melakukan riset dan pendekatan, Tunku Ismail mengakui bahwa proses pencarian pemain masih akan terus dilakukan dengan lebih luas lagi.

“Kami sudah melakukan riset dan pendekatan. Namun scouting masih akan dilanjutkan lebih luas lagi,” ujarnya.

Berbeda dengan Indonesia, yang saat ini sudah menaturalisasi 16 pemain sejak 2021, skuad Garuda telah merasakan manfaat dari langkah tersebut.

Pemain-pemain naturalisasi tersebut telah terbukti meningkatkan level permainan timnas Indonesia secara signifikan.

Keberhasilan ini menjadikan langkah naturalisasi sebagai strategi yang semakin diminati oleh berbagai negara sepak bola yang ingin memperkuat tim nasional mereka.

Di masa depan, Malaysia mungkin akan terus berupaya untuk menggali potensi pemain keturunan yang dapat membawa perubahan bagi timnas mereka, meskipun tantangan besar tetap ada. (did/jpg)

PROKALTENG.CO– Malaysia, seperti banyak negara sepak bola lainnya, memiliki keinginan besar untuk meningkatkan kualitas tim nasionalnya.

Salah satu cara yang sering dipilih adalah dengan menaturalisasi pemain-pemain yang memiliki darah keturunan Malaysia, terutama mereka yang sudah berpengalaman bermain di liga-liga top Eropa.

Tujuan utama dari langkah ini adalah agar pemain-pemain tersebut dapat memberikan kontribusi berupa kualitas permainan dan pengalaman tinggi bagi tim nasional.

Namun, upaya Malaysia untuk merekrut pemain keturunan kerap kali tidak berjalan mulus.

Sering kali, pemain yang diajak bergabung justru menolak tawaran tersebut.

Hal ini menjadi bahan cemoohan di kalangan netizen Indonesia, mengingat adanya rivalitas sepak bola yang sudah lama terbentuk antara kedua negara.

Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) mencoba mengikuti langkah yang telah ditempuh oleh PSSI, yang aktif menaturalisasi pemain untuk memperkuat Timnas Indonesia.

Akan tetapi, upaya Malaysia menghadapi banyak tantangan, termasuk penolakan dari banyak pemain yang mereka dekati.

Baca Juga :  Skema 3-4-3 jadi Formasi Ideal jika Victor Dethan Dicoba sebagai Starter

Salah satu yang menyampaikan hal ini adalah Pemangku Sultan Johor, Tunku Ismail.

Bahkan, dia mengungkapkan bahwa ada pemain yang tidak tahu sama sekali tentang eksistensi Malaysia.

“Kalau ditanya malah ada yang tidak tahu Malaysia itu di mana. Kata-kata persisnya adalah: ‘Saya bukan orang Malaysia, dan Malaysia di mana sih?'” ungkap Tunku Ismail dalam wawancaranya yang dilansir dari Bharian.

Sebelumnya, FAM telah mengidentifikasi sejumlah nama yang dianggap potensial untuk dinaturalisasi.

Pemain-pemain seperti Josh Brownhill, Kiernan Dewsbury-Hall dari Chelsea, Marcus Tavernier dari AFC Bournemouth, serta Zian Flemming (Burnley), Jamie Shackleton (Sheffield United), Taylor Moore (Bristol Rovers), Harvey Knibbs (Reading FC), dan Andy Smith (Hull City) masuk dalam daftar tersebut.

Selain itu, pemain-pemain yang berkarir di Belanda, Belgia, dan Australia juga tercatat dalam pencarian FAM.

Baca Juga :  Indonesia vs Malaysia, Shin Tae-yong: Kondisi Pemain Baik

Namun, meski telah melakukan riset dan pendekatan, Tunku Ismail mengakui bahwa proses pencarian pemain masih akan terus dilakukan dengan lebih luas lagi.

“Kami sudah melakukan riset dan pendekatan. Namun scouting masih akan dilanjutkan lebih luas lagi,” ujarnya.

Berbeda dengan Indonesia, yang saat ini sudah menaturalisasi 16 pemain sejak 2021, skuad Garuda telah merasakan manfaat dari langkah tersebut.

Pemain-pemain naturalisasi tersebut telah terbukti meningkatkan level permainan timnas Indonesia secara signifikan.

Keberhasilan ini menjadikan langkah naturalisasi sebagai strategi yang semakin diminati oleh berbagai negara sepak bola yang ingin memperkuat tim nasional mereka.

Di masa depan, Malaysia mungkin akan terus berupaya untuk menggali potensi pemain keturunan yang dapat membawa perubahan bagi timnas mereka, meskipun tantangan besar tetap ada. (did/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru