TAMIANG LAYANG- Karyawan PT Saptaindra
Sejati (SIS) diduga keracunan makanan. Mereka terpaksa mendapat perawatan di
sejumlah rumah sakit terdekat setelah merasakan gejala mual hingga muntah-
muntah, Jumat (30/8).
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kalteng Pos (Grup
Kaltengpos.co), keracunan makanan itu baru diketahui pada malam hari setelah
karyawan menyantap makanan untuk makan siang di mess Km
34 PT SIS di Kelurahan Taniran Kecamatan Benua Lima.
Awalnya, ada salah satu karyawan yang mendatangi klinik
yang merasakan mual disertai muntah. Dari keterangan terdapat 24 karyawan
merasakan hal serupa sehingga langsung dirujuk untuk mendapat penanganan.
Indikasi keracunan juga tidak hanya dirasakan oleh
puluhan orang itu tetapi diduga juga dialami karyawan lain pada lokasi berbeda
dan mendapat penanganan di RSUD H Badaruddin Tanjung, RSEP Pertamina Tanjung ,
RSUD Balangan dan RSUD Tamiang Layang.
Kapolsek Benua Lima Ipda Didik Hariyanto membenarkan,
adanya dugaan keracunan makanan karyawan PT SIS tersebut. Kasusnya,
menurut dia, diambil alih sepenuhnya Polres Bartim.
“TKP ada dua di Tanjung (Kalsel) dan di
Bartim,” sebut Didik kepada Kalteng Pos, kemarin.
Menurut dia, polisi sudah mengamankan makanan dan
muntahan untuk barang bukti. “Terkait uji laboratorium,
ujar dia, bisa ditanyakan lebih lanjut dan langsung ke polres,â€tambahnya.
Sementara itu, Deputy Project Manager PT
SIS, A
Rizaq Fuadi menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian ini. Para
korban telah diberikan perawatan di Klinik SIS dan dirujuk ke beberapa rumah
sakit terdekat.
“Kondisi sebagian pasien saat ini sudah membaik
sehingga diperbolehkan pulang dan sebagian pasien mendapat perawatan inap untuk
observasi lebih lanjut,” sebut Rizaq melalui pesan WA yang diterima
Kalteng Pos.
Pihaknya bekerja sama
dengan pihak-pihak terkait dalam melakukan investigasi atas penyebab terjadinya
keracunan makanan. Perusahaan juga akan mengambil tindakan yang diperlukan agar
ke depan
kejadian ini tidak terulang kembali.(log/ram)