25.4 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Dinsos Kalteng Gelar Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual Anak Usia Dini

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Mengingat pentingnya pendidikan seksual bagi anak usia dini sebagai langkah preventif terhadap tindak kekerasan dan pelecehan seksual, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengadakan kegiatan Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual untuk anak usia dini. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (29/8/2024) di TK St. Yohannes Don Bosco, Jalan Tjilik Riwut Km. 1, Palangka Raya.

Pendidikan seksual untuk anak merupakan proses yang mengajarkan mereka mengenai aspek kognitif, emosional, fisik, dan sosial seksualitas, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan yang tepat guna melindungi mereka dari potensi pelecehan seksual.

Kepala Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah, Eddy Karusman, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Dinsos Provinsi Kalteng, Firta Maria Dese, menyampaikan bahwa pelecehan seksual telah menjadi ancaman sosial yang meluas, bahkan dapat dianggap sebagai wabah yang cukup mengkhawatirkan di banyak belahan dunia.

Baca Juga :  Tinjau Vaksinasi di Kobar, Gubernur Tekankan Ini

Firta menekankan pentingnya membekali anak dengan pengetahuan dan keberanian untuk melapor jika mereka merasa terancam atau mengalami perilaku yang tidak pantas.

“Jika anak melihat atau mengalami perlakuan yang tidak baik dari orang lain, jangan takut untuk melapor kepada orang tua atau guru di sekolah. Ini penting agar mereka merasa aman dan terlindungi,” ujar Firta dengan tegas.

Suster Yudith, guru di TK St. Yohannes Don Bosco, mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi ini.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi program rutin yang berkelanjutan untuk mendidik anak-anak agar mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya menjaga diri dari potensi pelecehan.

Baca Juga :  Tiga Inspirasi Singkat Diungkap Saat Gernas BBI dan BBWI Kalteng

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tenaga profesional dari Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah, di antaranya Pekerja Sosial Ahli Muda Ruary, Pekerja Sosial Ahli Muda Kartika Panca Yetty, Pekerja Sosial Ahli Pertama Gabriel Manalu, Penyuluh Sosial Ahli Muda Hendy Winata, Penyuluh Sosial Ahli Pertama Halizah Ulfah, serta Pendamping Anak Niken Anandani Anja dan Staf Rehabilitasi Dinas Sosial.

Mereka turut berperan aktif dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga tubuh mereka dan mengenali perilaku yang tidak seharusnya diterima.

Dengan diadakannya kegiatan ini, Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung perkembangan anak, dengan memperkuat pengetahuan mereka tentang pentingnya perlindungan dari kekerasan dan pelecehan seksual sejak usia dini. (tim)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Mengingat pentingnya pendidikan seksual bagi anak usia dini sebagai langkah preventif terhadap tindak kekerasan dan pelecehan seksual, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengadakan kegiatan Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual untuk anak usia dini. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (29/8/2024) di TK St. Yohannes Don Bosco, Jalan Tjilik Riwut Km. 1, Palangka Raya.

Pendidikan seksual untuk anak merupakan proses yang mengajarkan mereka mengenai aspek kognitif, emosional, fisik, dan sosial seksualitas, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan yang tepat guna melindungi mereka dari potensi pelecehan seksual.

Kepala Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah, Eddy Karusman, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Sekretaris Dinsos Provinsi Kalteng, Firta Maria Dese, menyampaikan bahwa pelecehan seksual telah menjadi ancaman sosial yang meluas, bahkan dapat dianggap sebagai wabah yang cukup mengkhawatirkan di banyak belahan dunia.

Baca Juga :  Tinjau Vaksinasi di Kobar, Gubernur Tekankan Ini

Firta menekankan pentingnya membekali anak dengan pengetahuan dan keberanian untuk melapor jika mereka merasa terancam atau mengalami perilaku yang tidak pantas.

“Jika anak melihat atau mengalami perlakuan yang tidak baik dari orang lain, jangan takut untuk melapor kepada orang tua atau guru di sekolah. Ini penting agar mereka merasa aman dan terlindungi,” ujar Firta dengan tegas.

Suster Yudith, guru di TK St. Yohannes Don Bosco, mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi ini.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi program rutin yang berkelanjutan untuk mendidik anak-anak agar mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya menjaga diri dari potensi pelecehan.

Baca Juga :  Tiga Inspirasi Singkat Diungkap Saat Gernas BBI dan BBWI Kalteng

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tenaga profesional dari Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah, di antaranya Pekerja Sosial Ahli Muda Ruary, Pekerja Sosial Ahli Muda Kartika Panca Yetty, Pekerja Sosial Ahli Pertama Gabriel Manalu, Penyuluh Sosial Ahli Muda Hendy Winata, Penyuluh Sosial Ahli Pertama Halizah Ulfah, serta Pendamping Anak Niken Anandani Anja dan Staf Rehabilitasi Dinas Sosial.

Mereka turut berperan aktif dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga tubuh mereka dan mengenali perilaku yang tidak seharusnya diterima.

Dengan diadakannya kegiatan ini, Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung perkembangan anak, dengan memperkuat pengetahuan mereka tentang pentingnya perlindungan dari kekerasan dan pelecehan seksual sejak usia dini. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru