PROKALTENG.CO-Nasib tragis menimpa M Syaiful Anwar alias Aan, warga Jalan Simpang Kuin Selatan RT 24, Banjarmasin Barat.
Ia mengembuskan napas terakhir Rabu (25/2/2026) pagi, setelah sepuluh hari menjalani perawatan akibat luka serius di dada kanan.
Luka tersebut didapat usai pertengkaran hebat dengan istrinya berinisial N pada Minggu (15/2/2026) siang, di rumah kontrakan mereka.
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah korban dibawa ke kamar pemulasaraan RSUD Ulin Banjarmasin untuk keperluan visum. Ketua RT 24, Sri Martini, mengaku terkejut saat menerima kabar duka tersebut.
“Kejadiannya sepuluh hari lalu di rumah kontrakan mereka. Saya juga kaget dapat kabar Aan meninggal. Saya tahu dari Pak Bhabinkamtibmas,” ujarnya.
Sri menuturkan, saat peristiwa terjadi, di sekitar rumah korban sedang berlangsung acara pernikahan.
Suasana yang semula ramai mendadak geger.
“Tamu undangan panik karena tiba-tiba terdengar keributan. Korban lalu dilarikan ke rumah sakit dan mendapat jahitan di bagian dada,” jelasnya.
Usai mendapat perawatan medis, korban dibawa pulang dan dirawat di rumah ayahnya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Selama sekitar 10 hari, korban hanya menjalani perawatan di rumah.
“Tiga hari sebelum meninggal, korban sempat minta dibawa lagi ke rumah sakit karena merasa kondisinya memburuk. Tapi keluarganya mengira tidak apa-apa, hanya disuruh banyak berzikir. Akhirnya meninggal dunia di rumah,” sambung Sri.
Korban dan istrinya diketahui berasal dari keluarga sederhana. Mereka bukan warga asli setempat dan telah lama mengontrak di kawasan tersebut. Ayah korban juga diketahui menderita stroke.
Dari informasi yang dihimpun, pertengkaran dipicu persoalan sepele. Diduga bermula dari uang Rp50 ribu yang diminta sang istri untuk membayar tagihan air.
Korban kemudian mengetahui uang tersebut tidak digunakan sesuai tujuan. Hal itu memicu cekcok mulut hingga berujung keributan hebat.
“Ceritanya begitu dari keluarga. Korban sempat mencekik istrinya. Setelah terlepas, istrinya melihat ada pisau lalu diarahkan ke suaminya,” tutur Sri.
“Katanya uang itu tidak jadi dipakai bayar air, tapi untuk beli handphone. Entah beli atau nambah kekurangan, itu yang jadi pemicu,” tambahnya.
Korban diketahui menikahi istrinya yang berstatus janda dengan dua anak. Anak-anak tersebut tinggal bersama mereka.
“Beberapa hari setelah kejadian mereka sempat baikan. Istrinya juga masih merawat dan memasakkan makanan,” ungkap Sri, Kamis (26/2/2026).
Usai korban meninggal, polisi mendatangi rumah duka dan mengamankan N untuk dibawa ke Polsek Banjarmasin Barat.
“Kalau istrinya langsung dijemput dan dibawa ke Polsek Barat untuk diproses hukum,” tambahnya.
Sementara itu, ayah korban, M Toha (60), mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu pertengkaran tersebut.
“Saya tidak tahu pasti masalahnya apa. Saya serahkan semuanya untuk proses hukum,” ujarnya lirih.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat, Iptu Indra Permadi, belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan. (jpg)


