PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Respon cepat selalu dilakukan oleh para petugas Team Rescue Damkar Kota Palangka Raya untuk mencegah meluasnya peristiwa kebakaran di permukiman penduduk. Apalagi kawasan padat seperti kejadian kebakaran di Jalan Mendawai Induk, Gang Rawa, RT 01 dan RT 05 RW 07, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Sabtu (21/2/2026) sore tadi.
Lagi-lagi kondisi akses jalan yang sempit dan diperparah oleh kerumunan warga yang menonton, selalu menjadi kendala utama bagi para petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan misinya memadamkan kobaran api. Meski demikian, beruntung tak memakan waktu banyak, api berhasil dipadamkan.
Koordinator Lapangan Team Rescue Damkar Kota Palangka Raya, Sucipto mengatakan, pihaknya menerima laporan awal kejadian pada pukul 16.45 waktu setempat. Setibanya armada pemadam di tempat kejadian perkara (TKP), kondisi api sudah membesar dan asap hitam pekat membumbung tinggi ke angkasa.
“Kendalanya cuma jalan terlalu kecil-kecil, dan orang begitu banyak. Penonton lebih banyak jumlahnya dari petugas pemadam,” keluh Sucipto saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Beruntung ketersediaan air masih tergolong aman, karena menurutnya petugas memanfaatkan sumber air dari parit buatan di sekitar lokasi untuk disedot dan disemprotkan ke titik kobaran api.
Sementara disinggung perihal penyebab kejadian kebakaran ini, Sucipto menyebut objek yang terbakar rata-rata merupakan bangunan rumah berkontruksi kayu yang saat kejadian ditinggal penghuninya berjualan. Sedang penyebab utamanya, dirinya mengaku belum dapat memberikan kesimpulan, karena informasi yang diterima masih simpang siur.
“Apakah penyebabnya dari faktor kelalaian kompor atau faktor kelalaian listrik, kita belum tahu. Nanti kita serahkan kepada pihak yang berkompeten yakni kepolisian,” ucap Sucipto.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa dari kejadian ini, sedikitnya menghanguskan 11 bangunan rumah dan 5 rumah lainnya terdampak. Sedangkan untuk kerugian material, pihak BPBD Kota Palangka Raya telah memperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. (her/hnd)


