Persebaya Surabaya dikabarkan tertarik datangkan striker Timnas Indonesia Ramadhan Sananta pada putaran kedua Super League 2025/2026. Kabar ini langsung memantik atensi besar publik sepak bola nasional, khususnya pendukung setia Green Force.
Nama Ramadhan Sananta disebut masuk radar Persebaya Surabaya di era kepelatihan Bernardo Tavares.
Penyerang muda berlabel Timnas Indonesia itu dinilai menjadi opsi menarik untuk menambah daya gedor lini depan Persebaya Surabaya.
Informasi ketertarikan tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun @transfernews__ft.
Dalam unggahan itu tertulis jelas statusnya masih sebatas rumor, namun disebut ada komunikasi awal yang membuat spekulasi kian menguat.
“RUMOR. Persebaya Surabaya ????????, kabarnya tertarik untuk mendatangkan striker lokal ???????? Indonesia, Ramadhan Sananta (23) foot. ????” tulis @transfernews__ft.
Unggahan itu langsung menyebar luas dan memancing beragam reaksi dari netizen.
Saat ini Ramadhan Sananta masih berstatus sebagai pemain Brunei DPMM FC yang berlaga di Liga Malaysia. Ia baru bergabung dengan klub tersebut sejak 1 Juli 2025 dan terikat kontrak hingga 30 Juni 2026.
Bersama DPMM FC, Sananta telah mencatatkan 2 gol dan 1 assist dari 15 pertandingan di semua kompetisi. Catatan itu memang belum terlalu mencolok, namun kontribusinya tetap dinilai positif dalam proses adaptasi.
“Ramadhan Sananta ???????? saat ini bermain untuk DPMM FC ???????? Malaysia (1tier), dan telah mencatatkan 2 Gol 1 Assist dalam 15 Pertandingan.”
Dalam rumor yang beredar, terdapat dua kemungkinan waktu kepindahan Sananta ke Persebaya Surabaya.
Opsi pertama terjadi pada paruh musim Super League Indonesia 2025/2026, sedangkan opsi kedua pada awal musim 2026/2027.
“Namun tetapi, Ada 2 kemungkinan Sananta bergabung dengan Persebaya, Ntah pada paruh musim BRI Super League Indonesia 2025/26, atau Musim Baru BRI Super League Indonesia 2026/27.”
Dengan kontraknya yang baru berakhir Juni 2026, peluang Sananta pindah di pertengahan musim masih terbuka melalui skema transfer.
“Dengan demikian kontrak Sananta bersama DPMM FC akan berakhir pada 30 Juni 2026.”
Alternatif lainnya, Persebaya Surabaya bisa menunggu hingga kontraknya habis untuk merekrutnya secara bebas transfer.
Ramadhan Sananta dikenal sebagai penyerang tengah dengan postur ideal setinggi 1,82 meter. Ia memiliki kaki dominan kanan dan kerap mengandalkan kekuatan fisik serta penempatan posisi di kotak penalti.
Pemain kelahiran Daik, Indonesia, pada 27 November 2002 itu kini berusia 23 tahun. Usianya yang relatif muda membuat Sananta dianggap masih punya ruang besar untuk berkembang.
Nilai pasar Sananta saat ini mencapai 4,78 miliar rupiah. Angka tersebut mencerminkan statusnya sebagai salah satu striker lokal potensial di sepak bola Indonesia.
Dalam karier profesionalnya, Sananta telah tampil dalam 109 pertandingan. Dari jumlah itu, ia mencetak 31 gol dan 7 assist dengan total menit bermain mencapai 6.439 menit.
Catatan disiplin Sananta juga tergolong cukup baik. Ia mengoleksi 10 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, dan satu kartu merah sepanjang kariernya.
Pengalaman membela Timnas Indonesia menjadi nilai tambah besar bagi Sananta. Status tersebut membuatnya selalu masuk daftar striker lokal yang diminati banyak klub Liga Indonesia.
Bagi Persebaya Surabaya, rumor ketertarikan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan tim. Green Force disebut ingin menambah kedalaman skuad, khususnya di sektor penyerangan, untuk bersaing di papan atas.
Era Bernardo Tavares dikenal identik dengan permainan intens dan agresif. Kehadiran striker dengan karakter pekerja keras seperti Sananta dinilai cocok dengan filosofi tersebut.
Tak heran jika rumor ini langsung disambut antusias oleh suporter Persebaya Surabaya. Media sosial dipenuhi komentar yang mengekspresikan rasa penasaran dan harapan besar.
“Wah mungkin ini kejutan esok jol ????????,” ujar salah satu suporter. Komentar tersebut mencerminkan optimisme khas pendukung Green Force setiap kali rumor transfer mencuat.
“Sangar jol,” ujar salah satu suporter lainnya. Reaksi singkat namun penuh makna itu menunjukkan besarnya ekspektasi jika Sananta benar-benar berseragam hijau.
Meski masih sebatas rumor, nama Sananta kini ramai diperbincangkan di kalangan pengamat dan fans. Banyak yang menilai kepindahan ini bisa saling menguntungkan bagi pemain dan klub.
Bagi Sananta, kembali ke Liga Indonesia bersama klub besar seperti Persebaya Surabaya bisa meningkatkan eksposur dan jam terbang. Apalagi, atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo dikenal mampu mengangkat mental pemain.
Sementara bagi Persebaya Surabaya, mendatangkan striker Timnas Indonesia jelas memberi nilai tambah secara teknis dan nonteknis. Faktor komersial dan kedekatan emosional dengan suporter juga tak bisa diabaikan.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persebaya Surabaya maupun pihak Ramadhan Sananta. Semua pihak masih memilih menunggu perkembangan situasi dalam beberapa bulan ke depan.
Rumor transfer memang selalu menjadi bumbu menarik dalam perjalanan kompetisi. Kini publik hanya bisa menanti, apakah Ramadhan Sananta benar-benar akan menjadi kejutan hijau berikutnya di Surabaya.(jpc)


