31.9 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Geliat PKL Kuliner Palangka Raya, Bertahan di Tengah Pandemi

PROKALTENG.CO – Imbas Pandemi Covid-19 sudah berlangsung setahun lebih di Kota Palangka Raya. Sebagian taman hingga tempat hiburan masih ditutup. Imbas itu juga dirasakan pedagang kuliner di kawasan bawah Jembatan Kahayan.

Awal pandemi ekonomi para pedagang kaki lima (PKL) itu juga ikut terpuruk dan merasakan imbas cukup berat. Adanya larangan atau penutupan pusat keramaian serta pembatasan-pembatasan yang diterapkan, membuat usaha mereka anjlok bak terjun bebas.

“Awal pandemi dan adanya pembatasan memang waktu itu sangat parah, pendapatan turun drastis, meskipun perlahan dibuka kembali, ya kita juga butuh modal ya perlahan baru bisa buka lagi," ungkap Aman, pedagang asongan yang saban hari mencari rezeki di sana, kemarin.

Baca Juga :  PLN Putuskan Sementara Aliran Listrik di Wilayah Banjir

Untuk sekarang, Aman menuturkan, pendapatan berdagang berangsur membaik. Animo masyarakat cukup banyak yang berkunjung, dan beberapa orang tertarik untuk berbelanja. "Kami bersyukur dengan adanya perhatian dari pemerintah, tidak menutup permanen tempat ini, karena inilah satu- satunya tempat kita mendapatkan rezeki, meskipun tidak seramai dulu," katanya.

Selama ditutupnya area taman, menjadikan tempat kuliner bawah Jembatan Kahayan menjadi alternatif bersantai dikala hari libur bagi sebagaian pengunjung.

"Ya kita tahu sekarang pandemi belum berakhir, kadang ya kita mau pergi liburan juga was-was, tapi taman-taman di kota juga ada yang ditutup,"ujar pengunjung bernama Redi.

Adanya wisata kuliner yang buka, dirasakanya cukup untuk membuang suntuk dikala libur bersama keluarga sembari menikmati kuliner dan santai sore di pinggiran sungai.

Baca Juga :  Kawal Proses Perencanaan , Evaluasi Program yang Belum Dimatangkan

PROKALTENG.CO – Imbas Pandemi Covid-19 sudah berlangsung setahun lebih di Kota Palangka Raya. Sebagian taman hingga tempat hiburan masih ditutup. Imbas itu juga dirasakan pedagang kuliner di kawasan bawah Jembatan Kahayan.

Awal pandemi ekonomi para pedagang kaki lima (PKL) itu juga ikut terpuruk dan merasakan imbas cukup berat. Adanya larangan atau penutupan pusat keramaian serta pembatasan-pembatasan yang diterapkan, membuat usaha mereka anjlok bak terjun bebas.

“Awal pandemi dan adanya pembatasan memang waktu itu sangat parah, pendapatan turun drastis, meskipun perlahan dibuka kembali, ya kita juga butuh modal ya perlahan baru bisa buka lagi," ungkap Aman, pedagang asongan yang saban hari mencari rezeki di sana, kemarin.

Baca Juga :  PLN Putuskan Sementara Aliran Listrik di Wilayah Banjir

Untuk sekarang, Aman menuturkan, pendapatan berdagang berangsur membaik. Animo masyarakat cukup banyak yang berkunjung, dan beberapa orang tertarik untuk berbelanja. "Kami bersyukur dengan adanya perhatian dari pemerintah, tidak menutup permanen tempat ini, karena inilah satu- satunya tempat kita mendapatkan rezeki, meskipun tidak seramai dulu," katanya.

Selama ditutupnya area taman, menjadikan tempat kuliner bawah Jembatan Kahayan menjadi alternatif bersantai dikala hari libur bagi sebagaian pengunjung.

"Ya kita tahu sekarang pandemi belum berakhir, kadang ya kita mau pergi liburan juga was-was, tapi taman-taman di kota juga ada yang ditutup,"ujar pengunjung bernama Redi.

Adanya wisata kuliner yang buka, dirasakanya cukup untuk membuang suntuk dikala libur bersama keluarga sembari menikmati kuliner dan santai sore di pinggiran sungai.

Baca Juga :  Kawal Proses Perencanaan , Evaluasi Program yang Belum Dimatangkan

Terpopuler

Artikel Terbaru