28.1 C
Jakarta
Sunday, February 22, 2026

Pemko Palangka Raya Siapkan 16 Dapur SPPG untuk Wilayah 3T

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus menggenjot pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperluas pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tak hanya di kawasan perkotaan, dapur MBG juga disiapkan untuk menjangkau wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) agar layanan gizi bisa dirasakan lebih merata.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, selama ini dapur SPPG di wilayah kota masih menjadi tulang punggung pelaksanaan Program MBG. Namun ke depan, Pemko mulai memberi perhatian lebih pada daerah 3T yang membutuhkan pendekatan dan skema layanan berbeda.

“Dapur SPPG di kawasan perkotaan memang masih menjadi penopang utama Program MBG,” kata Achmad Zaini, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga :  Wali Kota Palangka Raya Tunggu Laporan Resmi Dugaan Keracunan Program MBG

Berdasarkan data terbaru, dapur SPPG di wilayah perkotaan Palangka Raya berjumlah 25 titik. Dari jumlah tersebut, 24 dapur sudah beroperasi, sementara satu dapur lainnya masih dalam tahap perbaikan.

Selain itu, Pemko Palangka Raya juga menyiapkan dapur SPPG khusus di wilayah 3T. Total terdapat 16 titik dapur yang dirancang untuk menjangkau masyarakat di luar wilayah perkotaan.

“Untuk wilayah 3T, kami menyiapkan 16 titik dapur SPPG yang berada di luar dapur reguler perkotaan,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, 15 titik dapur SPPG 3T telah selesai dibangun dan siap memasuki tahap operasional. Sementara satu titik lainnya masih dalam proses pencarian lokasi karena kondisi lahan yang cukup menantang.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Stok Minyak Kita di Palangka Raya Stabil, Kemasannya Tetap Ada yang 1 Liter

Achmad Zaini menjelaskan, dapur SPPG di wilayah 3T memiliki skema layanan yang berbeda dibandingkan dapur di dalam kota, terutama dari sisi kapasitas penerima manfaat.

“Kalau di dalam kota penerimanya bisa lebih dari 2.000 orang. Di wilayah 3T jumlahnya bervariasi, sekitar 100 sampai 800 penerima, tapi tetap harus kita layani secara optimal,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan pangan, seluruh dapur SPPG diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi sebelum beroperasi. Pemko memastikan setiap dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan terus diawasi oleh Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional.

“Kami pastikan pelaksanaan Program MBG berjalan aman, sehat, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus menggenjot pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperluas pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tak hanya di kawasan perkotaan, dapur MBG juga disiapkan untuk menjangkau wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) agar layanan gizi bisa dirasakan lebih merata.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengatakan, selama ini dapur SPPG di wilayah kota masih menjadi tulang punggung pelaksanaan Program MBG. Namun ke depan, Pemko mulai memberi perhatian lebih pada daerah 3T yang membutuhkan pendekatan dan skema layanan berbeda.

“Dapur SPPG di kawasan perkotaan memang masih menjadi penopang utama Program MBG,” kata Achmad Zaini, Jumat (23/1/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Wali Kota Palangka Raya Tunggu Laporan Resmi Dugaan Keracunan Program MBG

Berdasarkan data terbaru, dapur SPPG di wilayah perkotaan Palangka Raya berjumlah 25 titik. Dari jumlah tersebut, 24 dapur sudah beroperasi, sementara satu dapur lainnya masih dalam tahap perbaikan.

Selain itu, Pemko Palangka Raya juga menyiapkan dapur SPPG khusus di wilayah 3T. Total terdapat 16 titik dapur yang dirancang untuk menjangkau masyarakat di luar wilayah perkotaan.

“Untuk wilayah 3T, kami menyiapkan 16 titik dapur SPPG yang berada di luar dapur reguler perkotaan,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, 15 titik dapur SPPG 3T telah selesai dibangun dan siap memasuki tahap operasional. Sementara satu titik lainnya masih dalam proses pencarian lokasi karena kondisi lahan yang cukup menantang.

Baca Juga :  Stok Minyak Kita di Palangka Raya Stabil, Kemasannya Tetap Ada yang 1 Liter

Achmad Zaini menjelaskan, dapur SPPG di wilayah 3T memiliki skema layanan yang berbeda dibandingkan dapur di dalam kota, terutama dari sisi kapasitas penerima manfaat.

“Kalau di dalam kota penerimanya bisa lebih dari 2.000 orang. Di wilayah 3T jumlahnya bervariasi, sekitar 100 sampai 800 penerima, tapi tetap harus kita layani secara optimal,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan pangan, seluruh dapur SPPG diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi sebelum beroperasi. Pemko memastikan setiap dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan terus diawasi oleh Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional.

“Kami pastikan pelaksanaan Program MBG berjalan aman, sehat, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru