PROKALTENG.CO– Capres nomor urut 1 Anies Baswedan memulai rangkaian kampanyenya di Tanah Merah, Jakarta Utara. Ia mengatakan, pemilihan lokasi itu karena Tanah Merah merupakan awal mula dirinya berkontestasi sebagai pejabat daerah di DKI Jakarta pada Pilkada 2017 lalu.
“Sekarang kami akan berjalan menuju sebuah amanah yang sedang sekarang diatur lewat pemilu tingkat nasional. Saya mulainya dari kampung di mana dulu kami memulai di Jakarta,” kata Anies kepada wartawan, Selasa (28/11).
Ia menceritakan, warga Kampung Tanah Merah adalah orang-orang yang pertama kali memintanya untuk menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta pada 2016 lalu. Mereka datang ke kediaman Anies dengan menggunakan kopaja.
“Waktu itu mereka berbondong-bondong mereka menyewa kopaja untuk datang, kopaja atau metro mini untuk ke sini,” tuturnya.
Hingga akhirnya Anies mendapatkan tiket untuk berkontestasi di Pilkada DKI pada 2017 lalu, ia mengatakan bahwa hari pertama usai pendaftaran langsung berkeliling ke Tanah Merah.
“Karena mereka lah yang datang ke sini. Mereka yang meminta waktu itu pertama kali. Jadi saya datang pertama ke sana,” ungkapnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan bahwa sengkarut warga Tanah Merah adalah persoalan tanah yang berkonflik dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu Pertamina. Saat itu, lantaran dianggap tak punya hak milik untuk berdiam diri di sana, warga Tanah Merah tak memiliki hak terhadap hak-hak dasar hidup.
“Kemudian kami sampaikan solusinya. Solusinya adalah dengan dibuatkan IMB sementara kolektif. Sehingga warga bisa mendapatkan akses air minum, listik, bisa dapat IUMK Izin Usaha Mikro Kecil dan urusan-urusan lain,” ungkapnya.
“Nah masalah sengketanya biar diselesaikan di pengadilan, tapi kebutuhan rakyat harus terpenuhi,” tandas Anies. (jpc)
