28.6 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Tabrak Pagar, Kai Banking Tewas di Bawah Jembatan

SAMPIT – Pengendara Yamaha Xeon warna hijau putih dengan nomor polisi
KH 6554 LC bernama Banking ditemukan tewas di bawah  Jembatan Lintang Batang. Tepatnya di Jalan
Tjilik Riwut Km 79, Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten
Kotawaringin Timur, Senin (28/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Pria parobaya berusia 50 tahun itu diduga korban mengalami
kecelakaan tunggal setelah menabrak pagar pembatas hingga terpental ke bawah
jembatan.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad
Rommel melalui Kapolsek Cempaga Hulu Ipda Rahmat Tuah membenarkan adanya
kecelakaan lalu lintas yang dialami Banking. “Kami menemukan seorang pria dalam
keadaan meninggal dunia di bawah Jembatan Lintang Batang, diduga mengalami laka
tunggal di lokasi tersebut. Penemuan mayat ini berdasarkan laporan warga, dan
petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah dan sepeda
motor korban,” kata  Rahmat Tuah kepada Kalteng Pos, Selasa (30/7).

Baca Juga :  Sejoli Ditangkap di Hotel Wella, Ternyata...

Menurut kapolsek, korban diduga
melaju dari arah Desa Pelantaran ke arah Palangka Raya. Saat melintas di
Jembatan Lintang Batang (jalan menikung ke kiri), korban hilang kendali dan
menabrak pagar jembatan sebelah kanan. “Korban terpental dan jatuh ke bawah
jembatan bersama motor yang dikendarainya. Akibat dari kejadian tersebut,
korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Cuaca saat kejadian cukup cerah, kondisi
jalan/jembatan beraspal (menikung ke kiri), tanpa ada kerusakan jalan dan tanpa
lampu penerangan jalan. “Menurut keterangan keluarga korban, korban
meninggalkan rumah di Pelantaran bermaksud ke Pundu pada hari Minggu (28/7)
sekitar pukul. 19.00 WIB. Namun tidak kembali ke rumah sampai akhirnya
ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Lintang Batang pada Senin (29/7)
sekira pukul 17.00 WIB,” katanya.

Baca Juga :  Selama 2019, Ini Kasus Kejahatan Terbanyak di Seruyan

“Bukan kali ini saja kecelakaan
terjadi. Ada beberapa orang juga yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.
Solusi agar kecelakaan tidak terjadi di TKP tersebut adalah dengan membuat
jembatan kembar seperti di Desa Pundu. Hal ini untuk meminimalisir laka lantas
yang sering terjadi di lokasi tersebut,” pintanya.

Sebagai langkah antisipasi
sementara, polisi sudah membuat rambu peringatan sekitar jembatan. “Saya
berharap dan mengimbau kepada pengendara yang melintas di TKP agar berhati-hati
dan selalu mengutamakan keselamatan daripada kecepatan,” harapnya. (rif/ens/ctk/nto)

SAMPIT – Pengendara Yamaha Xeon warna hijau putih dengan nomor polisi
KH 6554 LC bernama Banking ditemukan tewas di bawah  Jembatan Lintang Batang. Tepatnya di Jalan
Tjilik Riwut Km 79, Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten
Kotawaringin Timur, Senin (28/7) sekitar pukul 17.00 WIB.

Pria parobaya berusia 50 tahun itu diduga korban mengalami
kecelakaan tunggal setelah menabrak pagar pembatas hingga terpental ke bawah
jembatan.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad
Rommel melalui Kapolsek Cempaga Hulu Ipda Rahmat Tuah membenarkan adanya
kecelakaan lalu lintas yang dialami Banking. “Kami menemukan seorang pria dalam
keadaan meninggal dunia di bawah Jembatan Lintang Batang, diduga mengalami laka
tunggal di lokasi tersebut. Penemuan mayat ini berdasarkan laporan warga, dan
petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah dan sepeda
motor korban,” kata  Rahmat Tuah kepada Kalteng Pos, Selasa (30/7).

Baca Juga :  Sejoli Ditangkap di Hotel Wella, Ternyata...

Menurut kapolsek, korban diduga
melaju dari arah Desa Pelantaran ke arah Palangka Raya. Saat melintas di
Jembatan Lintang Batang (jalan menikung ke kiri), korban hilang kendali dan
menabrak pagar jembatan sebelah kanan. “Korban terpental dan jatuh ke bawah
jembatan bersama motor yang dikendarainya. Akibat dari kejadian tersebut,
korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkapnya.

Cuaca saat kejadian cukup cerah, kondisi
jalan/jembatan beraspal (menikung ke kiri), tanpa ada kerusakan jalan dan tanpa
lampu penerangan jalan. “Menurut keterangan keluarga korban, korban
meninggalkan rumah di Pelantaran bermaksud ke Pundu pada hari Minggu (28/7)
sekitar pukul. 19.00 WIB. Namun tidak kembali ke rumah sampai akhirnya
ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Lintang Batang pada Senin (29/7)
sekira pukul 17.00 WIB,” katanya.

Baca Juga :  Selama 2019, Ini Kasus Kejahatan Terbanyak di Seruyan

“Bukan kali ini saja kecelakaan
terjadi. Ada beberapa orang juga yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.
Solusi agar kecelakaan tidak terjadi di TKP tersebut adalah dengan membuat
jembatan kembar seperti di Desa Pundu. Hal ini untuk meminimalisir laka lantas
yang sering terjadi di lokasi tersebut,” pintanya.

Sebagai langkah antisipasi
sementara, polisi sudah membuat rambu peringatan sekitar jembatan. “Saya
berharap dan mengimbau kepada pengendara yang melintas di TKP agar berhati-hati
dan selalu mengutamakan keselamatan daripada kecepatan,” harapnya. (rif/ens/ctk/nto)

Terpopuler

Artikel Terbaru