29 C
Jakarta
Friday, March 6, 2026

Sambut Bulan Maret 2026, Harga BBM Nonsubsidi Kompak Naik

PROKALTENG.CO-Mengawali bulan Maret 2026, para pengguna kendaraan bermotor harus merogoh kocek lebih dalam.

Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM), mulai dari Pertamina, Shell, hingga BP dan Vivo, resmi menaikkan harga produk BBM nonsubsidi mereka secara serentak di seluruh Indonesia.

​PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan ini sebagai bentuk penyesuaian berkala mengacu pada formula harga dasar yang diatur dalam Kepmen ESDM.

Kenaikan harga kali ini cukup bervariasi, berkisar antara Rp 450 hingga Rp 1.000 per liter, tergantung pada jenis bahan bakar dan wilayahnya.

Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax (RON 92) yang sebelumnya dibanderol Rp 11.800 kini naik menjadi Rp 12.300 per liter.

Kenaikan paling signifikan terlihat pada sektor diesel nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite yang melonjak hampir Rp 1.000 per liter akibat dinamika harga minyak mentah dunia.

Baca Juga :  Airlangga Optimistis Penjualan Mobil Tembus 850 Ribu Unit

Langkah Pertamina juga diikuti oleh operator swasta lainnya. Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo Energy terpantau menaikkan harga jual mereka mulai dini hari 1 Maret 2026.

Electronic money exchangers listing

Untuk produk setara RON 92, ketiga operator tersebut kompak mematok harga di angka Rp 12.390 per liter, sedikit di atas harga Pertamax.

Wilayah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, harga BBM Non-Subsidi per 1 Maret 2026 ditetapkan sebagai berikut:

– Pertamax (RON 92) sebesar Rp 12.300 per liter, naik Rp 500 sebelumnya Rp 11.800/liter

– Pertamax Green 95 (RON 95) sebesar Rp 12.900 per liter, naik Rp 450 bulan lalu Rp 12.450/liter.

– Pertamax Turbo (RON 98) sebesar Rp 13.100 per liter, meningkat Rp 400 dari periode sebelumnya Rp 12.700/liter.

Baca Juga :  PPKM Darurat, Kemenaker: Perusahaan Sebisa Mungkin Hindari PHK!

– Dexlite sebesar (CN 51) Rp 14.200 per liter, naik Rp 950 dari sebelumnya Rp 13.250/liter.

– Pertamina Dex sebesar Rp 14.500 per liter, meningkat Rp 1.000 dari bulan lalu Rp 13.500/liter

– Pertalite (Subsidi): Rp 10.000/liter (tetap)

– Biosolar (Subsidi): Rp 6.800/liter (tetap)

​Meskipun harga BBM nonsubsidi mengalami tren kenaikan, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil dan tidak mengalami perubahan harga guna menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi. (jpg)

 

PROKALTENG.CO-Mengawali bulan Maret 2026, para pengguna kendaraan bermotor harus merogoh kocek lebih dalam.

Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM), mulai dari Pertamina, Shell, hingga BP dan Vivo, resmi menaikkan harga produk BBM nonsubsidi mereka secara serentak di seluruh Indonesia.

​PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan ini sebagai bentuk penyesuaian berkala mengacu pada formula harga dasar yang diatur dalam Kepmen ESDM.

Electronic money exchangers listing

Kenaikan harga kali ini cukup bervariasi, berkisar antara Rp 450 hingga Rp 1.000 per liter, tergantung pada jenis bahan bakar dan wilayahnya.

Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax (RON 92) yang sebelumnya dibanderol Rp 11.800 kini naik menjadi Rp 12.300 per liter.

Kenaikan paling signifikan terlihat pada sektor diesel nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite yang melonjak hampir Rp 1.000 per liter akibat dinamika harga minyak mentah dunia.

Baca Juga :  Airlangga Optimistis Penjualan Mobil Tembus 850 Ribu Unit

Langkah Pertamina juga diikuti oleh operator swasta lainnya. Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo Energy terpantau menaikkan harga jual mereka mulai dini hari 1 Maret 2026.

Untuk produk setara RON 92, ketiga operator tersebut kompak mematok harga di angka Rp 12.390 per liter, sedikit di atas harga Pertamax.

Wilayah dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, harga BBM Non-Subsidi per 1 Maret 2026 ditetapkan sebagai berikut:

– Pertamax (RON 92) sebesar Rp 12.300 per liter, naik Rp 500 sebelumnya Rp 11.800/liter

– Pertamax Green 95 (RON 95) sebesar Rp 12.900 per liter, naik Rp 450 bulan lalu Rp 12.450/liter.

– Pertamax Turbo (RON 98) sebesar Rp 13.100 per liter, meningkat Rp 400 dari periode sebelumnya Rp 12.700/liter.

Baca Juga :  PPKM Darurat, Kemenaker: Perusahaan Sebisa Mungkin Hindari PHK!

– Dexlite sebesar (CN 51) Rp 14.200 per liter, naik Rp 950 dari sebelumnya Rp 13.250/liter.

– Pertamina Dex sebesar Rp 14.500 per liter, meningkat Rp 1.000 dari bulan lalu Rp 13.500/liter

– Pertalite (Subsidi): Rp 10.000/liter (tetap)

– Biosolar (Subsidi): Rp 6.800/liter (tetap)

​Meskipun harga BBM nonsubsidi mengalami tren kenaikan, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil dan tidak mengalami perubahan harga guna menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi. (jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/