PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melangkah perlahan di titian kawasan konservasi Orang Utan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kamis (20/3).
Meskipun di bawah rintikan hujan, Raja Juli langsung melihat upaya rehabilitasi satwa endemik Kalimantan itu. Bersama rombongan, ia datang bukan sekadar untuk meninjau, tetapi juga meresmikan Sekolah Orangutan yang dikelola Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Di tengah suasana penuh kehangatan, Menhut menggendong dan memeluk seekor anak Orangutan berusia 6 tahun. Dia bernama Spanser. Orangutan kecil berjenis kelamin jantan itu, terlihat nyaman dan tenang dalam dekapan menteri.
Langkahnya pun diikuti oleh anak Orangutan lainnya. Ada yang dituntun oleh pendampingnya masing-masing. Di sekolah tersebut, mereka diajarkan keterampilan untuk bertahan hidup layaknya di alam liar.
Raja Juli memuji kerja keras BOSF dan berbagai LSM yang telah mengabdikan diri untuk kelestarian hutan serta keanekaragaman hayati, terutama Orangutan.
Di sela kunjungannya itu, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini juga menyinggung komitmen Kementerian Kehutanan dalam menekan laju deforestasi. Ia baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan tiga balai Kementerian Kehutanan untuk memperkuat perlindungan hutan.
“Kita harus menemukan titik keseimbangan antara pembangunan, kelestarian hutan, dan kesejahteraan masyarakat. Ketiga elemen ini harus kita kelola dengan bijak,” ujarnya.
Terkait Sekolah Orangutan Nyaru Menteng, diketahui ada 21 anak Orangutan yang terbagi dalam beberapa kelas. CEO BOSF, Jamartin Sihite, menjelaskan bahwa anak-anak Orangutan ini kebanyakan berasal dari penyerahan warga kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Yang diantar Pak Menteri tadi adalah kelas 3 dan 4. Sementara di sekolah ini ada juga kelas 5 dan 6. Secara keseluruhan, jumlah Orangutan yang kami rawat lebih dari 100 ekor,” jelas Jamartin.(hfz)