Lalai Saat Distribusi MBG, Sopir Mobil Pengangkut Ompreng di Palangka Raya Diberhentikan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pengemudi mobil boks pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami insiden jatuhnya puluhan ompreng di kawasan Bundaran Burung, Jalan RTA Milono, Kota Palangka Raya, Selasa (2/6/2026), diberhentikan setelah dinilai lalai dalam menjalankan tugas distribusi.

“Tindakan tegas telah diambil dengan pemberhentian pengemudi yang lalai,” kata Kepala SPPG Palangka Raya Pahandut Langkai 4 melalui Kepala Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, Kamis (4/6/2026).

Hasil evaluasi yang dilakukan pihak penyelenggara menunjukkan insiden tersebut terjadi akibat kesalahan manusia atau human error, yakni pintu belakang kendaraan tidak tertutup rapat saat perjalanan.

“Setelah dilakukan evaluasi, diketahui pintu belakang mobil pengangkut makanan tidak tertutup dengan baik sehingga menyebabkan ompreng jatuh di jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP Palangka Raya Siap Tertibkan Pasar Besar, Ini Penekanan Fairid Naparin

Peristiwa itu sempat menjadi perhatian masyarakat setelah video kejadian beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi terkait kondisi makanan yang akan disalurkan kepada siswa penerima manfaat.

“Memang terlihat jumlah ompreng yang jatuh cukup banyak dalam video yang beredar,” katanya.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian besar ompreng yang terjatuh masih dalam kondisi baik dan layak digunakan.

Electronic money exchangers listing

“Dari keseluruhan ompreng yang terjatuh, hanya 19 yang isinya berserakan dan tidak layak konsumsi, sedangkan sisanya masih utuh,” jelas Analistra.

Untuk memastikan seluruh penerima manfaat tetap memperoleh haknya, ompreng yang rusak langsung diganti dengan jumlah yang sama pada hari yang sama.

“Tidak ada siswa yang kehilangan jatah makanan karena seluruh ompreng yang rusak telah kami ganti,” ujarnya.

Baca Juga :  Ular Piton Sepanjang 4 Meter Mangsa Ayam Milik Warga di Panarung

Pihak SPPG dan Korwil BGN juga berkoordinasi dengan SMKN 3 Palangka Raya guna memastikan makanan yang diterima siswa aman untuk dikonsumsi.

“Dari PIC sekolah juga sudah mengonfirmasi bahwa ompreng yang masih utuh tetap aman dikonsumsi,” tegasnya.

Analistra menambahkan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk memperketat pengawasan dan prosedur distribusi program MBG ke depan.

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan agar proses distribusi berjalan lebih baik dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pengemudi mobil boks pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami insiden jatuhnya puluhan ompreng di kawasan Bundaran Burung, Jalan RTA Milono, Kota Palangka Raya, Selasa (2/6/2026), diberhentikan setelah dinilai lalai dalam menjalankan tugas distribusi.

“Tindakan tegas telah diambil dengan pemberhentian pengemudi yang lalai,” kata Kepala SPPG Palangka Raya Pahandut Langkai 4 melalui Kepala Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, Kamis (4/6/2026).

Hasil evaluasi yang dilakukan pihak penyelenggara menunjukkan insiden tersebut terjadi akibat kesalahan manusia atau human error, yakni pintu belakang kendaraan tidak tertutup rapat saat perjalanan.

Electronic money exchangers listing

“Setelah dilakukan evaluasi, diketahui pintu belakang mobil pengangkut makanan tidak tertutup dengan baik sehingga menyebabkan ompreng jatuh di jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP Palangka Raya Siap Tertibkan Pasar Besar, Ini Penekanan Fairid Naparin

Peristiwa itu sempat menjadi perhatian masyarakat setelah video kejadian beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi terkait kondisi makanan yang akan disalurkan kepada siswa penerima manfaat.

“Memang terlihat jumlah ompreng yang jatuh cukup banyak dalam video yang beredar,” katanya.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian besar ompreng yang terjatuh masih dalam kondisi baik dan layak digunakan.

“Dari keseluruhan ompreng yang terjatuh, hanya 19 yang isinya berserakan dan tidak layak konsumsi, sedangkan sisanya masih utuh,” jelas Analistra.

Untuk memastikan seluruh penerima manfaat tetap memperoleh haknya, ompreng yang rusak langsung diganti dengan jumlah yang sama pada hari yang sama.

“Tidak ada siswa yang kehilangan jatah makanan karena seluruh ompreng yang rusak telah kami ganti,” ujarnya.

Baca Juga :  Ular Piton Sepanjang 4 Meter Mangsa Ayam Milik Warga di Panarung

Pihak SPPG dan Korwil BGN juga berkoordinasi dengan SMKN 3 Palangka Raya guna memastikan makanan yang diterima siswa aman untuk dikonsumsi.

“Dari PIC sekolah juga sudah mengonfirmasi bahwa ompreng yang masih utuh tetap aman dikonsumsi,” tegasnya.

Analistra menambahkan bahwa kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting untuk memperketat pengawasan dan prosedur distribusi program MBG ke depan.

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan agar proses distribusi berjalan lebih baik dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru