PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ditargetkan memiliki Kodam mandiri pada 2027. Saat ini, Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai masih membawahi wilayah Kalteng dan Kalimantan Selatan (Kalsel), namun ke depan fokus organisasi militer itu akan diarahkan khusus untuk wilayah Kalteng.
Rencana pembentukan Kodam Kalteng tersebut disampaikan Pangdam XXII/TB Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin saat kegiatan buka puasa bersama di Makodam XXII/TB, Selasa (3/3/2026).
Zainul mengatakan, target pembentukan Kodam mandiri di Kalteng sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong setiap provinsi memiliki komando daerah militer sendiri.
“Ini sejalan dengan rencana besar Bapak Presiden, di mana setiap provinsi diharapkan memiliki Kodam masing-masing,” ujar Zainul.
Menurut dia, berbagai persiapan kini terus dimatangkan, termasuk membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pembentukan Kodam tersebut.
“Kami juga melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terkait rencana pendirian Kodam ini,” tambahnya.
Zainul optimistis, jika setiap provinsi memiliki Kodam sendiri, maka kinerja serta fokus pengamanan wilayah akan semakin optimal.
Sebagai bagian dari persiapan menuju Kodam mandiri, TNI juga merencanakan pembangunan Resimen Induk Kodam (Rindam) di Kalimantan Tengah yang akan berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pembinaan prajurit.
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan Rindam telah disiapkan di Jalan Tjilik Riwut Km 24, Kota Palangka Raya. Lahan tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Kota Palangka Raya.
“Lahannya sekitar 50 hektare untuk kawasan perkantoran, ditambah 80 hektare untuk medan latihan,” jelasnya.
Total sekitar 130 hektare lahan disiapkan untuk pembangunan Markas Komando Rindam yang nantinya menjadi pusat pendidikan prajurit TNI di Kalteng.
“Di tempat itu para prajurit TNI di Kalteng akan ditempa dan dididik,” ungkap Zainul.
Dia berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar pembangunan fasilitas pendidikan militer tersebut berjalan lancar.
“Nantinya semua kegiatan pendidikan prajurit akan dipusatkan di Palangka Raya, Kalteng. Itu visi yang sedang kami siapkan,” pungkasnya. (her)


