PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang peluncuran Program Kartu Huma Betang pada 20 Februari 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memastikan seluruh infrastruktur dan sistem pendukung sudah dalam kondisi siap tempur. Mulai dari server, pengolahan data hingga pola kerja teknis, semuanya diklaim tuntas.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menegaskan kesiapan itu bukan sekadar formalitas. Menurutnya, aspek teknis menjadi kunci agar program Kartu Huma Betang berjalan tanpa kendala sejak hari pertama diluncurkan.
“Kominfo ini berkaitan langsung dengan data, server, pola kerja, sampai sistem yang dijalankan. Semua sudah 100 persen siap,” ujar Rangga, Senin (16/2/2026).
Dia menjelaskan, tahapan yang kini difokuskan adalah proses pendistribusian serta verifikasi lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan dalam Program Kartu Huma Betang benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Infrastruktur sudah siap semua. Sekarang tinggal pendistribusian dan verifikasi di lapangan,” katanya.
Rangga menekankan, validasi ulang data menjadi perhatian serius. Sebab, program berbasis data seperti Kartu Huma Betang sangat bergantung pada akurasi informasi penerima.
“Karena ini menyangkut data, kami lakukan cross-check dan verifikasi ulang. Tujuannya jelas, supaya tidak ada bantuan yang salah sasaran,” tegasnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menjelang peluncuran Program Kartu Huma Betang pada 20 Februari 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memastikan seluruh infrastruktur dan sistem pendukung sudah dalam kondisi siap tempur. Mulai dari server, pengolahan data hingga pola kerja teknis, semuanya diklaim tuntas.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menegaskan kesiapan itu bukan sekadar formalitas. Menurutnya, aspek teknis menjadi kunci agar program Kartu Huma Betang berjalan tanpa kendala sejak hari pertama diluncurkan.
“Kominfo ini berkaitan langsung dengan data, server, pola kerja, sampai sistem yang dijalankan. Semua sudah 100 persen siap,” ujar Rangga, Senin (16/2/2026).
Dia menjelaskan, tahapan yang kini difokuskan adalah proses pendistribusian serta verifikasi lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan dalam Program Kartu Huma Betang benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Infrastruktur sudah siap semua. Sekarang tinggal pendistribusian dan verifikasi di lapangan,” katanya.
Rangga menekankan, validasi ulang data menjadi perhatian serius. Sebab, program berbasis data seperti Kartu Huma Betang sangat bergantung pada akurasi informasi penerima.
“Karena ini menyangkut data, kami lakukan cross-check dan verifikasi ulang. Tujuannya jelas, supaya tidak ada bantuan yang salah sasaran,” tegasnya. (adr)