28.6 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024
spot_img

Pembangunan Food Estate di Kalteng Antisipasi Krisis Pangan

PALANGKA
RAYA

– Pengembangan lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa yang sedang dalam proses
pengerjaan, yakni di Provinsi Kalteng, bertujuan sebagai sumber cadangan
logistik nasional untuk mencegah kekurangan pasokan pangan dalam negeri.
Cadangan logistik tersebut juga digunakan untuk mengantisipasi krisis pangan
sebagaimana yang diperingatkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

“Saya kira kita tahu semuanya, FAO sudah
mengeluarkan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia. Itu karena
pandemi dan juga karena memang adanya musim yang tidak bisa diatur dan
diprediksi. Oleh sebab itu, kita menyiapkan sekarang ini yang namanya cadangan
logistik nasional,” ujar Presiden Jokowi melalui rilis Biro Humas
Presiden.

Setelah meninjau lokasi pengembangan lumbung pangan baru
di Kabupaten Kapuas, Presiden bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan
sejumlah menteri terkait lainnya juga meninjau lokasi pengembangan serupa yang
ada di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau. Di kabupaten tersebut,
terdapat kurang lebih 10.000 hektare lahan potensial yang nantinya akan
dikembangkan menjadi lumbung pangan baru.

Baca Juga :  10 Juta Lebih, Kejahatan Siber Serang Domain Pemprov Kalteng

Presiden mengatakan, untuk tahun ini setidaknya akan
diselesaikan terlebih dahulu lahan seluas 30.000 hektare dan akan meningkat
hingga dua tahun ke depan. “Tahun ini insyaallah akan kita selesaikan
kurang lebih 30 ribu hektare terlebih dahulu. Kemudian berikutnya dalam 1,5
sampai maksimal 2 tahun akan ditambah lagi 148.000 hektare baik itu di
Kabupaten Pulang Pisau maupun Kapuas,” ucapnya.

Kementerian Pertahanan akan bertindak sebagai leading sektor
pengembangan lumbung pangan nasional baru tersebut. Kementerian Pertahanan akan
berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat dalam menjalankan tugasnya.

“Karena ini menyangkut cadangan strategis pangan
kita, leading sector-nya akan kita berikan ke Pak Menhan yang tentu saja
didukung Pak Menteri Pertanian, juga Menteri PU. Tentu saja di daerah kita
harapkan ada dukungan dari gubernur dan para bupati,” ujarnya.

Baca Juga :  Mantapkan Tata Kelola Kawasan Permukiman, Pemprov Kalteng Bentuk Pokja

Dengan pengembangan
lumbung pangan baru atau food estate ini diharapkan cadangan pangan nasional
nantinya dapat terpenuhi dan dikelola dengan manajemen yang baik hingga dapat
diekspor ke negara-negara lain. 

PALANGKA
RAYA

– Pengembangan lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa yang sedang dalam proses
pengerjaan, yakni di Provinsi Kalteng, bertujuan sebagai sumber cadangan
logistik nasional untuk mencegah kekurangan pasokan pangan dalam negeri.
Cadangan logistik tersebut juga digunakan untuk mengantisipasi krisis pangan
sebagaimana yang diperingatkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

“Saya kira kita tahu semuanya, FAO sudah
mengeluarkan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia. Itu karena
pandemi dan juga karena memang adanya musim yang tidak bisa diatur dan
diprediksi. Oleh sebab itu, kita menyiapkan sekarang ini yang namanya cadangan
logistik nasional,” ujar Presiden Jokowi melalui rilis Biro Humas
Presiden.

Setelah meninjau lokasi pengembangan lumbung pangan baru
di Kabupaten Kapuas, Presiden bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan
sejumlah menteri terkait lainnya juga meninjau lokasi pengembangan serupa yang
ada di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau. Di kabupaten tersebut,
terdapat kurang lebih 10.000 hektare lahan potensial yang nantinya akan
dikembangkan menjadi lumbung pangan baru.

Baca Juga :  10 Juta Lebih, Kejahatan Siber Serang Domain Pemprov Kalteng

Presiden mengatakan, untuk tahun ini setidaknya akan
diselesaikan terlebih dahulu lahan seluas 30.000 hektare dan akan meningkat
hingga dua tahun ke depan. “Tahun ini insyaallah akan kita selesaikan
kurang lebih 30 ribu hektare terlebih dahulu. Kemudian berikutnya dalam 1,5
sampai maksimal 2 tahun akan ditambah lagi 148.000 hektare baik itu di
Kabupaten Pulang Pisau maupun Kapuas,” ucapnya.

Kementerian Pertahanan akan bertindak sebagai leading sektor
pengembangan lumbung pangan nasional baru tersebut. Kementerian Pertahanan akan
berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat dalam menjalankan tugasnya.

“Karena ini menyangkut cadangan strategis pangan
kita, leading sector-nya akan kita berikan ke Pak Menhan yang tentu saja
didukung Pak Menteri Pertanian, juga Menteri PU. Tentu saja di daerah kita
harapkan ada dukungan dari gubernur dan para bupati,” ujarnya.

Baca Juga :  Mantapkan Tata Kelola Kawasan Permukiman, Pemprov Kalteng Bentuk Pokja

Dengan pengembangan
lumbung pangan baru atau food estate ini diharapkan cadangan pangan nasional
nantinya dapat terpenuhi dan dikelola dengan manajemen yang baik hingga dapat
diekspor ke negara-negara lain. 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru