PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Kepala Staf Kepresidenan (Wakas KSP) M Qodari meninjau program cek kesehatan gratis di Puskesmas Panarung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (20/2).
Ia menilai, tingkat partisipasi masyarakat dalam layanan ini masih rendah sehingga diperlukan strategi jemput bola agar lebih banyak warga yang memanfaatkannya.
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng Suyuti Syamsul, Qodari menyampaikan bahwa program ini bertujuan mendorong pemeriksaan dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi kesehatan secara rutin.
Ia pun memberikan sejumlah masukan kepada pihak Puskesmas agar program ini lebih menarik dan efektif.
“Tadi saya sampaikan beberapa saran berdasarkan pengalaman di Kalimantan Selatan. Misalnya, pasien yang mengikuti cek kesehatan gratis bisa diberikan sesuatu yang membedakan, seperti sertifikat atau gimik lainnya. Jika diposting di media sosial, ini bisa menarik minat masyarakat lain untuk ikut serta,” ujarnya.
Menurutnya, meski program ini baru berjalan, perlu upaya lebih proaktif untuk meningkatkan keterlibatan warga. Ia berharap Dinkes Kalteng dapat merancang strategi jemput bola agar layanan ini menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Program ini sangat bagus dan sudah mendapat anggaran. Tinggal bagaimana memastikan pelaksanaannya optimal agar manfaatnya bisa dirasakan luas,” tambahnya.
Qodari menekankan bahwa layanan cek kesehatan gratis merupakan langkah strategis dalam mengubah paradigma kesehatan dari kuratif menjadi promotif dan preventif.
“Kalau tidak ada cek kesehatan gratis, sulit menerapkan konsep kesehatan preventif dan promotif,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kalteng Suyuti Syamsul menyebut, sebanyak 204 Puskesmas di Kalteng telah melaksanakan program ini. Ke depan, layanan akan diperluas dengan melibatkan klinik-klinik yang bekerja sama dengan BPJS.
Namun, ia mengakui bahwa kesiapan tiap Puskesmas berbeda, terutama antara wilayah perkotaan dan pelosok.
“Dari 21 jenis pemeriksaan yang tersedia, ada yang baru bisa melaksanakan empat hingga lima jenis. Tapi itu bukan masalah, kami akan terus mendorong agar semua Puskesmas dapat menyediakan layanan lengkap,” pungkasnya. (hfz)