28.1 C
Jakarta
Friday, January 2, 2026

24 Klub Sepakat Membuat Operator Sendiri dan Berpisah dengan LIB

Klub-klub Liga 2 2020 mulai bergerak untuk
berbenah menjadi lebih baik lagi. Sebanyak 24 klub menyepakati untuk membuat
operator tersendiri dan berpisah pengelolaannya dengan Liga 1 yang ada di bawah
PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Menurut sekretaris tim PSMS Medan Julius Raja,
klub-klub Liga 2 sudah sepakat dan berencana membuat PT Liga Indonesia Modern
(LIM) badan hukum atau perusahaan yang akan mengoperatori Liga 2.

“Jika Liga 1 memiliki PT LIB, kami
rencanakan ke depan Liga 2 bisa mandiri dengan ada operator juga, mungkin
namanya nanti seperti PT Liga Indonesia Modern,” katanya saat dihubungi,
Minggu (31/5).

Namun demikian, dia menegaskan bahwa muara dari
kompetisi dan operator ini sama dengan PT LIB, yakni di PSSI. Harapan pria yang
karib disapa King itu ialah agar klub Liga 2 bisa mandiri dan subsidinya
semakin jelas.

Baca Juga :  Juventus Rebut Posisi Puncak Klasemen dari Tangan Inter

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Presiden
klub Persiba Balikpapan Gede Widiade. Dia menuturkan, bahwa klub Liga 2 selama
ini selalu mengekor ke Liga 1. Bahkan, dalam urusan bisnis pun, klub Liga 2
bergantung keberhasilan produk Liga 1 dijual.

“Jadi, ke depan
kami mencoba untuk mandiri. Kami akan cari sponsorhip sendiri, mencari hak siar
sendiri untuk klub-klub Liga 2 ini. Karena kami yakin kebutuhan tidak sebesar
Liga 1 tetapi kami bisa mendapatkan lebih dan mencoba mengelola bisnisnya
sendiri klub Lig 2 ini,” terang Gede.

Klub-klub Liga 2 2020 mulai bergerak untuk
berbenah menjadi lebih baik lagi. Sebanyak 24 klub menyepakati untuk membuat
operator tersendiri dan berpisah pengelolaannya dengan Liga 1 yang ada di bawah
PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Menurut sekretaris tim PSMS Medan Julius Raja,
klub-klub Liga 2 sudah sepakat dan berencana membuat PT Liga Indonesia Modern
(LIM) badan hukum atau perusahaan yang akan mengoperatori Liga 2.

“Jika Liga 1 memiliki PT LIB, kami
rencanakan ke depan Liga 2 bisa mandiri dengan ada operator juga, mungkin
namanya nanti seperti PT Liga Indonesia Modern,” katanya saat dihubungi,
Minggu (31/5).

Electronic money exchangers listing

Namun demikian, dia menegaskan bahwa muara dari
kompetisi dan operator ini sama dengan PT LIB, yakni di PSSI. Harapan pria yang
karib disapa King itu ialah agar klub Liga 2 bisa mandiri dan subsidinya
semakin jelas.

Baca Juga :  Juventus Rebut Posisi Puncak Klasemen dari Tangan Inter

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Presiden
klub Persiba Balikpapan Gede Widiade. Dia menuturkan, bahwa klub Liga 2 selama
ini selalu mengekor ke Liga 1. Bahkan, dalam urusan bisnis pun, klub Liga 2
bergantung keberhasilan produk Liga 1 dijual.

“Jadi, ke depan
kami mencoba untuk mandiri. Kami akan cari sponsorhip sendiri, mencari hak siar
sendiri untuk klub-klub Liga 2 ini. Karena kami yakin kebutuhan tidak sebesar
Liga 1 tetapi kami bisa mendapatkan lebih dan mencoba mengelola bisnisnya
sendiri klub Lig 2 ini,” terang Gede.

Terpopuler

Artikel Terbaru