PROKALTENG.CO-BPBD Banjarmasin mengungkapkan banjir masih bertahan di sejumlah wilayah kota akibat kombinasi pasang laut (rob) dan kiriman air dari daerah hulu.
Kepala BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin menyebut ada dua faktor utama penyebab banjir. Ditambah posisi Banjarmasin sebagai wilayah hilir. “Yang sekarang terjadi robnya ada, ditambah kiriman dari wilayah Kabupaten Banjar, seperti Pengaron, Keliling Benteng dan Sungai Tabuk,” ujarnya, Jumat (9/1).
Ia mengakui kondisi sungai di Banjarmasin masih perlu dinormalisasi karena dangkal dan menyempit. Jadi, tidak mampu menampung debit air besar, terutama kiriman dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Martapura. “Rob itu biasa 2-3 jam mesti surut. Tapi yang kita khawatirkan itu kiriman dari DAS Martapura, posisi kita berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga,” tuturnya.
BPBD menegaskan, sesuai instruksi Wali Kota Muhammad Yamin HR fokus penanganan banjir tahun 2026, diarahkan pada pemulihan fungsi sungai. “Beliau tegas di daerah perbatasan, Banjarmasin Timur dan Selatan. Sungai-sungai dangkal dan hilang fungsinya dikembalikan agar dampaknya sebagai pengendali banjir terasa,” bebernya.
Wilayah Sungai Lulut disebut masih menjadi kawasan paling berisiko karena berada di dataran rendah dan padat permukiman di bantaran sungai. Dampaknya kerap merembet ke kawasan Pemurus Luar, Karang Mekar, Kuripan, hingga Pengambangan. “Dampaknya turun airnya ke kerap merembet ke tengah kota,” ucap Husni. Selain itu, Kelurahan Pemurus Dalam juga rawan banjir kiriman karena berbatasan langsung dengan Gambut dan wilayah sekitarnya.
BPBD bersama Bappeda telah melakukan pemetaan digital berbasis titik koordinat untuk mengidentifikasi penyebab genangan. “Kita lakukan tagging itu bersama Bappeda. Ada Sungai Lulut di Timur, dan Pemurus Dalam di Selatan yang telah selesai dilakukan pemetaan,” tukasnya.
Sementara penanganan darurat, Husni memastikan bantuan logistik, dapur umum, dan layanan kesehatan tetap berjalan di wilayah terdampak. “Dinsos kerap menyalurkan makanan, kesehatan juga berjaga dan bantuan dari dermawan, organisasi, pihak swasta dan pemerintah terus mengalir hingga saat ini,” tutupnya. (jpg)

