31.1 C
Jakarta
Friday, January 16, 2026

18.348 Warga Terdampak Banjir di Kalsel, 302 Mengungsi ke Banjar

PROKALTENG.CO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mulai menyalurkan bantuan logistik kepada 300 lebih warga yang mengungsi. Bantuan juga diberikan kepada warga terdampak banjir di 89 desa tersebar pada 14 kecamatan.

”Kami mendistribusikan bantuan logistik ke beberapa daerah terdampak hingga ke tempat pengungsian,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Yayan Daryanto seperti dilansir dari Antara, Minggu (28/12).

Saat ini, dia mengungkapkan, ada empat kecamatan yang mengalami banjir terparah. Yakni di Kecamatan Martapura, Martapura Barat, Sungai Tabuk, dan Pengaron.

Yayan memastikan penyaluran logistik mulai dilakukan petugas gabungan untuk mengurangi beban warga yang terdampak banjir. Petugas telah mendirikan beberapa posko untuk mengoptimalkan penanggulangan bencana dan penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan, khususnya di beberapa titik posko pengungsian.

Dia menyampaikan, masih ada ditemukan titik banjir dan potensi banjir maupun genangan di beberapa kecamatan Kabupaten Banjar. Pemantauan terus dilakukan secara berkala terutama mengingat kondisi cuaca memasuki musim hujan.

Hingga 28 Desember 2025, BPBD Banjar menghimpun data sementara sebanyak 6.593 kepala keluarga (KK) meliputi 18.348 jiwa warga terdampak banjir yang di antaranya 302 warga mengungsi. Curah hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat (26/12) merendam beberapa kabupaten di Provinsi Kalsel.

Baca Juga :  Mabuk Miras Naik Motor, Tewas setelah Hantam Median

”Petugas menghimpun data belasan ribu warga yang terdampak banjir pada 89 desa yang tersebar di 14 kecamatan,” kata Yayan Daryanto.

Electronic money exchangers listing

Sedangkan rumah yang terdampak, dia menyebutkan ada sekitar 5.206 unit, dan yang masih terendam sekitar 1.714 unit.

Jumlah kelompok rentan yang terdampak, yakni lansia sebanyak 505 jiwa, balita (310), bayi (166), anak-anak (368), ibu hamil (113), disabilitas (37), dewasa (13). Sedangkan pengungsi yang mencapai 302 jiwa atau 113 KK, yang terdapat kelompok rentan balita 45 orang, lansia (35), dan dewasa (119).

”Personel gabungan dari Pusdalops, Satgas, TRC, TNI, Polri, pemerintah kecamatan beserta pemerintah desa rutin pengecekan dan pendataan warga yang terdampak, dan selalu memonitor kecamatan yang terdampak banjir,” beber Yayan.

Yayan menyampaikan kondisi banjir hingga 28 Desember 2025 pukul 09.50 wita terjadi di Kecamatan Kertak Hanyar meliputi Desa Simpang Empat dan Kertak Hanyar II, Kecamatan Sungai Tabuk (Desa Lok Buntar, Pembantanan, Sungai Bangkal, dan Sungai Tabuk Keramat).

Kecamatan Martapura (Desa Bincau, Bincau Muara, Tunggul Irang, Tunggul Irang Ulu, Tunggul Irang Ilir, Tungkaran, Labuan Tabu, Jawa Laut, dan Sungai Sipai). Kecamatan Karang Intan (Desa Awang Bangkal Barat, Awang Bangkal Timur, Karang Intan, Mandi Angin Barat, Mandi Angin Timur, Pasar Lama, Penyambaran, Jingah Habang Ulu, Jingah Habang Ilir, Kiram, Mali-Mali, Mandi Kapau Timur, Mandi Kapau Barat, Pandak Daun, Sungai Alang, Sungai Arfat, Sungai Landas, dan Sungai Asam).

Baca Juga :  Dialog Santai, Anggota DPRD Mura Sambangi Warga Danau Usung

Kemudian di Kecamatan Astambul (Desa Danau Salak, Jati, Kalampaian Tengah, Kelampaian Ulu, Munggu Raya, Pingaran Ilir, dan Pingaran Ulu), Kecamatan Pengaron (Desa Pengaron, Lumpangi, Benteng, Lobang Baru, Lok Tunggul, Atiim, dan Mangkauk).

Kecamatan Sungai Pinang (Desa Rantau Nangka), Kecamatan Aranio (Desa Tambela), Kecamatan Mataraman (Desa Baru, Tanah Abang, dan Bawahan Pasar), Kecamatan Martapura Barat (Desa Antasan Sutun, Keliling Benteng Tengah,, Keliling Benteng Ulu, Penggalaman, Sungai Batang, Sungai Batang Ilir, Sungai Rangas, Sungai Rangas Hambuku, Sungai Rangas Tengah, Sungai Rangas Ulu, Tangkas, Teluk Selong, dan Teluk Selong Ulu).

Kecamatan Martapura Timur (Desa Pekauman, Pekauman Ulu, Pekauman Dalam, Mekar, Melayu, Melayu Ilir, Melayu Tengah, Akar Bagantung, Keramat, Keramat Baru, Akar Baru, Dalam Pagar Ulu, Dalam Pagar, Sungai Kitano, Pematang Baru, Antasan Senor Ilir, Antasan Senor, Tambak Anyar Ilir, Tambak Anyar, dan Tambak Anyar Ulu).

