29.1 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Kepala Puskesmas Positif Terjangkit Covid-19

PENULARAN Covid-19
belum mampu dibendung. Setiap hari selalu ada penambahan warga yang dinyatakan
positif tertular virus mematikan ini. Tenaga kesehatan yang berjuang pada garis
depan penanganan bencana ini ikut terpapar. Terbaru, satu dokter yang merupakan
Kepala Puskesmas di Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dinyatakan
positif terjangkit Covid-19.

Bupati Gunung Mas Jaya
S Monong yang juga selaku ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
setempat membenarkan, bawah ada salah satu dokter di Puskemas Tewah terpapar
Covid-19.

“Iya benar, salah satu
dokter sebagai kepala Puskemas Tewah positif Covid-19, dan saat ini sudah
mendapat penangan medis,” ucap Jaya, usai membuka rapat kerja dewan adat dayak
atau DAD Gumas, Senin (8/6).

Tidak hanya dokter, salah
satu tenaga medis di Kecamatan Kahayan Hulu Utara juga ikut terpapar bersama
pegawai salah satu perbankan pelat merah. Dokter yang positif terpapar virus
corona menjalani isolasi mandiri. Sementara untuk pegawai bank yang
bersangkutan telah dibawa ke rumah sakit Doris Silvanus Palangka Raya.

Untuk meminimalisir pencegahan
ini, Pemkab Gumas terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan
melakukan rapid test masal secara gratis. Sasarannya adalah para pedagang, juru
parkir (jukir), dan tukang ojek, yang ada di Pasar Lama dan Pasar Baru Kuala
Kurun.

Baca Juga :  Prihatin Banjir Kalsel, DPRD dan Setwan Kapuas Salurkan Bantuan

”Rapid test massal ini
digelar selama dua hari yakni 9-10 Juni, mulai pukul 08.00 WIB-12.00 WIB di
Taman Kota Kuala Kurun,” ucap Bupati Gumas Jaya S Monong, Selasa (9/6).

 

Nantinya, lanjut Jaya,
apabila dari hasil rapid test ini, ada yang menunjukkan reaktif Covid-19, maka
yang bersangkutan harus kembali menjalani pemeriksaan swab.

”Hasil dari rapid test
bisa langsung diketahui hari ini juga. Jika nanti ada yang menunjukkan reaktif
positif, kami sudah menyiapkan ruang isolasi untuk mereka,” tuturnya.

Selain untuk pedagang,
jukir, dan tukang ojek, pelaksanaan rapid test massal ini juga akan menyasar
petugas yang berjaga di posko perbatasan, mulai dari petugas kesehatan, BPBD,
Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perhubungan.

”Itu yang kita prioritaskan
dulu, karena selama ini mereka yang berinteraksi di lapangan dan bertemu dengan
orang banyak,” ujarnya.

Dia menuturkan, selain
di Kota Kuala Kurun, rencananya rapid test massal ini juga akan digelar di
kecamatan lain yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19, seperti Tewah,
Mihing Raya, dan Kahayan Hulu Utara.

”Kalau rapid test untuk
aparatur sipil negara (ASN), disesuaikan dengan jumlah ketersediaan alat. Jika
masih tersedia, mungkin kita akan laksanakan juga untuk ASN,” terangnya.

Baca Juga :  Perkembangan Covid-19 Alami Penurunan

Dia menambahkan, dalam
pelaksanaan rapid test massal, total ada 3.000 alat rapid test yang
dipersiapkan. Untuk rencana awal, sudah disiapkan 1.000 alat rapid test.

Dalam penanganan
kenaikan Covid 19 di Kecamatan Tewah, pihak unsur Kepolisian,TNI dan pihak
kecamatan hingga perangkat desa lebih intensif, pihaknya telah mengadakan
penyemprotan disefektan hingga ke rumah warga dan kantor bank yang bersangkutan
di Kecamatan Tewah.

Dikatakan oleh Kapolsek
Tewah, Ipda Nanang Mauludi, bahwa bersama pihak terkait baik dari TNI, pihak
kecamatan dan sampai perangkat Desa, telah membuka Posko Mandiri di Desa Pasir
Putih, Kecamatan Tewah Dan Posko Di Desa Batu Nyapau.

“Kita bersama unsur
terkait lebih intensif, dalam penanganan covid 19 di kecamatan Tewah, melihat
lonjakan yang ada,”ungkap Nanang.

Nanang menambahkan, terkait
pegawai perbankan yang positif Covid-19, informasi yang diterima seluruh
pegawai Bank tersebut telah diganti, dan pegawai lama semua di isolasi oleh
pihak Bank.

“Informasinya, semua pegawai
Bank diganti dengan petugas baru dan petugas lama semua di isolasi di Palangka
Raya, demi pelayanan mereka tetap berjalan. Karena harus menyalurkan bantuan
dari Kemensos dan pelayanan bank lainnya,” tukas Nanang.

