PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tanpa bau, tanpa warna, dan nyaris tak terlihat, mikroplastik diam-diam menyusup ke dalam tubuh manusia. Partikel hasil penguraian sampah plastik ini kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan karena berpotensi memicu gangguan organ dalam jangka panjang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, dr Suyuti Syamsul menegaskan, bahaya mikroplastik bukan ancaman sesaat. Dampaknya bersifat akumulatif dan bisa baru dirasakan setelah bertahun-tahun.
“Yang perlu dipahami, ini bukan penyakit yang muncul tiba-tiba. Mikroplastik bisa bertahan di dalam tubuh dalam waktu lama dan perlahan memengaruhi fungsi organ,” katanya, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, partikel mikroplastik dapat masuk melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, maupun dari paparan lingkungan.
Dalam jangka panjang, endapan partikel tersebut berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, bergantung pada organ yang terdampak.
“Tidak ada terapi khusus untuk ‘mikroplastik’ itu sendiri. Penanganannya mengikuti gangguan yang timbul. Jika yang terpengaruh organ jantung, maka ditangani sebagai kasus kardiovaskular. Begitu pula jika menyerang organ lain,” ujarnya.
Fenomena ini, lanjutnya, berkaitan erat dengan persoalan lingkungan. Sampah plastik yang dibuang sembarangan akan terurai menjadi serpihan sangat kecil, mencemari tanah, sungai, hingga laut. Dari sana, partikel tersebut masuk ke rantai makanan dan akhirnya dikonsumsi manusia.
Karena itu, ia menekankan upaya pencegahan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta membuang sampah pada tempatnya dinilai sebagai langkah sederhana namun krusial.
“Masalah kesehatan ini berawal dari kebiasaan sehari-hari. Jika pengelolaan sampah tidak dibenahi, maka risiko paparan akan terus meningkat,” tegasnya.
Dinkes Kalteng pun mengingatkan, menjaga kebersihan lingkungan bukan semata urusan estetika, melainkan investasi kesehatan jangka panjang. Ancaman mikroplastik mungkin belum terasa hari ini, tetapi dampaknya bisa membayangi generasi mendatang. (ovi/ans/kpg)


