26.2 C
Jakarta
Friday, March 6, 2026

Pemprov Kalteng Luncurkan Program Sekolah Gratis, Dilakukan Serentak Diikuti 90.000 Siswa

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng). Resmi meluncurkan Program Sekolah Gratis yang menyasar puluhan ribu Siswa/i tingkat SMA, SMK dan Sekolah Khusus di seluruh wilayah Kalteng.

Peluncuran program ini sekaligus menjadi bukti realisasi janji Gubernur Kalteng dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalteng, Reza Prabowo. Menyampaikan bahwa peluncuran program tersebut dilakukan secara serentak dan diikuti oleh sekitar 90.000 siswa melalui sambungan virtual (Zoom). Kamis (5/3/26).

“Ini adalah bukti bahwa Pak Gubernur menepati komitmen yang beliau sampaikan. Alhamdulillah hari ini terlaksana semua, serempak se-Kalteng. Sebanyak 90.000 siswa/i kita menghadiri kegiatan zoom meeting dan sudah di-launching ke seluruh SMA, SMK, dan sekolah khusus,” tegas Reza.

Reza menjelaskan, bantuan sekolah yang diberikan mencakup pengadaan seragam dan dana pendidikan. Untuk pengadaan seragam, sasaran penerima difokuskan pada siswa kelas 10 (kelas 1 SMA/SMK). Seluruh siswa/i di tingkatan tersebut akan mendapatkan seragam Batik Huma Betang dan pakaian olahraga.

Baca Juga :  Gubernur Tinjau Progres Pembangunan RSUD di Desa Pembuang Hulu Seruyan

Sementara itu, untuk pembagian seragam putih abu-abu, seragam pramuka, dan sepatu, Disdik Kalteng menerapkan sistem pembagian bersilang agar bantuan merata dan tepat sasaran.

“Pak Gubernur menginginkan jangan sampai nanti tertumpuk ke satu orang. Jadi nanti ada yang pasangannya kombinasi sepatu dengan baju putih abu-abu, ada juga sepatu dengan baju pramuka. Itu berbeda-beda nanti sesuai dengan perhitungannya, agar siswa/i yang lain juga tetap kebagian,” urainya.

Electronic money exchangers listing

Selain seragam, Pemprov Kalteng juga mengucurkan bantuan dana pendidikan dengan total nilai Rp 1.500.000 per siswa. Reza merincikan, dana tersebut dibagi menjadi dua peruntukan utama: Simpanan Pelajar dan Bantuan Perlengkapan Sekolah.

Sebesar Rp 500.000 disalurkan dalam bentuk Simpanan Pelajar yang ditransfer langsung ke rekening Bank Kalteng milik masing-masing siswa. Penyaluran ini dilakukan dalam dua tahap selama satu tahun ajaran (Rp 250.000 per tahap).

Baca Juga :  Diskominfosantik Kalteng Gelar Monev SP4N-LAPOR! 2025

“Kita salurkan langsung ke rekening siswa, tidak berani cash. Makanya tadi ketika launching, Kartu Huma Betang dipegang langsung oleh anaknya sebagai bukti,” jelas Reza.

Sedangkan sisa Rp 1.000.000 dialokasikan untuk Bantuan Perlengkapan Sekolah. Yang disalurkan melalui mekanisme Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Dana ini akan dikelola secara swakelola oleh pihak sekolah untuk membelikan perlengkapan siswa seperti tas, buku, dan alat tulis. Keseluruhan dana ini bersumber dari APBD Murni Tahun 2026.

Ke depan, Reza menekankan bahwa Pemprov Kalteng akan terus melakukan evaluasi ketat terhadap program ini, guna memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Setiap kebijakan harus kita evaluasi. Apakah bantuannya tepat sasaran, jangan sampai nanti ada orang-orang yang memang harusnya mendapatkan tapi tidak mendapatkan. Itu akan kita evaluasi terus. Kita berharap selama kemampuan keuangan daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita kuat, program ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng). Resmi meluncurkan Program Sekolah Gratis yang menyasar puluhan ribu Siswa/i tingkat SMA, SMK dan Sekolah Khusus di seluruh wilayah Kalteng.

Peluncuran program ini sekaligus menjadi bukti realisasi janji Gubernur Kalteng dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kalteng, Reza Prabowo. Menyampaikan bahwa peluncuran program tersebut dilakukan secara serentak dan diikuti oleh sekitar 90.000 siswa melalui sambungan virtual (Zoom). Kamis (5/3/26).

Electronic money exchangers listing

“Ini adalah bukti bahwa Pak Gubernur menepati komitmen yang beliau sampaikan. Alhamdulillah hari ini terlaksana semua, serempak se-Kalteng. Sebanyak 90.000 siswa/i kita menghadiri kegiatan zoom meeting dan sudah di-launching ke seluruh SMA, SMK, dan sekolah khusus,” tegas Reza.

Reza menjelaskan, bantuan sekolah yang diberikan mencakup pengadaan seragam dan dana pendidikan. Untuk pengadaan seragam, sasaran penerima difokuskan pada siswa kelas 10 (kelas 1 SMA/SMK). Seluruh siswa/i di tingkatan tersebut akan mendapatkan seragam Batik Huma Betang dan pakaian olahraga.

Baca Juga :  Gubernur Tinjau Progres Pembangunan RSUD di Desa Pembuang Hulu Seruyan

Sementara itu, untuk pembagian seragam putih abu-abu, seragam pramuka, dan sepatu, Disdik Kalteng menerapkan sistem pembagian bersilang agar bantuan merata dan tepat sasaran.

“Pak Gubernur menginginkan jangan sampai nanti tertumpuk ke satu orang. Jadi nanti ada yang pasangannya kombinasi sepatu dengan baju putih abu-abu, ada juga sepatu dengan baju pramuka. Itu berbeda-beda nanti sesuai dengan perhitungannya, agar siswa/i yang lain juga tetap kebagian,” urainya.

Selain seragam, Pemprov Kalteng juga mengucurkan bantuan dana pendidikan dengan total nilai Rp 1.500.000 per siswa. Reza merincikan, dana tersebut dibagi menjadi dua peruntukan utama: Simpanan Pelajar dan Bantuan Perlengkapan Sekolah.

Sebesar Rp 500.000 disalurkan dalam bentuk Simpanan Pelajar yang ditransfer langsung ke rekening Bank Kalteng milik masing-masing siswa. Penyaluran ini dilakukan dalam dua tahap selama satu tahun ajaran (Rp 250.000 per tahap).

Baca Juga :  Diskominfosantik Kalteng Gelar Monev SP4N-LAPOR! 2025

“Kita salurkan langsung ke rekening siswa, tidak berani cash. Makanya tadi ketika launching, Kartu Huma Betang dipegang langsung oleh anaknya sebagai bukti,” jelas Reza.

Sedangkan sisa Rp 1.000.000 dialokasikan untuk Bantuan Perlengkapan Sekolah. Yang disalurkan melalui mekanisme Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Dana ini akan dikelola secara swakelola oleh pihak sekolah untuk membelikan perlengkapan siswa seperti tas, buku, dan alat tulis. Keseluruhan dana ini bersumber dari APBD Murni Tahun 2026.

Ke depan, Reza menekankan bahwa Pemprov Kalteng akan terus melakukan evaluasi ketat terhadap program ini, guna memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Setiap kebijakan harus kita evaluasi. Apakah bantuannya tepat sasaran, jangan sampai nanti ada orang-orang yang memang harusnya mendapatkan tapi tidak mendapatkan. Itu akan kita evaluasi terus. Kita berharap selama kemampuan keuangan daerah dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita kuat, program ini bisa terus berlanjut,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru