PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Kantor Wilayah Perum BULOG Kalimantan Tengah (Kalteng) Budi Sultika, melakukan pemantauan pasar ke Pasar Kahayan, Selasa (24/2), untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan selama bulan Ramadan.
Budi Sultika mengatakan, berdasarkan pantauan harga melalui panel Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik instansi perdagangan, terdapat kenaikan pada beras premium serta sejumlah komoditas hortikultura seperti bawang dan cabai.
“Kalau beras, itu menjadi mandat utama Bulog. Untuk komoditas hortikultura seperti bawang dan cabai, kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama TPHP, Ketahanan Pangan, dan Perindag,” ujarnya.
Untuk beras medium, Bulog Kalteng memastikan kondisi stok dan harga dalam keadaan aman. Saat ini, Bulog menguasai stok beras medium sebanyak 14.449 ton, ditambah sekitar 3.500 ton gabah medium.
Dengan ketersediaan tersebut serta penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang merata di pasar-pasar Kalteng, Budi menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir.
“Secara stok dan harga, beras medium insya Allah aman. Tantangan kita saat ini ada di beras premium, karena sebagian besar berasal dari luar Kalteng sehingga perlu pengawasan agar tetap di bawah HET,” jelasnya.
Sejak awal Januari 2025 hingga saat ini, Bulog Kalteng telah menyerap sekitar 3.500 ton gabah dari berbagai daerah, seperti Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Seruyan, hingga kawasan food estate Belanti Siam.
Penyerapan dilakukan sesuai dengan harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Untuk tahun ini, Bulog Kalteng menargetkan penyerapan gabah sebanyak 32.000 ton guna Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Dalam sidak tersebut, Bulog juga memperkenalkan kios Bulog di Pasar Kahayan sebagai bentuk kolaborasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya. Selain di Pasar Kahayan, kios serupa telah tersedia di Pasar Besar dan Barito Timur.
“Kios ini dipinjamkan oleh pemerintah daerah dan diisi langsung oleh Bulog. Harapannya, ke depan kios Bulog juga bisa hadir di pasar-pasar kabupaten/kota lain sebagai mitra pedagang sekaligus sarana penyaluran langsung komoditas Bulog,” katanya.
Terkait minyak goreng, Budi menyebut kondisi harga kini mulai stabil. Berdasarkan pencatatan SP2KP, harga minyak goreng sudah berada di zona hijau, yakni di kisaran Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter. Bulog sendiri telah melakukan pemesanan dan penyaluran minyak goreng sebanyak 1.940.000 liter secara bertahap di seluruh wilayah Kalteng.
Selain itu, Bulog Kalteng terus melakukan intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Dalam GPM, Bulog melepas beras SPHP dengan harga Rp11.300–Rp12.000 per kilogram, minyak goreng merek minyak kita harga maksimal Rp15.700, gula Rp17.500, beras premium Rp15.400 per kilogram, serta minyak premium Rp22.000.
“Untuk komoditas hortikultura, Bulog memang tidak memiliki instrumen stabilisasi. Namun kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar gejolak harga tetap bisa dikendalikan,” pungkasnya.(hfz)