Terakhir, Kecamatan Cintapuri Darussalam (Desa Alalak Padang, Benua Anyar, Simpang Lima, dan Makmur Karya). Sedangkan kecamatan lain sudah tidak ada genangan. (jpg)

PROKALTENG.CO-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mulai menyalurkan bantuan logistik kepada 300 lebih warga yang mengungsi. Bantuan juga diberikan kepada warga terdampak banjir di 89 desa tersebar pada 14 kecamatan.

”Kami mendistribusikan bantuan logistik ke beberapa daerah terdampak hingga ke tempat pengungsian,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar Yayan Daryanto seperti dilansir dari Antara, Minggu (28/12).

Saat ini, dia mengungkapkan, ada empat kecamatan yang mengalami banjir terparah. Yakni di Kecamatan Martapura, Martapura Barat, Sungai Tabuk, dan Pengaron.

Electronic money exchangers listing

Yayan memastikan penyaluran logistik mulai dilakukan petugas gabungan untuk mengurangi beban warga yang terdampak banjir. Petugas telah mendirikan beberapa posko untuk mengoptimalkan penanggulangan bencana dan penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan, khususnya di beberapa titik posko pengungsian.

Dia menyampaikan, masih ada ditemukan titik banjir dan potensi banjir maupun genangan di beberapa kecamatan Kabupaten Banjar. Pemantauan terus dilakukan secara berkala terutama mengingat kondisi cuaca memasuki musim hujan.

Hingga 28 Desember 2025, BPBD Banjar menghimpun data sementara sebanyak 6.593 kepala keluarga (KK) meliputi 18.348 jiwa warga terdampak banjir yang di antaranya 302 warga mengungsi. Curah hujan dengan intensitas tinggi sejak Jumat (26/12) merendam beberapa kabupaten di Provinsi Kalsel.

Baca Juga :  Mabuk Miras Naik Motor, Tewas setelah Hantam Median

”Petugas menghimpun data belasan ribu warga yang terdampak banjir pada 89 desa yang tersebar di 14 kecamatan,” kata Yayan Daryanto.

Sedangkan rumah yang terdampak, dia menyebutkan ada sekitar 5.206 unit, dan yang masih terendam sekitar 1.714 unit.

Jumlah kelompok rentan yang terdampak, yakni lansia sebanyak 505 jiwa, balita (310), bayi (166), anak-anak (368), ibu hamil (113), disabilitas (37), dewasa (13). Sedangkan pengungsi yang mencapai 302 jiwa atau 113 KK, yang terdapat kelompok rentan balita 45 orang, lansia (35), dan dewasa (119).

”Personel gabungan dari Pusdalops, Satgas, TRC, TNI, Polri, pemerintah kecamatan beserta pemerintah desa rutin pengecekan dan pendataan warga yang terdampak, dan selalu memonitor kecamatan yang terdampak banjir,” beber Yayan.

Yayan menyampaikan kondisi banjir hingga 28 Desember 2025 pukul 09.50 wita terjadi di Kecamatan Kertak Hanyar meliputi Desa Simpang Empat dan Kertak Hanyar II, Kecamatan Sungai Tabuk (Desa Lok Buntar, Pembantanan, Sungai Bangkal, dan Sungai Tabuk Keramat).

Kecamatan Martapura (Desa Bincau, Bincau Muara, Tunggul Irang, Tunggul Irang Ulu, Tunggul Irang Ilir, Tungkaran, Labuan Tabu, Jawa Laut, dan Sungai Sipai). Kecamatan Karang Intan (Desa Awang Bangkal Barat, Awang Bangkal Timur, Karang Intan, Mandi Angin Barat, Mandi Angin Timur, Pasar Lama, Penyambaran, Jingah Habang Ulu, Jingah Habang Ilir, Kiram, Mali-Mali, Mandi Kapau Timur, Mandi Kapau Barat, Pandak Daun, Sungai Alang, Sungai Arfat, Sungai Landas, dan Sungai Asam).

Baca Juga :  Dialog Santai, Anggota DPRD Mura Sambangi Warga Danau Usung

Kemudian di Kecamatan Astambul (Desa Danau Salak, Jati, Kalampaian Tengah, Kelampaian Ulu, Munggu Raya, Pingaran Ilir, dan Pingaran Ulu), Kecamatan Pengaron (Desa Pengaron, Lumpangi, Benteng, Lobang Baru, Lok Tunggul, Atiim, dan Mangkauk).

Kecamatan Sungai Pinang (Desa Rantau Nangka), Kecamatan Aranio (Desa Tambela), Kecamatan Mataraman (Desa Baru, Tanah Abang, dan Bawahan Pasar), Kecamatan Martapura Barat (Desa Antasan Sutun, Keliling Benteng Tengah,, Keliling Benteng Ulu, Penggalaman, Sungai Batang, Sungai Batang Ilir, Sungai Rangas, Sungai Rangas Hambuku, Sungai Rangas Tengah, Sungai Rangas Ulu, Tangkas, Teluk Selong, dan Teluk Selong Ulu).

Kecamatan Martapura Timur (Desa Pekauman, Pekauman Ulu, Pekauman Dalam, Mekar, Melayu, Melayu Ilir, Melayu Tengah, Akar Bagantung, Keramat, Keramat Baru, Akar Baru, Dalam Pagar Ulu, Dalam Pagar, Sungai Kitano, Pematang Baru, Antasan Senor Ilir, Antasan Senor, Tambak Anyar Ilir, Tambak Anyar, dan Tambak Anyar Ulu).

Terakhir, Kecamatan Cintapuri Darussalam (Desa Alalak Padang, Benua Anyar, Simpang Lima, dan Makmur Karya). Sedangkan kecamatan lain sudah tidak ada genangan. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru