26.1 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026

Dinilai Berbahaya, Masih Banyak Truk Pengangkut Sawit Tanpa Jaring Pengaman di Lamandau

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Jajaran Satlantas Polres Lamandau terus menggencarkan imbauan kepada para sopir pengangkut buah sawit di wilayah hukumnya. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan pengguna jalan, mengingat aktivitas pengangkutan logistik perkebunan yang sangat tinggi di daerah tersebut.

“Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan para pengendara truk agar selalu memasang jaring pengaman pada muatan mereka,” ujar salah satu personel Satlantas Polres Lamandau saat ditemui di lapangan, Selasa (27/1).

Ia menekankan bahwa kelalaian kecil seperti tidak memasang jaring dapat berakibat fatal bagi pengendara di belakangnya.

Selain itu, petugas tersebut menyampaikan bahwa penggunaan jaring pengaman bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban demi keselamatan bersama.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan patroli rutin untuk memastikan tidak ada lagi buah sawit yang terjatuh ke jalan raya akibat tidak adanya pengaman.

Baca Juga :  Incar Piala Adipura, Pj Bupati Tambah Alat Angkut Sapras Sampah untuk DLHK

Namun, berdasarkan pantauan lapangan oleh tim Prokalteng.co, masih ditemukan fakta yang cukup memprihatinkan. Di beberapa ruas jalan utama, tampak sejumlah truk pengangkut sawit yang melintas tanpa menggunakan pengaman jaring sama sekali, sehingga sangat berisiko bagi warga.

Seorang warga yang melintas menyatakan bahwa dirinya sering merasa was-was saat berada di belakang truk sawit yang muatannya terlihat tidak stabil. Ia menjelaskan bahwa tumpukan buah seringkali tampak bergoyang dan sewaktu-waktu bisa terlempar keluar dari bak truk jika melewati jalan bergelombang.

Electronic money exchangers listing

Kondisi ini diperparah dengan adanya beberapa armada yang terindikasi membawa muatan melebihi kapasitas atau overload. Fenomena truk bermuatan berlebih ini, dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan infrastruktur jalan serta meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lamandau.

Baca Juga :  Bupati Lamandau Berharap Setiap Event Melibatkan UMKM

“Tolong perhatikan keselamatan kami. Jangan hanya mengejar setoran tapi mengabaikan aturan yang ada,” tegas seorang warga, Apani.

Ia berharap ada tindakan lebih tegas dari pihak berwenang agar para pemilik angkutan lebih disiplin dalam mematuhi standar keamanan operasional. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Jajaran Satlantas Polres Lamandau terus menggencarkan imbauan kepada para sopir pengangkut buah sawit di wilayah hukumnya. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan pengguna jalan, mengingat aktivitas pengangkutan logistik perkebunan yang sangat tinggi di daerah tersebut.

“Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan para pengendara truk agar selalu memasang jaring pengaman pada muatan mereka,” ujar salah satu personel Satlantas Polres Lamandau saat ditemui di lapangan, Selasa (27/1).

Ia menekankan bahwa kelalaian kecil seperti tidak memasang jaring dapat berakibat fatal bagi pengendara di belakangnya.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, petugas tersebut menyampaikan bahwa penggunaan jaring pengaman bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban demi keselamatan bersama.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan patroli rutin untuk memastikan tidak ada lagi buah sawit yang terjatuh ke jalan raya akibat tidak adanya pengaman.

Baca Juga :  Incar Piala Adipura, Pj Bupati Tambah Alat Angkut Sapras Sampah untuk DLHK

Namun, berdasarkan pantauan lapangan oleh tim Prokalteng.co, masih ditemukan fakta yang cukup memprihatinkan. Di beberapa ruas jalan utama, tampak sejumlah truk pengangkut sawit yang melintas tanpa menggunakan pengaman jaring sama sekali, sehingga sangat berisiko bagi warga.

Seorang warga yang melintas menyatakan bahwa dirinya sering merasa was-was saat berada di belakang truk sawit yang muatannya terlihat tidak stabil. Ia menjelaskan bahwa tumpukan buah seringkali tampak bergoyang dan sewaktu-waktu bisa terlempar keluar dari bak truk jika melewati jalan bergelombang.

Kondisi ini diperparah dengan adanya beberapa armada yang terindikasi membawa muatan melebihi kapasitas atau overload. Fenomena truk bermuatan berlebih ini, dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan infrastruktur jalan serta meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lamandau.

Baca Juga :  Bupati Lamandau Berharap Setiap Event Melibatkan UMKM

“Tolong perhatikan keselamatan kami. Jangan hanya mengejar setoran tapi mengabaikan aturan yang ada,” tegas seorang warga, Apani.

Ia berharap ada tindakan lebih tegas dari pihak berwenang agar para pemilik angkutan lebih disiplin dalam mematuhi standar keamanan operasional. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru