PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Berawal dari keterbatasan ekonomi dan keputusan berat berhenti bekerja pada 2019, Muhammad Rizky (31) memilih tidak menyerah. Mantan karyawan restoran pizza di Palangka Raya itu justru memulai lembaran baru dengan membangun usaha kuliner rumahan yang kini dikenal luas dengan nama Pizza Nyambi Momong.
Usaha pizza yang awalnya hanya melayani pesanan daring itu kini menjelma primadona di berbagai pasar malam Kota Palangka Raya. Dari dapur rumah hingga lapak berpindah-pindah setiap malam, perjalanan Rizky menjadi potret ketekunan UMKM lokal bertahan dan tumbuh di tengah keterbatasan.
Rizky menuturkan, ide memulai usaha datang dari sang istri, Dwi Wulandari (33). Sejak 2019, mereka membagi peran sederhana namun solid. Sang istri memasak di rumah, sementara Rizky bertugas mengantar pesanan ke pelanggan yang didapat lewat Facebook.
“Sudah mulai dari 2019, tapi dulu bukanya online saja. Istri yang bikin di rumah, saya yang antar pesanan,” ujar Rizky saat ditemui di lapak dagangannya, Senin (25/1/2026).
Nama Pizza Nyambi Momong bukan sekadar gimmick. Nama itu lahir dari keseharian mereka saat merintis usaha. Dalam bahasa Jawa, nyambi momong berarti bekerja sambil menjaga anak.
“Waktu awal usaha, kami selalu antar pesanan sambil bawa anak. Jadi sekalian kerja, sekalian momong,” katanya sambil tersenyum.
Perjalanan usaha ini tidak selalu mulus. Saat pandemi Covid-19 melanda, Rizky harus menghadapi tantangan berat. Sejumlah kawasan perumahan memberlakukan lockdown, memaksanya mencari rute alternatif demi memastikan pesanan sampai ke tangan pelanggan.
Ujian demi ujian akhirnya membentuk ketangguhan. Memasuki awal 2026, Rizky mengambil keputusan penting, meninggalkan sistem jualan menetap dan memilih jemput bola ke pasar malam yang berpindah-pindah setiap hari di Palangka Raya.
Sebelumnya, ia sempat mencoba berjualan menetap menggunakan kontainer di Jalan G Obos. Namun, strategi itu dinilai kurang efektif menjangkau pembeli.
Keputusan turun langsung ke pasar malam ternyata menjadi titik balik. Kini, dalam satu malam, Rizky bisa meraup omzet kotor Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.
“Alhamdulillah sangat membantu untuk menghidupi keluarga. Apalagi anak sudah tiga. Yang pertama kelas 3 SD, kedua kelas 1 SD, dan yang bungsu baru 1,5 tahun,” ungkapnya.
Meski menyasar pasar menengah ke bawah dengan harga terjangkau, Rizky memastikan kualitas bahan tetap dijaga. Strateginya adalah menyesuaikan ukuran atau kuantitas agar harga tetap ramah tanpa mengorbankan rasa.
Saat ini, Pizza Nyambi Momong telah mengantongi sertifikat halal dan terdaftar resmi di Dinas Koperasi serta Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Pemprov Kalimantan Tengah. Legalitas itu memudahkannya mengakses berbagai informasi bazar dan kegiatan UMKM.
“Tantangan kami sekarang mungkin masih di promosi. Tapi kami bersyukur pelanggan lama, terutama dari Facebook, masih setia sampai sekarang,” pungkas Rizky. (her)


