PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Aksi pencurian burung berkicau kembali meresahkan warga Kota Palangka Raya. Kali ini, seekor burung jenis Murai milik warga bernama Bakti, raib digasak maling saat ditinggal menunaikan ibadah salat, Jumat (27/2/26).
Kejadian tersebut, bermula ketika Bakti mengeluarkan dan menggantung burung peliharaannya di teras luar rumah sebelum berangkat ke masjid. Nahas, setibanya di rumah usai salat, ia mendapati burung kesayangannya telah hilang.
“Pas pulang Jumatan, loh nggak ada burung ini ke mana? Saya tanya istri. Ternyata istri juga tidak tahu,” ungkap Bakti, Sabtu (28/2/26).
Sadar dirinya menjadi korban pencurian, Bakti langsung mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV) di kediamannya. Dari rekaman tersebut, terlihat jelas aksi seorang pelaku tunggal yang menggasak burung miliknya itu.
Bakti kemudian membagikan informasi dan rekaman CCTV tersebut ke grup komunitas jual beli burung atau Kicau Mania untuk melacak keberadaan pelaku. Dari grup tersebut, terungkap fakta bahwa aksi pencurian serupa juga menimpa anggota komunitas lainnya.
“Ternyata rekan-rekan di kicau mania itu ada juga yang kehilangan. Kejadiannya di Jalan Ramin, burung jenis Kacer. Parahnya, kalau yang terekam CCTV di Jalan Ramin itu pelakunya beraksi bersama istrinya,” beber Bakti.
Meski kerugian materiil yang dialaminya berkisar Rp1.250.000, Bakti mengaku sangat menyayangkan kejadian ini karena nilai emosional dari merawat hewan peliharaan tersebut.
Merasa resah, Bakti akhirnya resmi melaporkan kasus pencurian ini ke jajaran Polsek Pahandut. Langkah ini ia ambil guna mencegah jatuhnya korban lain di kalangan pencinta burung berkicau di Palangka Raya.
“Nanti kalau dibiarkan, tidak ada efek jera buat orang itu. Pasti ada TKP-TKP lain nanti. Kasihan teman-teman kicau mania, apalagi kalau yang dicuri burung yang lebih mahal. Harapannya semoga cepat ketemu dan dibantu oleh pihak Polsek Pahandut agar ada efek jera buat pelakunya,” pungkasnya. (her)


