PALANGKA RAYA – Menjelang bulan suci Ramadan, jajaran Polresta
Palangka Raya berupaya situasi di wilayah hukumnya tetap kondusif dan aman.
Oleh sebab itu dilakukannya penggerebekan di kampung narkoba tepatnya berada di
komplek Ponton, Kota Palangka Raya.
Mengejutkannya, ditempat tersebut setiap orang yang datang
ke lokasi, secara bebas untuk membeli hingga memakai sabu ditempat yang sudah
disediakan.
Dikawasan yang sama juga disiapkan mulai sabu dan pil
ektasi, hingga peralatan seperti bong. Bahkan rumah yang dikhususkan untuk
memakai barang terlarang tersebut pun juga ada.
Menurut pantauan langsung dari Kaltengpos.co, mereka
menyiapkan per paket sabu dengan harga yang bervariatif. yakni harga terendah Rp50
ribu hingga Rp1 juta rupiah.
“Di lokasi itu mereka juga menyewakan peralatan (semacam
rental) untuk nyabu seperti bong dipatok harga Rp. 10 ribu dan mancis Rp 5
ribu,” Kata Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal jaladri.
Loket-loket penjualan sabu dan papan tulisan untuk para
calon pembeli barang terlarang juga terpampang.
“Tempat ini harus kita bersihkan, apalagi ini sudab
memasuki bulan Ramadan dan memerangi pandemi Covid-19 yang cukup tinggi di Kota
palangka Raya,” pungkasnya.
Seperti yang diketahui, Kamis (23/4), personel gabungan
Polda Kalimantan Tengah dan Polresta Palangka Raya menggerebek wilayah Ponton
yang disebut ada titik sebagai kampung narkoba.