28.8 C
Jakarta
Saturday, February 28, 2026

Konferwil XIII NU Kalteng

Gubernur : Susun Program Kerja yang Profesional, Perkuat Peran NU Sebagai Pengayom Umat di Kalteng

Pembukaan Konferensi Wilayah XIII Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang Lantai I, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (14/2). (Foto : Anandri/Prokalteng.co)

 

Konferwil XIII NU Kalteng

Gubernur : Susun Program Kerja Profesional dan Strategis, Perkuat Peran NU Sebagai Pengayom Umat di Kalteng

 

 PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Konferensi Wilayah (Konferwil) XIII Nahdlatul Ulama Kalimantan Tengah resmi dibuka di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, sebagai forum evaluasi lima tahunan dan penyusunan program kerja baru.

“Sejak berdiri, NU telah menegaskan diri sebagai penjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta mitra strategis dalam menjaga keutuhan bangsa dan NKRI,” ujar Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, Sabtu (14/2/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Capaian Total Vaksinasi di Kalteng Sudah 38,60 Persen

Dia menilai, Konferwil menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

“Melalui Konferwil ini, mari kita susun program kerja yang profesional dan keputusan strategis untuk memperkuat peran NU sebagai pengayom umat di Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Ketua Rois Syuriah PWNU Kalteng, Chairuddin Halim, menyampaikan bahwa NU memiliki tanggung jawab di bidang keagamaan sekaligus kebangsaan.

“NU menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dalam akidah, ibadah, dan muamalah, sekaligus berkomitmen mempertahankan kedaulatan negara serta empat pilar kebangsaan,” katanya.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng, Wahyudie F. Dirun, memaparkan capaian lima tahun terakhir, termasuk penguatan kelembagaan, layanan kesehatan, dan pengembangan pendidikan.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Raih Juara 1 Nasional Penghargaan BerAKHLAK

“Konferwil ini adalah bentuk pertanggungjawaban lima tahun kepengurusan. Serta momentum menyusun arah baru dan memilih kepemimpinan selanjutnya,” tuturnya.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menekankan pentingnya transformasi dan digitalisasi organisasi agar tetap relevan di tengah perubahan global.

“Kita harus beradaptasi melalui penguatan tata kelola dan pemanfaatan platform digital. Seperti Digdaya agar organisasi lebih efektif dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah,” pungkasnya. (adr)

Pembukaan Konferensi Wilayah XIII Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang Lantai I, Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu (14/2). (Foto : Anandri/Prokalteng.co)

 

Konferwil XIII NU Kalteng

Electronic money exchangers listing

Gubernur : Susun Program Kerja Profesional dan Strategis, Perkuat Peran NU Sebagai Pengayom Umat di Kalteng

 

 PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Konferensi Wilayah (Konferwil) XIII Nahdlatul Ulama Kalimantan Tengah resmi dibuka di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, sebagai forum evaluasi lima tahunan dan penyusunan program kerja baru.

“Sejak berdiri, NU telah menegaskan diri sebagai penjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta mitra strategis dalam menjaga keutuhan bangsa dan NKRI,” ujar Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga :  Capaian Total Vaksinasi di Kalteng Sudah 38,60 Persen

Dia menilai, Konferwil menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

“Melalui Konferwil ini, mari kita susun program kerja yang profesional dan keputusan strategis untuk memperkuat peran NU sebagai pengayom umat di Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Ketua Rois Syuriah PWNU Kalteng, Chairuddin Halim, menyampaikan bahwa NU memiliki tanggung jawab di bidang keagamaan sekaligus kebangsaan.

“NU menjaga paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dalam akidah, ibadah, dan muamalah, sekaligus berkomitmen mempertahankan kedaulatan negara serta empat pilar kebangsaan,” katanya.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng, Wahyudie F. Dirun, memaparkan capaian lima tahun terakhir, termasuk penguatan kelembagaan, layanan kesehatan, dan pengembangan pendidikan.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Raih Juara 1 Nasional Penghargaan BerAKHLAK

“Konferwil ini adalah bentuk pertanggungjawaban lima tahun kepengurusan. Serta momentum menyusun arah baru dan memilih kepemimpinan selanjutnya,” tuturnya.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menekankan pentingnya transformasi dan digitalisasi organisasi agar tetap relevan di tengah perubahan global.

“Kita harus beradaptasi melalui penguatan tata kelola dan pemanfaatan platform digital. Seperti Digdaya agar organisasi lebih efektif dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru