26 C
Jakarta
Friday, March 13, 2026

Tukar Uang Lebaran Sembarangan Bisa Berisiko, BI Kalteng Ingatkan Warga

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang Idulfitri, Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menukar uang Lebaran melalui jalur tidak resmi. Praktik penukaran uang di luar layanan resmi dinilai berisiko, mulai dari potensi uang palsu, jumlah lembar yang tidak sesuai, hingga adanya biaya tambahan yang merugikan masyarakat.

BI Kalteng menegaskan, masyarakat yang ingin menukar uang pecahan kecil (UPK) untuk Lebaran sebaiknya menggunakan layanan resmi melalui website PINTAR (pintar.bi.go.id). Melalui layanan ini, masyarakat bisa mendapatkan kepastian jadwal dan lokasi penukaran uang, sekaligus memastikan proses penukaran berlangsung aman dan tanpa biaya.

Peringatan tersebut disampaikan seiring penguatan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangkaian program Semarak Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Sepanjang Ramadan 2026, edukasi ini dilakukan secara masif melalui berbagai kegiatan kolaborasi yang menjangkau lebih dari 4.000 peserta di seluruh Kalimantan Tengah.

Edukasi tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari 49 pelaku UMKM, mahasiswa melalui program BI Majar Tabela, hingga siswa yang mengikuti Pawai Tahrib Ramadan. Selain itu, kegiatan juga digelar untuk siswa-siswi SMAN se-Kota Palangka Raya melalui Betang Juara Pojok Rupiah, kemudian 542 siswa dalam program Goes to School bersama PT Bank Kalteng.

Baca Juga :  PLN UID Kalselteng Sabet Penghargaan Nasional lewat Program Desa Berdaya

Kegiatan literasi ini juga menjangkau 28 anggota MES dan 22 dosen FEBI UIN Palangka Raya melalui Training of Trainers (TOT) SIAPIK. Sosialisasi CBP Rupiah bahkan menyentuh masyarakat luas, seperti 1.000 warga dalam kegiatan SERAMBI dan Gerakan Pangan Murah, 1.000 masyarakat di Pasar Ramadan Datah Manuah, 300 peserta layanan kas keliling dalam kota, serta 38 siswa SDS Shining Kids School yang mengikuti kunjungan literasi di BI.

Dalam pilar Cinta Rupiah, masyarakat dibekali cara mengenali keaslian uang melalui metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Selain itu, BI juga mengenalkan prinsip 5J dalam merawat uang, yakni Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distapler, Jangan diremas, dan Jangan dibasahi, agar kualitas uang tetap layak edar.

Pada pilar Bangga Rupiah, masyarakat diajak menumbuhkan kebanggaan menggunakan Rupiah dalam seluruh aktivitas ekonomi. Momentum Ramadan dan Idulfitri, ketika konsumsi dan perputaran ekonomi meningkat, menjadi waktu yang tepat untuk menegaskan pentingnya bertransaksi menggunakan Rupiah, baik di pasar rakyat, pusat perbelanjaan, maupun di sektor UMKM.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Dari Sawah ke Pasar, Upaya Kalteng Kendalikan Inflasi dan Perkuat Swasembada Pangan

Sementara melalui pilar Paham Rupiah, masyarakat diingatkan agar bertransaksi secara bijak selama Ramadan. Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, membeli sesuai kebutuhan, serta merencanakan belanja secara proporsional agar tidak memicu tekanan inflasi di daerah.

Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias mengatakan penguatan edukasi CBP Rupiah menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya memperoleh layanan uang tunai, tetapi juga memahami cara memperlakukan uang dengan benar.

“Melalui penguatan CBP Rupiah ini, kami ingin memastikan masyarakat Kalimantan Tengah tidak hanya mendapatkan layanan uang tunai yang memadai, tetapi juga memiliki literasi yang kuat untuk mengenali uang asli, menjaga kualitas Rupiah, bertransaksi secara bijak, serta menukar uang di saluran resmi yang aman,” ujar Yuliansah.

