Fairid Dorong Perkuat Kolaborasi Antardaerah Cegah Karhutla

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dapat dilakukan secara sendiri oleh pemerintah kota.

Menurutnya, kolaborasi dengan daerah sekitar menjadi kunci karena kebakaran yang terjadi di wilayah tetangga dapat berdampak langsung terhadap kualitas udara di Kota Palangka Raya.

Fairid menjelaskan, letak geografis Palangka Raya yang berbatasan dengan sejumlah kabupaten membuat dampak karhutla di wilayah sekitar mudah menjalar ke ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.

“Kota Palangka Raya ini diapit beberapa wilayah. Contohnya Tumbang Nusa yang masuk wilayah Kabupaten Pulang Pisau, tetapi lokasinya lebih dekat ke Kota Palangka Raya. Dampaknya juga lebih dekat ke Kota Palangka Raya,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga :  Pemko Dorong Penerapan Digitalisasi Transaksi di Pasar Modern Palangka Raya

Dia mengatakan, kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Sinergi antarpemerintah daerah dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu.

“Saya terus berkoordinasi dengan baik bersama Bupati Katingan, Bupati Pulang Pisau, dan juga Bupati Gunung Mas terkait penanganan karhutla,” katanya.

Selain memperkuat koordinasi antardaerah, Fairid kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, terutama selama musim kemarau.

Electronic money exchangers listing

“Saya hanya ingin menekankan kembali kepada masyarakat, jangan membakar lahan sembarangan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengintensifkan berbagai langkah pencegahan karhutla melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten sekitar, aparat penegak hukum, serta instansi terkait. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat memicu kabut asap dan mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Palangka Raya maupun wilayah sekitarnya. (adr)

Baca Juga :  Manfaatkan Harganas 2023 untuk Tekan Stunting

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dapat dilakukan secara sendiri oleh pemerintah kota.

Menurutnya, kolaborasi dengan daerah sekitar menjadi kunci karena kebakaran yang terjadi di wilayah tetangga dapat berdampak langsung terhadap kualitas udara di Kota Palangka Raya.

Fairid menjelaskan, letak geografis Palangka Raya yang berbatasan dengan sejumlah kabupaten membuat dampak karhutla di wilayah sekitar mudah menjalar ke ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.

Electronic money exchangers listing

“Kota Palangka Raya ini diapit beberapa wilayah. Contohnya Tumbang Nusa yang masuk wilayah Kabupaten Pulang Pisau, tetapi lokasinya lebih dekat ke Kota Palangka Raya. Dampaknya juga lebih dekat ke Kota Palangka Raya,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga :  Pemko Dorong Penerapan Digitalisasi Transaksi di Pasar Modern Palangka Raya

Dia mengatakan, kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Sinergi antarpemerintah daerah dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu.

“Saya terus berkoordinasi dengan baik bersama Bupati Katingan, Bupati Pulang Pisau, dan juga Bupati Gunung Mas terkait penanganan karhutla,” katanya.

Selain memperkuat koordinasi antardaerah, Fairid kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, terutama selama musim kemarau.

“Saya hanya ingin menekankan kembali kepada masyarakat, jangan membakar lahan sembarangan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengintensifkan berbagai langkah pencegahan karhutla melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten sekitar, aparat penegak hukum, serta instansi terkait. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat memicu kabut asap dan mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Palangka Raya maupun wilayah sekitarnya. (adr)

Baca Juga :  Manfaatkan Harganas 2023 untuk Tekan Stunting

Terpopuler

Artikel Terbaru