31.9 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Palangka Raya Terima Bantuan Sarana Pengolahan Sampah dari Kementerian PU

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Pemerintah Kota Palangka Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola sampah secara optimal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Alman P. Pakpahan. Menyampaikan bahwa hari ini Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Akhmad Husain. Secara resmi menyerahkan bantuan sarana pendukung pengelolaan persampahan.

Bantuan ini berupa hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bentuk apresiasi atas usaha kota dalam pengelolaan sampah yang dinilai sangat baik. Penyerahan berlangsung di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Senin (23/12/2024).

Bantuan tersebut meliputi 10 unit kendaraan roda tiga (tosa), 3 unit mobil pikap, 3 unit dump truck, serta satu unit ekskavator. Alman menjelaskan bahwa ekskavator tersebut kini telah dimanfaatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien.

“Penghargaan ini kami terima berkat komitmen dan penilaian positif terhadap langkah-langkah pengelolaan sampah yang dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya,” ucapnya  saat diwawancarai Prokalteng.co, Senin (23/12).

Baca Juga :  Jelang Musim Hujan, Kebersihan Saluran Air Jadi Sorotan

Menurut Alman. Keberhasilan Palangka Raya dalam meraih penghargaan Adipura tidak terlepas dari proses panjang yang membutuhkan dedikasi besar, baik tenaga maupun energi. Dukungan tambahan berupa sarana pengelolaan ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja pengelolaan sampah di masa mendatang.

“Alhamdulillah kementerian melihat usaha ini. Sehingga memberikan dukungan berupa sarana yang sangat penting untuk operasional kami,” tambahnya.

Bantuan sarana tersebut diserahkan langsung kepada kelompok-kelompok swadaya masyarakat, yang berperan penting dalam pengelolaan sampah. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian kementerian.

“Kami mengoptimalkan pengelolaan dari hulu, termasuk upaya mengurangi volume sampah sejak awal. Ini adalah langkah strategis untuk mencegah masalah sampah yang dapat menjadi ancaman besar di masa depan,” tegasnya.

Saat ini, Kota Palangka Raya menghadapi tantangan besar dengan jumlah sampah yang mencapai 168 ton per hari, meskipun jumlah penduduk kota ini belum mencapai 400 ribu jiwa. Alman mengingatkan bahwa jika langkah-langkah strategis tidak diambil sejak sekarang palangka raya bisa menghadapi masalah “tsunami sampah” seperti yang dialami kota-kota lain. Dengan adanya sarana pendukung ini pihaknya dapat melakukan intervensi langsung dari sumber masalah.

Baca Juga :  Jangan Salah Gunakan Dana BOSP

Lebih lanjut, Alman mengapresiasi arahan dari Pj Wali Kota saat ini, dan pemimpin sebelumnya yang terus menunjukkan komitmen serius dalam mengelola sampah. Pemerintah Kota Palangka Raya kini berupaya mempertahankan penghargaan Adipura dengan meningkatkan pengelolaan sampah secara komprehensif tidak hanya di hulu tetapi juga di hilir.

Penilaian tersebut mencakup upaya nyata dalam mengurangi, mendaur ulang, hingga memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

“Ke depan kami juga akan fokus pada pengembangan ekonomi sirkulasi dari sampah. Sampah memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dikelola dengan baik ini menjadi tantangan yang ingin kami selesaikan bersama masyarakat,” pungkasnya. (ndo)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Pemerintah Kota Palangka Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola sampah secara optimal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Alman P. Pakpahan. Menyampaikan bahwa hari ini Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Akhmad Husain. Secara resmi menyerahkan bantuan sarana pendukung pengelolaan persampahan.

Bantuan ini berupa hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai bentuk apresiasi atas usaha kota dalam pengelolaan sampah yang dinilai sangat baik. Penyerahan berlangsung di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Senin (23/12/2024).

Bantuan tersebut meliputi 10 unit kendaraan roda tiga (tosa), 3 unit mobil pikap, 3 unit dump truck, serta satu unit ekskavator. Alman menjelaskan bahwa ekskavator tersebut kini telah dimanfaatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien.

“Penghargaan ini kami terima berkat komitmen dan penilaian positif terhadap langkah-langkah pengelolaan sampah yang dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya,” ucapnya  saat diwawancarai Prokalteng.co, Senin (23/12).

Baca Juga :  Jelang Musim Hujan, Kebersihan Saluran Air Jadi Sorotan

Menurut Alman. Keberhasilan Palangka Raya dalam meraih penghargaan Adipura tidak terlepas dari proses panjang yang membutuhkan dedikasi besar, baik tenaga maupun energi. Dukungan tambahan berupa sarana pengelolaan ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja pengelolaan sampah di masa mendatang.

“Alhamdulillah kementerian melihat usaha ini. Sehingga memberikan dukungan berupa sarana yang sangat penting untuk operasional kami,” tambahnya.

Bantuan sarana tersebut diserahkan langsung kepada kelompok-kelompok swadaya masyarakat, yang berperan penting dalam pengelolaan sampah. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian kementerian.

“Kami mengoptimalkan pengelolaan dari hulu, termasuk upaya mengurangi volume sampah sejak awal. Ini adalah langkah strategis untuk mencegah masalah sampah yang dapat menjadi ancaman besar di masa depan,” tegasnya.

Saat ini, Kota Palangka Raya menghadapi tantangan besar dengan jumlah sampah yang mencapai 168 ton per hari, meskipun jumlah penduduk kota ini belum mencapai 400 ribu jiwa. Alman mengingatkan bahwa jika langkah-langkah strategis tidak diambil sejak sekarang palangka raya bisa menghadapi masalah “tsunami sampah” seperti yang dialami kota-kota lain. Dengan adanya sarana pendukung ini pihaknya dapat melakukan intervensi langsung dari sumber masalah.

Baca Juga :  Jangan Salah Gunakan Dana BOSP

Lebih lanjut, Alman mengapresiasi arahan dari Pj Wali Kota saat ini, dan pemimpin sebelumnya yang terus menunjukkan komitmen serius dalam mengelola sampah. Pemerintah Kota Palangka Raya kini berupaya mempertahankan penghargaan Adipura dengan meningkatkan pengelolaan sampah secara komprehensif tidak hanya di hulu tetapi juga di hilir.

Penilaian tersebut mencakup upaya nyata dalam mengurangi, mendaur ulang, hingga memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

“Ke depan kami juga akan fokus pada pengembangan ekonomi sirkulasi dari sampah. Sampah memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika dikelola dengan baik ini menjadi tantangan yang ingin kami selesaikan bersama masyarakat,” pungkasnya. (ndo)

Terpopuler

Artikel Terbaru