Ia menambahkan, literasi mengenai Rupiah menjadi fondasi penting dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus memastikan Ramadan dan Idulfitri berlangsung aman, nyaman, dan penuh makna bagi masyarakat Kalimantan Tengah. (pri)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang Idulfitri, Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menukar uang Lebaran melalui jalur tidak resmi. Praktik penukaran uang di luar layanan resmi dinilai berisiko, mulai dari potensi uang palsu, jumlah lembar yang tidak sesuai, hingga adanya biaya tambahan yang merugikan masyarakat.

BI Kalteng menegaskan, masyarakat yang ingin menukar uang pecahan kecil (UPK) untuk Lebaran sebaiknya menggunakan layanan resmi melalui website PINTAR (pintar.bi.go.id). Melalui layanan ini, masyarakat bisa mendapatkan kepastian jadwal dan lokasi penukaran uang, sekaligus memastikan proses penukaran berlangsung aman dan tanpa biaya.

Peringatan tersebut disampaikan seiring penguatan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang digelar Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangkaian program Semarak Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Sepanjang Ramadan 2026, edukasi ini dilakukan secara masif melalui berbagai kegiatan kolaborasi yang menjangkau lebih dari 4.000 peserta di seluruh Kalimantan Tengah.

Electronic money exchangers listing

Edukasi tersebut menyasar berbagai kalangan, mulai dari 49 pelaku UMKM, mahasiswa melalui program BI Majar Tabela, hingga siswa yang mengikuti Pawai Tahrib Ramadan. Selain itu, kegiatan juga digelar untuk siswa-siswi SMAN se-Kota Palangka Raya melalui Betang Juara Pojok Rupiah, kemudian 542 siswa dalam program Goes to School bersama PT Bank Kalteng.

Baca Juga :  PLN UID Kalselteng Sabet Penghargaan Nasional lewat Program Desa Berdaya

Kegiatan literasi ini juga menjangkau 28 anggota MES dan 22 dosen FEBI UIN Palangka Raya melalui Training of Trainers (TOT) SIAPIK. Sosialisasi CBP Rupiah bahkan menyentuh masyarakat luas, seperti 1.000 warga dalam kegiatan SERAMBI dan Gerakan Pangan Murah, 1.000 masyarakat di Pasar Ramadan Datah Manuah, 300 peserta layanan kas keliling dalam kota, serta 38 siswa SDS Shining Kids School yang mengikuti kunjungan literasi di BI.

Dalam pilar Cinta Rupiah, masyarakat dibekali cara mengenali keaslian uang melalui metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Selain itu, BI juga mengenalkan prinsip 5J dalam merawat uang, yakni Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distapler, Jangan diremas, dan Jangan dibasahi, agar kualitas uang tetap layak edar.

Pada pilar Bangga Rupiah, masyarakat diajak menumbuhkan kebanggaan menggunakan Rupiah dalam seluruh aktivitas ekonomi. Momentum Ramadan dan Idulfitri, ketika konsumsi dan perputaran ekonomi meningkat, menjadi waktu yang tepat untuk menegaskan pentingnya bertransaksi menggunakan Rupiah, baik di pasar rakyat, pusat perbelanjaan, maupun di sektor UMKM.

Baca Juga :  Dari Sawah ke Pasar, Upaya Kalteng Kendalikan Inflasi dan Perkuat Swasembada Pangan

Sementara melalui pilar Paham Rupiah, masyarakat diingatkan agar bertransaksi secara bijak selama Ramadan. Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, membeli sesuai kebutuhan, serta merencanakan belanja secara proporsional agar tidak memicu tekanan inflasi di daerah.

Kepala Perwakilan BI Kalteng Yuliansah Andrias mengatakan penguatan edukasi CBP Rupiah menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya memperoleh layanan uang tunai, tetapi juga memahami cara memperlakukan uang dengan benar.

“Melalui penguatan CBP Rupiah ini, kami ingin memastikan masyarakat Kalimantan Tengah tidak hanya mendapatkan layanan uang tunai yang memadai, tetapi juga memiliki literasi yang kuat untuk mengenali uang asli, menjaga kualitas Rupiah, bertransaksi secara bijak, serta menukar uang di saluran resmi yang aman,” ujar Yuliansah.

Ia menambahkan, literasi mengenai Rupiah menjadi fondasi penting dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus memastikan Ramadan dan Idulfitri berlangsung aman, nyaman, dan penuh makna bagi masyarakat Kalimantan Tengah. (pri)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/