PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi meluncurkan Kartu Huma Betang sebagai instrumen penyaluran bantuan sosial. Guna memastikan ketepatan sasaran, pemerintah telah menyusun skema pembagian dan pengawasan berbasis digital untuk 300.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang ditargetkan rampung didistribusikan sebelum Hari Raya Idulfitri.
Plt. Diskominfosantik Kalteng Rangga Lesmana menjelaskan, skema pendistribusian kartu ini menerapkan prinsip “Satu Kartu, Satu Keluarga”. Penyaluran ke masyarakat akan dilakukan secara kolektif dan bertahap berdasarkan jadwal yang telah disusun oleh Diskominfosantik, serta Dinas Sosial (Dinsos) Kalteng.
“Skema pembagiannya kita dibantu oleh relawan Kartu Huma Betang, di dalamnya ada unsur Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). Mereka sudah terbiasa dan profesional dalam proses penyampaian hingga pengawasan di lapangan,” jelasnya dalam sesi wawancara, Jumat (20/2/26).
Untuk mencegah kebocoran atau penyaluran yang salah sasaran, Diskominfo Kalteng telah menyiapkan aplikasi khusus pemantauan. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur pelacakan lokasi waktu nyata (real-time geotagging).
“Saat ini pola pendistribusiannya masih kita gunakan kolektif. Jadi nanti kita tentukan jadwalnya. Diskominfo dengan Dinas Sosial sudah ada timeline pengaturan jadwal. Misalnya di tanggal ini, kabupaten mana yang melaksanakan. Kemudian besok ya tanggal berapanya, kabupaten mana yang melaksanakan. Jadi secara timeline bertahap nanti,” ujar Rangga.
Melalui sistem ini, laju distribusi harian dapat terpantau secara akurat oleh pemerintah. Selain pengawasan digital, pemerintah juga akan melakukan evaluasi dan pemutakhiran data penerima secara rutin setiap tiga bulan sekali.
Menurutnya, pada tahap awal peluncurannya, Kartu Huma Betang dapat digunakan untuk mengakses dua program utama, bantuan tunai, senilai Rp250.000 per Kepala Keluarga (KK), bantuan pangan senilai Rp150.000, yang terdiri dari komoditas beras, gula, dan minyak goreng.
Kedua bantuan ini dijadwalkan cair dua kali dalam setahun, yakni menjelang hari raya keagamaan (Idulfitri dan Natal). Pada hari peluncuran, sebanyak 40 truk bermuatan bantuan pangan telah diberangkatkan untuk didistribusikan ke wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, hingga Seruyan.
Terkait mekanisme klaim, masyarakat cukup membawa kartu tersebut. Untuk bantuan pangan, warga dapat melakukan tap (pemindaian) kartu pada kegiatan pembagian bantuan sosial yang bekerja sama dengan 8 cabang Bulog.
Sementara untuk pencairan bantuan tunai, penyalurannya difasilitasi oleh Bank Kalteng yang akan melakukan pendekatan pelayanan langsung ke berbagai wilayah.
“Proses pendistribusian sedang kami jalankan. Karena pola kerja yang kami terapkan dengan bulog ini kan, ada 8 cabang yang akan kita gunakan. Jadi pendistribusiannya sedang diatur secara teknis,” pungkasnya
Ke depannya, Pemprov Kalteng berencana memperluas cakupan program Kartu Huma Betang untuk mengakomodasi sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga asuransi bagi petani dan nelayan. (her)


