PROKALTENG.CO-Video berdurasi 39 detik yang memperlihatkan keluhan seorang pedagang Pasar Ramadan, viral di media sosial dan memicu perhatian masyarakat Barito Kuala.
Video tersebut direkam oleh salah satu pedagang di Pasar Ramadan yang digelar di samping Jembatan Barito, Marabahan. Pasar ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Barito Kuala.
Dalam video itu, pedagang mengungkapkan kekecewaannya karena sejumlah pejabat yang menggelar buka puasa bersama di lokasi pasar, disebut tidak membeli dagangan pedagang setempat.
“Masyarakatnya yang berjualan tertimpa musibah angin kencang, tapi para pejabatnya buka puasa bawa nasi kotakan sendiri. Dagangan kami masih banyak, tidak ada yang belanja di tempat kami,”ucap pedagang dalam video tersebut.
Ia juga mengeluhkan kondisi dagangan seusai terdampak cuaca ekstrem tersebut, yang mana sepi pembeli. “Ini dagangan kami masih banyak, kena hujan, kena musibah. Masih banyak dagangan kami,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Kuala, Nur Wahyudi, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan, kegiatan buka puasa bersama tersebut memang merupakan giliran Sekretariat Daerah yang dilaksanakan secara bergantian oleh masing-masing instansi.
Ia memastikan, nasi kotak yang dikonsumsi saat buka puasa dibeli dari pedagang Pasar Ramadan.”Pastinya santapan nasi kotak untuk berbuka puasa kami beli dari stand pedagang, khususnya dari Desa Pulau Sewangi. Pemesanan dilakukan sebelum kegiatan,” jelas Wahyudi.
Selain itu, ia menyebut sejumlah pegawai juga berbelanja langsung di stand pedagang lainnya di lokasi pasar. “Beberapa pegawai juga membeli langsung di stand pedagang, hanya saja mungkin tidak semua terlihat,” tambahnya.
Pasar Ramadan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendukung pelaku UMKM dan meningkatkan perekonomian masyarakat selama bulan Ramadan. Diiikuti oleh beberapa desa di di Barito Kuala.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Pulau Sewangi, Syarifah. Ia membenarkan adanya pemesanan nasi kotak dan takjil dari pihak Setda Barito Kuala. “Nasi kotak dan takjil memang dipesan dari stand Desa Pulau Sewangi. Kabag Umum memesan sekitar 50 kotak, dan untuk forkopimda sekitar 15 kotak,” ujarnya, Selasa (24/2).
Menurutnya, stand Desa Pulau Sewangi memang ikut berpartisipasi dalam Pasar Ramadan dan juga menyediakan layanan katering nasi bungkus maupun nasi kotak.Bahkan, menurutnya, kegiatan tersebut justru membantu pedagang karena adanya pembelian konsumsi dari stand lokal.
“Kami memang membuka stand di sana dan biasa juga menyediakan katering nasi bungkus dan nasi kotak,”jelasnya.
“Alhamdulillah, stand kami ramai karena ada pemesanan itu. Jadi makanan yang dibawa memang berasal dari stand di Pasar Ramadan, bukan dari luar,” sambungnya.
Ia menduga pedagang yang membuat video kemungkinan tidak melihat proses pemesanan tersebut, atau kebetulan stand miliknya sedang sepi pembeli.
“Mungkin kebetulan di stand beliau belum ada pembeli saat itu, sehingga merasa tidak ada yang membeli,” pungkasnya. (jpg)


