27.1 C
Jakarta
Wednesday, February 18, 2026

Densus 88 Masuk Keuskupan Palangka Raya, Waspadai Radikalisme yang Menyasar Anak

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Densus 88 Antiteror Polri menggandeng tokoh agama di Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan terorisme, terutama yang kini marak menyasar anak-anak lewat media sosial. Sinergi itu ditunjukkan melalui kehadiran Densus 88 dalam Pertemuan Pastores Keuskupan Palangka Raya Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya, Jumat (6/2/26) pukul 11.30 WIB, dihadiri langsung Uskup Palangka Raya Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, M.S.F., serta para pastor dari seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam forum tersebut, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Tengah Densus 88 AT Polri hadir sebagai narasumber. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada strategi pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme, khususnya di era digital.

Baca Juga :  Soal Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel, MUI Kalteng: Mari Gunakan Produk dalam Negeri

Paparan disampaikan Katim Unit Idensos Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri, Iptu Ganjar Satriyono. Ia mengungkapkan, pola penyebaran paham radikal kini semakin masif melalui dunia maya dan tidak lagi terbatas pada kelompok usia dewasa.

“Sekarang ini penyebaran paham radikalisme, kekerasan, hingga konten sadistis sudah menyasar anak-anak di bawah umur lewat media sosial. Ini jadi ancaman serius dan perlu kewaspadaan bersama,” kata Iptu Ganjar.

Menurut dia, tokoh agama memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai penyebaran ideologi kekerasan tersebut. Pendekatan keagamaan dinilai efektif untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan langsung di tingkat jemaat.

Densus 88 AT Polri berharap, kolaborasi dengan Keuskupan Palangka Raya dapat mempersempit ruang gerak penyebaran paham terorisme sekaligus memperkuat ketahanan umat terhadap pengaruh ideologi yang mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  FKG UGM Dampingi UMPR, Fakultas Kedokteran Gigi Segera Terwujud

Keikutsertaan aktif tokoh agama dinilai menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif serta menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dan kondusif. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Densus 88 Antiteror Polri menggandeng tokoh agama di Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan terorisme, terutama yang kini marak menyasar anak-anak lewat media sosial. Sinergi itu ditunjukkan melalui kehadiran Densus 88 dalam Pertemuan Pastores Keuskupan Palangka Raya Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya, Jumat (6/2/26) pukul 11.30 WIB, dihadiri langsung Uskup Palangka Raya Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, M.S.F., serta para pastor dari seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam forum tersebut, Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Kalimantan Tengah Densus 88 AT Polri hadir sebagai narasumber. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada strategi pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme, khususnya di era digital.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Soal Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel, MUI Kalteng: Mari Gunakan Produk dalam Negeri

Paparan disampaikan Katim Unit Idensos Pencegahan Satgaswil Kalteng Densus 88 AT Polri, Iptu Ganjar Satriyono. Ia mengungkapkan, pola penyebaran paham radikal kini semakin masif melalui dunia maya dan tidak lagi terbatas pada kelompok usia dewasa.

“Sekarang ini penyebaran paham radikalisme, kekerasan, hingga konten sadistis sudah menyasar anak-anak di bawah umur lewat media sosial. Ini jadi ancaman serius dan perlu kewaspadaan bersama,” kata Iptu Ganjar.

Menurut dia, tokoh agama memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai penyebaran ideologi kekerasan tersebut. Pendekatan keagamaan dinilai efektif untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan langsung di tingkat jemaat.

Densus 88 AT Polri berharap, kolaborasi dengan Keuskupan Palangka Raya dapat mempersempit ruang gerak penyebaran paham terorisme sekaligus memperkuat ketahanan umat terhadap pengaruh ideologi yang mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.

Baca Juga :  FKG UGM Dampingi UMPR, Fakultas Kedokteran Gigi Segera Terwujud

Keikutsertaan aktif tokoh agama dinilai menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif serta menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dan kondusif. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru