PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Keterampilan kerja warga binaan terus digalakkan melalui program ketahanan pangan guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) diwajibkan mengikuti program tersebut dengan menyesuaikan kondisi dan potensi wilayah masing-masing.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Tengah (Kalteng) I Putu Murdiana mengatakan, bahwa di Kalteng mayoritas lapas dan rutan mengembangkan sektor perikanan dan pertanian.
“Rata-rata lapas dan rutan di Kalteng mengembangkan perikanan, penanaman sayur-mayur, serta buah-buahan seperti semangka, melon, dan jagung pakan. Bahkan saat ini hampir seluruh lapas dan rutan di Kalteng banyak membudidayakan ikan lele,” kata Putu Murdiana, Rabu (11/2/2026).
Ia mencontohkan di Kabupaten Kapuas, pihaknya telah mengembangkan pertanian padi. Lahan tersebut telah berhasil panen satu kali dan saat ini kembali dipersiapkan untuk masa tanam berikutnya.
“Kemarin hasil panennya sekitar 2 sampai 3 ton padi,” ujarnya.
Putu menjelaskan, seluruh hasil produksi ketahanan pangan tersebut didistribusikan sesuai arahan pimpinan dan dikembalikan untuk kebutuhan internal lapas dan rutan, khususnya sebagai bahan makanan warga binaan.
“Jatah makan narapidana saat ini sudah memanfaatkan hasil panen sendiri, termasuk sayur-mayur yang wajib didistribusikan ke dalam lapas dan rutan,” jelasnya.
Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan. Setiap warga binaan yang terlibat dalam kegiatan ketahanan pangan mendapatkan upah kerja.
“Upah tersebut wajib ditabungkan melalui rekening masing-masing dan baru bisa diambil setelah mereka selesai menjalani masa pidana,” terang Putu.
Menurutnya, tabungan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah bebas nanti, sehingga mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan tidak kembali melakukan tindak pidana.
“Ini bagian dari pembinaan agar mereka memiliki keterampilan, penghasilan, dan bekal yang cukup ketika kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (jef)


