SAMPIT, PROKALTENG.CO – Indentitas dua supir yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Desa Patai Kilometer 48, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terungkap.
Sopir truk tewas diketahui bernama Budi Santoso (37), warga Trenggalek, dan sopir pikap bernama Kadri (26) warga Kapuas.
Adu banteng yang melibatkan truk bermuatan cangkang sawit dan mobil pikap bermuatan bahan bakar jenis solar membuat kedua sopir kendaraan tersebut meninggal dunia.
Keduanya tewas setelah terhimpit di dalam kendaraan akibat benturan keras. Korban kemudian dievakuasi oleh warga sekitar untuk dikeluarkan dari kabin kendaraan. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong.
Agung Pratama, seorang warga setempat yang turut membantu proses evakuasi, mengatakan bahwa sopir truk dikeluarkan dari kabin dengan cara menarik kabin truk yang ringsek menggunakan tenaga warga secara manual hingga korban dapat dievakuasi.
Setelah itu, korban dibawa menggunakan ambulans Koperasi Desa Patai.
“Kalau yang truk itu kami tarik kabinnya menggunakan tangan sampai korban bisa keluar, lalu diangkat bareng-bareng oleh warga dan dibawa menggunakan ambulans Koperasi Desa Patai,” ujarnya dilansir dari Kalteng Pos, Senin (16/12/2025) siang.
Sementara itu, proses evakuasi sopir pickup memerlukan tenaga ekstra. Warga harus menggunakan sebuah truk boks untuk menarik bagian kabin depan yang mengimpit korban.
Upaya tersebut akhirnya berhasil mengeluarkan korban yang sudah tidak bernyawa dari dalam kendaraan.
“Kalau korban pikap itu, bagian kabin depan ditarik menggunakan truk boks. Sementara bagian belakang ditahan dengan truk fuso sampai kabin yang rusak bisa terbuka, sehingga warga sekitar bisa mengeluarkan korban dari pickup,” katanya.
Agung juga menyampaikan, berdasarkan keterangan warga yang melihat langsung kejadian tersebut, mobil pikap melaju dari arah Kota Sampit, sementara truk datang dari arah berlawanan. Sebelum tabrakan terjadi, pickup terlihat berjalan oleng.
“Saya dengar dari warga sekitar, banyak yang bilang pikap itu oleng. Terus terjadilah adu banteng. Kata warga juga ada yang bilang muatannya terlalu banyak, makanya pickup-nya oleng,” bebernya.
Peristiwa tersebut sontak mengagetkan warga sekitar. Akibat kecelakaan itu, solar yang dibawa pickup berceceran di badan jalan. Pihak terkait kemudian mengevakuasi korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).(mif/ram/kpg)


