PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah memamerkan capaian kinerja sepanjang 2025 sekaligus memaparkan kondisi ekonomi daerah dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025.
Ajang tahunan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan arah kebijakan BI di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus menunjukkan komitmen BI Kalteng dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
PTBI yang telah menjadi high-level event Bank Indonesia sejak 1969 itu berlangsung di Aula Kantor Perwakilan BI Kalteng. Acara dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, jajaran Forkopimda, OPD, instansi vertikal, akademisi, pelaku industri, hingga media.
Selain memaparkan asesmen ekonomi nasional, BI juga menekankan pentingnya sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan daerah.
Tahun ini, PTBI mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Tema ini menyoroti pentingnya menjaga stabilitas makro di tengah ketidakpastian global, serta menjadi fondasi untuk transformasi menuju Indonesia Emas 2045. Pada kesempatan itu, BI Kalteng juga memberikan penghargaan kepada mitra strategis yang dinilai berkontribusi besar sepanjang 2025.
Acara diawali dengan pemutaran pidato Presiden Prabowo Subianto yang disaksikan secara hybrid oleh seluruh Kantor Perwakilan BI di Indonesia. Usai pemutaran, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Ardian Pangestu memaparkan perkembangan ekonomi daerah dan prospeknya. Ia menegaskan bahwa perekonomian Kalimantan Tengah menunjukkan ketahanan positif meski berada dalam tekanan eksternal.
Menurut Ardian, sejumlah indikator ekonomi utama masih berada pada level terjaga. “Kolaborasi lintas sektor di Kalimantan Tengah menjadi kunci untuk memaksimalkan peluang pertumbuhan, terutama pada sektor unggulan dan peningkatan daya saing daerah,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Ardian juga menekankan perlunya memanfaatkan momentum stabilitas makro untuk percepatan pembangunan inklusif. “Kebijakan yang terkoordinasi akan memastikan Kalimantan Tengah tetap tangguh dan kompetitif menghadapi dinamika global,” tambahnya.
Pada sesi keynote, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo memaparkan enam instruksi strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah: hilirisasi sektor unggulan, penguatan ketahanan pangan, penguatan TPID, percepatan ETPD, penguatan pariwisata, serta pemberdayaan UMKM.
“Hilirisasi sektor unggulan akan memberikan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat rantai pasok daerah,” ujarnya. Edy juga menekankan urgensi ketahanan pangan. “Ketahanan pangan sangat krusial untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas hidup masyarakat, terutama di tengah ancaman perubahan iklim,” ucapnya.
PTBI 2025 ditutup dengan pemberian apresiasi kepada mitra strategis BI Kalteng. Penghargaan ini menegaskan bahwa kolaborasi menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sekaligus memperkuat transformasi ekonomi daerah.
“Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Bank Indonesia akan mempercepat penguatan fondasi ekonomi Kalimantan Tengah agar tetap inklusif dan berkelanjutan,” tandas Edy. (tim)


