PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menegaskan bahwa inflasi merupakan salah satu isu penting yang harus dihadapi, terutama yang berkaitan dengan harga kebutuhan pokok. Menurutnya, Kalimantan Tengah pernah mengalami inflasi yang cukup tinggi, bahkan berada di urutan ketiga tertinggi secara nasional.
“Inflasi ini umumnya disebabkan oleh kenaikan harga bahan-bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging, bawang merah, bawang putih, dan cabe,” ungkap Edy.
Dalam upaya menanggulangi inflasi yang kian mengkhawatirkan, Edy mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia telah memberikan instruksi kepada para gubernur dan bupati untuk melakukan intervensi pasar.
Salah satu langkah yang diambil adalah melaksanakan pasar penyeimbang, yang ditujukan untuk menstabilkan harga bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan signifikan.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan instruksi tersebut dengan melaksanakan pasar murah di berbagai daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” lanjutnya.
Wagub Edy juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk memantau dan mengendalikan harga bahan pokok agar tetap stabil. Ia berharap langkah-langkah intervensi ini dapat mengurangi dampak inflasi bagi masyarakat, terutama di Kalimantan Tengah.
“Kami berharap dengan adanya upaya ini, masyarakat tidak merasa terbebani dengan harga yang terus melonjak dan bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” pungkasnya. (tim)