PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) pada Desember 2025 sebesar 3,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98.
“Kenaikan inflasi tahunan ini dipicu oleh meningkatnya harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat,” ujar Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, Senin (5/1/2025).
Secara wilayah, inflasi y-on-y tertinggi di Kalteng terjadi di Kota Palangka Raya sebesar 3,31 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Sampit sebesar 2,66 persen.
“Perbedaan tingkat inflasi antarwilayah dipengaruhi oleh variasi harga dan pola konsumsi masyarakat di masing-masing daerah,” katanya.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 12,60 persen, diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,09 persen.
“Kelompok perawatan pribadi memberikan andil cukup besar terhadap inflasi, terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan,” ujarnya.
Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,29 persen, sementara kelompok pendidikan tercatat mengalami inflasi sebesar 2,35 persen.
“Kenaikan pada kelompok restoran dan pendidikan mencerminkan meningkatnya biaya jasa yang dikonsumsi masyarakat sepanjang tahun 2025,” jelasnya.
Sementara itu, secara bulanan atau month-to-month (m-to-m), Kalteng mengalami inflasi sebesar 1,04 persen pada Desember 2025, sekaligus menutup inflasi year-to-date (y-to-d) 2025 di angka 3,13 persen.
“Perkembangan harga ke depan perlu terus dicermati, terutama pada komoditas pangan strategis agar inflasi tetap terkendali,” pungkasnya. (adr)


