30.6 C
Jakarta
Tuesday, February 24, 2026

Sensus Ekonomi 2026 di Palangka Raya Bakal Sasar Usaha Rumahan hingga Pekerja Digital

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya memastikan seluruh pelaku usaha, termasuk usaha rumahan dan pekerja berbasis digital, akan masuk dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026.

“Semua kegiatan ekonomi akan kami data. Baik yang memiliki tempat usaha khusus maupun yang dijalankan dari rumah. Termasuk ibu rumah tangga yang membuat kue, penjual bakso dan jamu, pengemudi ojek online, hingga pekerja freelance seperti desainer grafis dan penulis konten,” kata Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, Selasa (24/2/2026).

Sensus Ekonomi 2026 akan digelar selama tiga bulan, mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026 dengan metode pendataan secara daring dan kunjungan langsung oleh petugas.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Ingatkan Jamaah dan Pengurus Masjid

“Petugas kami akan melakukan pendataan dari pintu ke pintu untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi di Kota Palangka Raya tercatat secara lengkap dan akurat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sensus ini menjadi instrumen penting untuk memotret struktur ekonomi daerah serta perkembangan ekonomi kreatif dan digital yang kian berkembang.

“Sensus ini mencakup seluruh skala usaha, mulai dari usaha mikro, UMKM, ekonomi kreatif, ekonomi digital, sampai perusahaan besar,” tegasnya.

Adapun sektor yang didata meliputi, industri pengolahan, perdagangan, transportasi dan pergudangan, akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, jasa profesional, pendidikan, kesehatan, hingga kesenian. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tidak termasuk karena telah tercatat dalam Sensus Pertanian 2023.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kios Sembako di Pahandut Seberang Hangus Jadi Arang, Penyebab Masih Belum Diketahui

“Data ini bukan untuk kepentingan perpajakan dan tidak akan dipublikasikan secara individu, melainkan disajikan dalam bentuk agregat sebagai dasar perencanaan dan kebijakan pembangunan ekonomi,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya memastikan seluruh pelaku usaha, termasuk usaha rumahan dan pekerja berbasis digital, akan masuk dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026.

“Semua kegiatan ekonomi akan kami data. Baik yang memiliki tempat usaha khusus maupun yang dijalankan dari rumah. Termasuk ibu rumah tangga yang membuat kue, penjual bakso dan jamu, pengemudi ojek online, hingga pekerja freelance seperti desainer grafis dan penulis konten,” kata Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, Selasa (24/2/2026).

Sensus Ekonomi 2026 akan digelar selama tiga bulan, mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026 dengan metode pendataan secara daring dan kunjungan langsung oleh petugas.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Satgas Covid-19 Ingatkan Jamaah dan Pengurus Masjid

“Petugas kami akan melakukan pendataan dari pintu ke pintu untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi di Kota Palangka Raya tercatat secara lengkap dan akurat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sensus ini menjadi instrumen penting untuk memotret struktur ekonomi daerah serta perkembangan ekonomi kreatif dan digital yang kian berkembang.

“Sensus ini mencakup seluruh skala usaha, mulai dari usaha mikro, UMKM, ekonomi kreatif, ekonomi digital, sampai perusahaan besar,” tegasnya.

Adapun sektor yang didata meliputi, industri pengolahan, perdagangan, transportasi dan pergudangan, akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, jasa profesional, pendidikan, kesehatan, hingga kesenian. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tidak termasuk karena telah tercatat dalam Sensus Pertanian 2023.

Baca Juga :  Kios Sembako di Pahandut Seberang Hangus Jadi Arang, Penyebab Masih Belum Diketahui

“Data ini bukan untuk kepentingan perpajakan dan tidak akan dipublikasikan secara individu, melainkan disajikan dalam bentuk agregat sebagai dasar perencanaan dan kebijakan pembangunan ekonomi,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/