PENULARAN Covid-19
belum mampu dibendung. Setiap hari selalu ada penambahan warga yang dinyatakan
positif tertular virus mematikan ini. Tenaga kesehatan yang berjuang pada garis
depan penanganan bencana ini ikut terpapar. Terbaru, satu dokter yang merupakan
Kepala Puskesmas di Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) dinyatakan
positif terjangkit Covid-19.

Bupati Gunung Mas Jaya
S Monong yang juga selaku ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
setempat membenarkan, bawah ada salah satu dokter di Puskemas Tewah terpapar
Covid-19.

“Iya benar, salah satu
dokter sebagai kepala Puskemas Tewah positif Covid-19, dan saat ini sudah
mendapat penangan medis,” ucap Jaya, usai membuka rapat kerja dewan adat dayak
atau DAD Gumas, Senin (8/6).

Tidak hanya dokter, salah
satu tenaga medis di Kecamatan Kahayan Hulu Utara juga ikut terpapar bersama
pegawai salah satu perbankan pelat merah. Dokter yang positif terpapar virus
corona menjalani isolasi mandiri. Sementara untuk pegawai bank yang
bersangkutan telah dibawa ke rumah sakit Doris Silvanus Palangka Raya.

Untuk meminimalisir pencegahan
ini, Pemkab Gumas terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan
melakukan rapid test masal secara gratis. Sasarannya adalah para pedagang, juru
parkir (jukir), dan tukang ojek, yang ada di Pasar Lama dan Pasar Baru Kuala
Kurun.

Baca Juga :  Prihatin Banjir Kalsel, DPRD dan Setwan Kapuas Salurkan Bantuan

”Rapid test massal ini
digelar selama dua hari yakni 9-10 Juni, mulai pukul 08.00 WIB-12.00 WIB di
Taman Kota Kuala Kurun,” ucap Bupati Gumas Jaya S Monong, Selasa (9/6).

 

Nantinya, lanjut Jaya,
apabila dari hasil rapid test ini, ada yang menunjukkan reaktif Covid-19, maka
yang bersangkutan harus kembali menjalani pemeriksaan swab.

”Hasil dari rapid test
bisa langsung diketahui hari ini juga. Jika nanti ada yang menunjukkan reaktif
positif, kami sudah menyiapkan ruang isolasi untuk mereka,” tuturnya.

Selain untuk pedagang,
jukir, dan tukang ojek, pelaksanaan rapid test massal ini juga akan menyasar
petugas yang berjaga di posko perbatasan, mulai dari petugas kesehatan, BPBD,
Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perhubungan.

”Itu yang kita prioritaskan
dulu, karena selama ini mereka yang berinteraksi di lapangan dan bertemu dengan
orang banyak,” ujarnya.

Dia menuturkan, selain
di Kota Kuala Kurun, rencananya rapid test massal ini juga akan digelar di
kecamatan lain yang masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19, seperti Tewah,
Mihing Raya, dan Kahayan Hulu Utara.

”Kalau rapid test untuk
aparatur sipil negara (ASN), disesuaikan dengan jumlah ketersediaan alat. Jika
masih tersedia, mungkin kita akan laksanakan juga untuk ASN,” terangnya.

Baca Juga :  Perkembangan Covid-19 Alami Penurunan

Dia menambahkan, dalam
pelaksanaan rapid test massal, total ada 3.000 alat rapid test yang
dipersiapkan. Untuk rencana awal, sudah disiapkan 1.000 alat rapid test.

Dalam penanganan
kenaikan Covid 19 di Kecamatan Tewah, pihak unsur Kepolisian,TNI dan pihak
kecamatan hingga perangkat desa lebih intensif, pihaknya telah mengadakan
penyemprotan disefektan hingga ke rumah warga dan kantor bank yang bersangkutan
di Kecamatan Tewah.

Dikatakan oleh Kapolsek
Tewah, Ipda Nanang Mauludi, bahwa bersama pihak terkait baik dari TNI, pihak
kecamatan dan sampai perangkat Desa, telah membuka Posko Mandiri di Desa Pasir
Putih, Kecamatan Tewah Dan Posko Di Desa Batu Nyapau.

“Kita bersama unsur
terkait lebih intensif, dalam penanganan covid 19 di kecamatan Tewah, melihat
lonjakan yang ada,”ungkap Nanang.

Nanang menambahkan, terkait
pegawai perbankan yang positif Covid-19, informasi yang diterima seluruh
pegawai Bank tersebut telah diganti, dan pegawai lama semua di isolasi oleh
pihak Bank.

“Informasinya, semua pegawai
Bank diganti dengan petugas baru dan petugas lama semua di isolasi di Palangka
Raya, demi pelayanan mereka tetap berjalan. Karena harus menyalurkan bantuan
dari Kemensos dan pelayanan bank lainnya,” tukas Nanang.

Terpopuler

Artikel Terbaru