PROKALTENG.CO-Setelah jalan penghubung Kecamatan Sangasanga dan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, ambles tahun lalu, hal serupa kembali terjadi. Kemarin (29/1) giliran jalan nasional di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), yang bernasib serupa.
Penyebabnya jalan di atas gorong-gorong yang berlokasi di stationing atau STA 29, tak mampu menahan beban truk bermuatan sawit yang melintas di atasnya. Di sisi lain, aktivitas seperti anak sekolah dan aktivitas keluar masuk bahan material untuk pengerjaan proyek IKN sempat mengalami kendala.
Hal ini juga mendapat sorotan dari Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim mengenai longsornya akses jalan menuju IKN.
“Makanya kenapa kita mengingatkan terkait perda karena di dalamnya menyebutkan bahwa hasil perkebunan dan tambang itu jangan melewati jalur umum,” kata Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik yang terlihat kecewa mendengar jalan penghubung menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) itu lumpuh selama 2,5 jam imbas ambruk.
Akmal mengingatkan agar pihak-pihak yang berkepentingan dengan angkutan batu bara maupun sawit, harus menaati perda yang telah dibuat. Menurutnya, ambruknya badan jalan berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat.
“Terbukti kan saat ini siapa yang kena dampak akibat itu (jalan umum dipakai jalur hauling), ya masyarakat,” tuturnya.
Pria yang saat ini menjabat Dirjen Otda Kemendagri ini berjanji akan menegakkan perda yang berlaku. “Saya nanti akan tegur dan akan melakukan dialog serta duduk bersama dalam menyelesaikan masalah ini,” kata Akmal.
Untuk diketahui, dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2012, Pemprov Kaltim melarang jalan umum digunakan sebagai angkutan batu bara maupun kelapa sawit. Termasuk di Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 43 Tahun 2013. Truk angkutan kelapa sawit dan batu bara harus menggunakan jalan khusus. Pada bagian lain, anggota DPR RI dapil Kaltim Irwan menyampaikan, ulah angkutan over loading over dimension (ODOL) bermuatan kelapa sawit harus menjadi perhatian.
“Kami sudah koordinasi dengan kepala BBPJN Kaltim dan pukul 09.30 Wita telah dibuat jalur alternatif dan sudah bisa dilalui kendaraan kecil. Truk sawit akan dievakuasi dan setelah itu akan dilakukan penimbunan satu lajur agar lalu lintas bisa melintas. Dan satu sisi lagi akan dibuatkan box secara permanen dan dilakukan bergantian dengan sisi satunya,” ungkapnya kemarin.
Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur itu menambahkan, penanganan permanen sudah disiapkan agar kelaikan jalan bisa terus ditingkatkan.
“Jalan ini kan dulu statusnya jalan provinsi, memang terus ditingkatkan untuk kelaikan jalannya sesuai jalan nasional, apalagi yang lewat sekarang kan cukup tinggi. Baik intensitas jumlah kendaraan ataupun volume berat kendaraan yang lewat,” sebutnya.
Dia berharap, selesainya pembangunan jalan Tol Balikpapan-Sepaku tahun ini akan mengurangi beban jalan eksisting, baik secara jumlah maupun kapasitas beban kendaraan yang lewat jalan nasional ini. Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, langsung bergerak melakukan penanganan.
Pimpinan Teknik Jalan dan Jembatan Bidang Preservasi BBPJN Kaltim Irwan Tri Heryono mengungkapkan, jalan di atas gorong-gorong itu ambles sekira pukul 07.00 Wita. Di lokasi kejadian, sambung dia, sebenarnya dilakukan pekerjaan perbaikan gorong-gorong dengan lebar sekira 4 meter.
Menurutnya, pembatas jembatan dengan pinggir got, sungai atau dengan irigasi yang berfungsi mengalirkan air hujan ke aliran sungai melalui drainase, sudah berusia cukup lama. Sehingga BBPJN Kaltim berencana mengganti konstruksinya dengan box culvert atau beton pracetak bertulang dengan ukuran 4×4 meter.
“Jadi memang sedang dilakukan penanganan (perbaikan gorong-gorong di bawah jalan. Sebelum truk pengangkut sawit melintas,” katanya.
Amblesnya jalan tersebut, membuat lalu lintas kendaraan, baik Samboja ke Sepaku, atau dari Sepaku menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN terhambat. Terutama kendaraan besar yang biasa melintasi jalan tersebut. Hingga akhirnya dilakukan pengalihan jalan sekira 5 meter di samping jalan ambles.
Kendaraan tonase kecil seperti sepeda motor dan kendaraan roda empat bergantian melalui jalan darurat yang di atasnya diberi lempengan besi. “Jadi jam 09.30 (Wita), kendaraan kecil sudah bisa lewat,” jelas Irwan.
Pada pukul 17.49 Wita, pihaknya menyelesaikan penanganan sementara dan badan jalan yang ambles kembali dilintasi kendaraan. “Untuk perbaikan permanen satu sisi ditargetkan satu minggu. Dan untuk saat ini dibuka satu lajur dan jalan pengalih (detour) untuk kendaraan kecil. Kendaraan berat malam (kemarin) sudah bisa lewat,” ujar dia.
Terpisah, Kapolsek Sepaku Ajun Komisaris Polisi (AKP) Kasiyono mengatakan, lokasi jalan ambles ini berjarak sekitar 35 kilometer dari Titik Nol Nusantara di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku. ”Jalan yang ambles ini, kondisinya sudah bisa dilewati satu jalur,” ucapnya.
Dia menerangkan, setelah perbaikan beres dan jalan kembali dibuka, akan diberlakukan sistem buka-tutup untuk memudahkan transportasi kendaraan. Sebab, jalur tersebut merupakan jalur satu-satunya dari Km 38, Kecamatan Samboja maupun Balikpapan menuju IKN.
“Kendaraan kita sistem buka-tutup jalan untuk mempermudah arus lalu lintas,” kata Kasiyono. (riz/k16/win/jpg/hnd)