PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Peran anak muda dalam gerakan pendidikan alternative, dinilai sangat penting untuk membangun kepedulian sosial sekaligus memperkuat pendidikan akar rumput.
Hal tersebut disampaikan relawan Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng (SRMK), Riru Apriandami Ngindra, saat berbagi pengalamannya bergabung dalam komunitas pendidikan tersebut.
Riru mengungkapkan, dirinya mulai bergabung dengan Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng sejak tahun 2024. Ketertarikannya bermula ketika melihat seorang temannya yang tidak berlatar belakang pendidikan formal, namun tetap bisa terlibat aktif dalam mengajar dan mendampingi anak-anak.
“Dari situ saya berpikir bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tugas guru atau orang yang berlatar belakang pendidikan. Setiap orang sebenarnya bisa menjadi pengajar dan ikut berkontribusi,” ujarnya kepada Prokalteng.co pada Sabtu (24/1/2026).
Motivasi utama Riru untuk tetap aktif di komunitas ini adalah keinginannya untuk dapat bermanfaat bagi sesama. Menurutnya, Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng menjadi ruang bagi siapa saja yang ingin berbagi dan terlibat langsung dalam proses pendidikan masyarakat.
Sejumlah pengalaman berkesan pun ia rasakan selama bergabung, salah satunya saat mengikuti kegiatan peringatan 17 Agustus serta kunjungan ke TK dan SD.
“Kami bisa tertawa bersama, berinteraksi langsung dengan anak-anak, dan merasakan kedekatan yang membuat kegiatan ini sangat bermakna,” katanya.
Ke depan, Riru berharap Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng semakin dikenal luas oleh masyarakat. Ia juga berharap komunitas tersebut dapat memiliki sekretariat sendiri agar program impian berupa bimbingan belajar gratis Calistung (membaca, menulis, dan berhitung) bisa segera terwujud.
Terkait peran generasi muda, Riru menilai keterlibatan anak muda dalam gerakan pendidikan alternatif seperti Sekolah Rakyat Merdeka Kalteng sangat krusial.
“Dengan terjun langsung ke lapangan, anak muda bisa melihat dinamika nyata yang terjadi. Ini akan menumbuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang nyata,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pendidikan akar rumput. Menurutnya, pendidikan merupakan pilar utama kemajuan bangsa.
“Dengan pendidikan kita bisa memutus rantai ketidaktahuan. Saya berharap masyarakat bisa bersama-sama dengan kami memajukan pendidikan akar rumput, karena saya percaya setiap manusia berhak untuk belajar dan juga mengajar,” pungkas Riru. (jef)


